SI “SEPELE” YANG BERKEPENTINGAN !


NAMA     : MONA FATIAH

NIM          : 224109170

KELAS     : ZU 09

Pernahkah anda naik pesawat ? apakah saat naik pesawat banyak hal-hal dan aturan yang anda alami ? dan sampai sekarang anda masih belum paham mengapa itu semua dilakukan dan cara mengatasinya ? seperti harus membuka jendela saat landing dan take off , pramugari yang menawarkan permen untuk anda sebelum take off , dll. Berikut penjelasannya yang mungkin sedang anda cari-cari terhadap hal dan aturan-aturan itu.

Waktu saya pertama kali naik pesawat , pada saat take off , landing maupun pada saat masih di udara sering kali saya mengalami sakit telinga , telinga saya seperti penuh akan udara dan merasa seperti pendengaran berkurang. Langsung saja saya melapor ke ayah saya dan beliau bilang saya harus sering menelan ludah dan menguap, dan benar saja setelah saya melakukannya telinga saya kembali normal. lalu dewasa ini saya mencari tahu dan menemukan artikel yang menjelaskan bahwa keadaan itu disebut OKLUSI TUBA yaitu adanya sumbatan pada saluran tuba yang berada di telinga , saluran tuba itu sendiri adalah salah satu bagian telinga yang dimulai dari telinga tengah dan berakhir di pangkal tenggorokan.

Telinga yang sakit dan kurang mendengar ini akibat adanya perbedaan tekanan pada saat take off dan landing . Dan benar saja ternyata dengan menguap dan menelan ludah ialah solusi yang tepat untuk mengatasi gangguan ini karena akan menyebabkan saluran tuba terbuka dan telinga menjadi normal, dan apakah anda tahu bahwa pemen yang ditawarkan pramugari sesaat sebelum take off ialah salah satu cara untuk mengatasi masalah Oklusi Tuba juga agar kita menelan ludah terus menerus , bisa dilihat ternyata airline tidak hanya memberikan pelayanan yang semata-mata bersifat kenyamanan tapi juga untuk kesehatan.

Pernahkah anda mengalami berada dalam pesawat yang melintasi cuaca yang tidak baik ? pada saat pesawat mengalami hal ini , pilot pasti akan menginformasikan bahwa penumpang harus menegakan sandaran kursi dan tidak beranjak dari bangku penumpang sebelum lampu tanda aman dinyalakan , ini juga beralasan. Pada saat mengalami cuaca buruk , kita harus siap sedia di bangku pesawat dengan menggunakan seat belt yang terikat kencang agar kita siap jika sewaktu-waktu pesawat jatuh dan langsung melakukan tindakan penyelamatan seperti menekuk kepala sampai lutut untuk melindungi diri dari benturan dan memakai pelampung,tindakan ini pasti akan susah dilakukan jika sandaran kursi tidak tegak ,coba bayangkan jika penumpang masih berlalu lalang di cabin ,mungkin saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan penumpang tersebut tidak siap dan tidak dapat menyelamatkan diri.

Selain aturan tidak berkeliaran di cabin saat cuaca tidak baik , ada juga aturan tidak boleh menutup jendela saat take off dan landing, saya pernah mengalami ditegur pramugari saat saya menutup jendela karena silau dan saya menuruti pramugari tersebut dan membuka kembali jendela di samping saya, dan jujur pada saat itu saya agak kesal karena tidak nyaman dengan keadaan matahari yang menyilaukan, tetapi ternyata ada alasan dibalik aturan tersebut yaitu jika suatu saat ada kejadian seperti kebakaran , terlihatnya percikan api , penumpang dapat menginformasikan kepada awak pesawat dan langsung waspada lalu melakukan tindakan penyelamatan, memang kemungkinan ini sangat kecil sekali karena pasti perusahaan penerbangan selalu mengecek keadaan pesawat namun tidak menjamin akan ketidadaan human error,maka tidak ada salahnya kita sabagai penumpang mencegah hal-hal buruk terjadi dan membantu menjadi informan ketika ada sesuatu hal yang janggal terjadi pada saat penerbangan.

Hal hal di atas sebenarnya sangat mudah untuk kita lakukan tapi terkadang penumpang masih banyak yang “bandel” dan tidak mengindahkan peraturan tersebut , mereka tetap memundurkan sandaran kursi , menutup jendela dan tidak mengenakan seat belt. Menurut saya pemerintah dan perusahaan sebaiknya melakukan penyuluhan akan penjelasan kenapa aturan-aturan tersebut harus dipatuhi , mungkin selama ini para penumpang merasa tindakaannya tidak dapat membahayakan dan merugikan orang lain , tapi sudah saatnya kita mencegah itu semua terjadi dan menjadikan penumpang yang taat aturan dan paham akan landasan peraturan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: