Delay dalam Penerbangan. Wajarkah ?


NAMA : DWI ARDI PRASTIO

NIM : 224109188

KELAS : D S1-MTU

setelah beberapa bulan menetap di perantauan. Malam ini saya akan terbang dengan Flag Carrier Indonesia. Saya memilih penerbangan malam hari karena saya pikir jika saya memilih penerbangan siang hari, sampai di rumah juga akan malam hari karena Jakarta pada sore hari akan macet. Hehe.

Tiba di bandara 1.25 sebelum flight, setelah memasuki pintu masuk dan di lakukan security check saya segera check-in di counter. Tidak memakan waktu lama check-in saya, karena malam ini suasana bandara sangat sepi. Heran juga kenapa sepi ya? Meminjam tagline salah satu brand rokok, TANYA KENAPA?. Hehe. Saya berputar-putar sejenak di lobi terminal, melihat pernak-pernik yang mungkin bisa di beli, ini merupakan ritual saya di setiap bandara.

Setelah berputar-putar iseng melihat flight information display. Hmm. DELAY ? oh rupanya bukan flight saya yang delay. Bernapas lega. Flight sebelumnya saya terkena delay 1 jam. GA329 19.00 delay ETD 20.00. Wah delay yang cukup lama 1 jam. sedangkan saya flight GA331 ETD 20.00. Berpikir dalam hati, bisa-bisa terbang bareng, sampai bareng juga.

Yang menjadi akar permasalahan dan ingin saya bahas di sini adalah apakah delay dalam setiap penerbangan itu wajar atau tidak. Dalam pandangan sekarang untuk penerbangan domestik di Indonesia delay atau penundaan penerbangan sangatlah sering terjadi dan seperti hal yang biasa. Kenapa? sebagaimana saat ini industri penerbangan sedang mengalami perkembangan pesat, sangat pesat bahkan. Bahkan salah satu maskapai swasta saja bisa menjadi launch customer Boeing 737-900ER dan langsung memesan dalam jumlah yang cukup banyak, 178 unit. Fantastis memang. Dan tidak salah jika saat ini bandara-bandara di Indonesia terlihat sibuk. Bandara Soekarno-Hatta pun saat ini sudah hampir tidak mampu menampung lonjakkan penumpang. Bandara yang hanya di desain untuk menampung 23 juta penumpang pertahunnya saat ini harus di paksakan untuk menampung sekitar 40 juta penumpang pertahunnya, dan angka ini tentu akan meningkat. Berarti ada kemungkinan antrian calon penumpang di gate-gate yang bisa menyebabkan penundaan. Dan yang menyebabkan penundaan terjadi adalah tingkat kepadatan lalu lintas pesawat yang ingin mendarat maupun tinggal landas, seperti di Bandara Soekarno-Hatta terdapat pergerakan sekitar 60 pesawat setiap jamnya di 2 runwaynya. Berarti kurang lebih setiap 2 menit ada pesawat yang keluar masuk bandara ini.

Akan tetapi sering juga penundaan penerbangan terjadi karena maskapai tersebut. Seperti waktu turnarround yang sangat singkat bisa menyebabkan penundaan. Waktu turnarround sering kali di buat singkat oleh pihak maskapai dengan tingkat efisiensi, ya karena dengan di buat singkat waktu turnarround maka pesawat tidak perlu berlama-lama di darat dan bisa untuk segera terbang lagi.

Dengan ini saya merasakan bahwa delay dalam penerbangan adalah hal yang wajar, jika delay itu itu masih dalam toleransi, saya pribadi hanya memberikan toleransi untuk delay itu dengan batasan waktu 45 menit. Jika lebih dari itu sudah tidak wajar, lain cerita jika delay di karenakan faktor cuaca atau faktor teknis pesawat. Karena sebagaimana kita mengetahui pesawat adalah alat transport yang tidak aman, maka faktor cuaca dan teknis menjadi hal utama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: