gara gara ‘gunting’


nama : zulharman zein

NIM : 224109301

kelas : M 09

 

Jadwal penerbangan Lion Air rute Kupang-Jakarta sempat tertunda sekitar 30 menit, pada hari Kamis, 15 September 2011. Penundaan itu lantaran ditemukan gunting dalam koper milik Wali Kota Kupang Daniel Adoe oleh pihak Bandara El Tari, Kupang.

Petugas keamanan Bandara El Tari, Kupang, menemukan gunting dalam koper milik Wali Kota Kupang yang dibawa ajudannya, David Bole. Gunting itu tertangkap x-ray saat masuk ke ruangan keberangkatan bandara tersebut.

Namun ajudan Wali Kota enggan memberikan tas tersebut kepada petugas security bandara untuk diperiksa. Dia berjalan menuju pesawat yang siap berangkat. Adapun Wali Kota Kupang telah berada di dalam pesawat itu.

Sejumlah petugas keamanan mengejar ajudan Wali Kota Kupang itu untuk menahannya agar tidak naik ke pesawat. Namun setelah diikuti, ajudan tersebut malah bersitegang dengan petugas dan mendorong salah seorang petugas.

“Seorang petugas keamanan sempat didorong oleh ajudan Wali Kota sehingga sempat terjadi ketegangan,” kata petugas security Bandara El Tari, Edy Plaikol.

ketegangan berlangsung cukup lama hingga Wali Kota harus turun dari pesawat itu untuk menyelesaikannya. “Saat Wali Kota datang, petugas akhirnya diizinkan untuk membuka tas tersebut dan mengamankan gunting tersebut,”

Akibat kejadian tersebut, pesawat Lion Air pun mengalami penundaan penerbangan sekitar 30 menit dari jadwal yang seharusnya. Wali Kota Kupang berjanji akan menyelesaikan persoalan ini setelah kembali dari Jakarta, besok.

Informasi lain yang diperoleh dari Bandara El Tari, Kupang, menyebutkan koper yang dibawa Wali Kota itu berisi sejumlah uang dengan pecahan Rp 100 ribu, yang ditaksir mencapai Rp 3 miliar lebih. “Koper itu berisi uang dengan pecahan Rp 100 ribuan dan dalam jumlah yang banyak,” kata sumber itu yang meminta namanya untuk tidak ditulis.

Hingga berita ini ditulis, Wali Kota Kupang Daniel Adoe belum dapat dikonfirmasi terkait masalah ini.

Sementara itu, Sekretaris Kota Kupang Habde Adrianus Dami membantah bahwa dalam koper itu terdapat sejumlah uang dengan pecahan Rp 100 ribu yang mencapai Rp 3 miliar. “Tidak ada uang dalam koper itu, hanya berisi pakaian dan perlengkapan lainnya,” katanya.

Dia juga membantah bahwa yang ditemukan security Bandara El Tari, Kupang, dalam koper Wali Kota itu adalah gunting. “Bukan gunting, tapi bros,” katanya.

Walaupun membantah, Habde membenarkan terjadi insiden di Bandara El Tari, Kupang. Hal itu disebabkan Wali Kota terburu-buru naik pesawat ke Jakarta. “Wali Kota takut terlambat pesawat sehingga terburu-buru,” katanya.

wah gara-gara gunting bisa jadi gitu, apalagi senjata tajam atau senjata api. ???🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: