ECO-Airport Solusi Alternatif


Nama : Devi Kusuma Wardani

Nim     : 224109098

Kelas  : MTU ZU 09

Bandara sebagai tempat naik turun penumpang, bongkar muat kargo dan pos dari satu tempat ke tempat tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa peran utama bandara adalah memberikan pelayanan bagi para penggunanya. Namun, bandarapun berpotensi memberikan kontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Seperti; polusi udara, emisi gas CO2, kebisingan, getaran, dan lain sebagainya. Hal ini merupakan dampak dari pengoperasian pesawat dan kendaraan di bandara. Tapi akankah pelayanan aman dan nyaman yang diberikan bagi para penggunanya harus menjadi ancaman bagi kehidupan yang lebih luas? TIDAK. Bagaimana polusi itu dikelola? Dalam hal ini memunculkan konsep ECO-Airport. ECO-Airport adalah sebuah inisiatif gerakan dengan pendekatan pengelolaan bandara yang bervisi lingkungan hidup. Tujuannya adalah menciptakan bandara yang sehat dan ramah lingkungan. Beberapa negara telah mengimplementasikan konsep ECO-Airport. Di Indonesia, PT Angkasa Pura II menggunakan prinsip recycle, re-use, dan reduce untuk mengurangi dampak negatif dari semua kegiatan operasional di bandara. Demi menciptakan bandara yang ramah lingkungan. Pembangunan dan pengelolaan Terminal 3 Soekarno-Hatta mengarah pada konsep ECO-Airport. Dapat dilihat dari eksterior Terminal 3 yang didesain lebih hijau dengan pohon-pohon yang ditanam di sekitar Terminal 3. Hal ini dimaksudkan untuk menyerap polutan dan kebisingan suara di bandara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: