TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT BARANG CARGO MENURUT HUKUM UDARA INTERNASIONAL


Nama :  Moch. Ghorby. Bustomy

Nim     : 2241 09 256

Kelas   : S1 MTU M 09

Keberadaan pengangkutan udara saat ini memegang peranan yang sangat penting hampir dalam semua aspek kehidupan tidak terkecuali dalam hal pelaksanaan pengangkutan barang cargo. Namun demikian, kegiatan pengangkutan barang (cargo) kerapkali menimbulkan kerugian. Kerugian yang paling sering terjadi adalah kerugian yang ditimbulkan karena kerusakan, kelambatan, musnahnya barang seperti yang terjadi pada pengangkutan barang (cargo) yang terjadi pada PT. Garuda lndonesia Airlinps.

Peraturan yang mengatur mengenai angkutan udara internasional terdapat dalam Konvensi Warsawa 1929. Sedangkan pengaturan pengangkutan udara Nasional diatur dalam ordonansi pengangkutan barang Stbl939 No. 100 dan Undang-Undang No. I Tahun 2009 tentang Penerbangan. Masalah yang paling utama dalam angkutan udara internasional adalah masalah tanggung jawab pengangkut yang dikhususkan kepada tanggung jawab pengangkutan barang (cargo).

Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana bentuk tanggung jawab pengangkut barang (cargo) ditinjau dari hukum udara Internasional dan apakah peraturan pelaksana serta tanggung jawab pengangkut barang (cargo) telah sesuai dengan peraturan yang berlaku, bentuk tanggung jawab pengangkut barang cargo di PT Garuda Indonesia Airlines serta kendala dan upayayang terjadi dalam pengangkutan barang (cargo). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan hukum pengangkutan udara internasional dan nasional mengenai tanggung jawab pengangkut terhadap barang (cargo) akibat kerusakan, keterlambatan dan musnahnya barang.

Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian bersifat yuridis normatif yang melakukan penelitian dengan mengumpulkan data sekunder yang diperoleh dengan melakukan penelitian ke PT. Garuda Indonesia Airlines guna memperoleh informasi mengenai fakta-fakta yang adq dengan melakukan wawancara langsung terhadap pihak yang berwenang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prinsip tanggung jawab yang diterapkan dalam hal kehilangan, kerusakan dan keterlambatan menurut hukum pengangkutan udara internasional dan nasional pada dasarnya adalah sama, dimana pada PT Garuda Indonesia Arlines memakai prinsip tanggung jawab tanpa bersalah (absolute liability) dan memberikan ganti rugi sebesar Rp.100.000 /kg apabila barang hilang atau rusak. Kendala yang sering terjadi pada PT Garuda Indonesia Airlines dalam hal barang hilang, rusak, terlambat sampai tujuan. Ada pun upaya yang dilakukan, pihak penertangan (maskapai) melakukan pengecekan kepada stasiun-stasiun atau di gudang keberangkatan barang, jika tidak ada maka pengirim barang berhak mengajukan klaim ganti rugi

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: