Lombok, Siap Menjadi Pintu Kedua Tourism Indonesia


Nama : Aisha Humaira

NIM : 224109143

Kelas : ZU09 S1-MTU

            Lombok, NTB merupakan salah satu kekayaan eksotisme yang dimiliki oleh Indonesia. Banyak turis domestik maupun mancanegara bedatangan untuk berburu keindahannya, termasuk saya. Namun kali ini bukan sisi eksotismenya yang akan saya bahas, melainkan bandara yang berada di Lombok itu sendiri. Baik Bandara Selaprang maupun Bandara Internasional Lombok.

            Saya akan memberi sedikit gambaran di Bandara Selaparang. Berbekal dengan informasi tentang keindahan Lombok, pada tanggal 11-13 Agustus 2011 lalu, saya memutuskan untuk berlibur ke Lombok. Setibanya saya di Bandara Selaparang, saya cukup terheran. Bandara Selaparang hanya memiliki satu runway, yang dimana mengharuskan pesawat harus memutar balik diujung runway agar dapat menuju Apron area. Gedung terminal juga dapat dicapai dengan berjalan kaki sedikit ketika turun dari pesawat. Untuk gedungnya sendiri, saya merasa gedung itu sangat kecil dan tidak dapat menampung orang cukup banyak. Karena saat itu saya datang bersamaan dengan rombongan TKI, sehingga ruangan menjadi penuh sesak. Proses pengambilan bagasi pun cukup lama. Hal ini disebabkan dengan rombongan TKI yang berjejalan di dalam ruangan terminal yang sempit dan mereka saling berebutan untuk mengambil barang mereka. Tak ada satupun orang yang dapat menertibkan suasana saat itu.

            Mengingat Lombok salah satu destinasi favorit turis, menurut saya Bandara Selaparang sudah tidak sesuai dengan banyaknya jumlah penumpang yang datang. Bandara ini berada di tengah-tengah perkampungan penduduk dan dikelilingi sawah-sawah penduduk, sehingga tidak memungkinkan untuk menambah runway alias bandara kekurangan lahan.

            Namun sekarang anda tidak perlu mengalami hal yang saya rasakan saat itu. Karena Bandara Internasional Lombok (BIL) yang terletak di Lombok Tengah akan siap melayani penebangan pada tanggal 1Oktober 2011 mendatang.

            BIL saat ini dilengkapi landasan pacu sepanjang 2.700 meter dan akan dikembangkan menjadi 3.500 meter setelah beroperasi. Karena Angkasa Pura I memiliki lahan baru seluas 537 hektare di kawasan Penunjak, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Dengan konstruksi saat ini, BIL mampu melayani pendaratan pesawat jenis Air Bus, Boeing 737 dan Boeing 747. Diharapkan, keberadaan BIL mampu menyerap 20 juta wisatawan hingga 2014 mendatang.

            Dengan beroperasinya BIL, saya beharap pengalaman saya di Bandara Selaparang tidak terulang kembali dan hal ini semakin menunjukan bahwa Lombok siap menjadi pintu kedua tourism Indonesia setelah Bali. Jadi semangat deh mau jalan-jalan Lombok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: