Kru Band VS Karyawan Airline


Nama: Ibnu Pratama

Nim: 224109180

Kelas: MTU D

Catatan buruk dunia penerbangan Indonesia semakin bertambah setelah sejumlah kru band Repvblik mengaku dikeroyok oleh karyawan maskapai penerbangan Lion Air. Para kru tersebut dikeroyok di dalam kawasan bandara Fatmawati, Bengkulu, sabtu (2/8). Insiden tersebut terjadi tepat di bawah badan pesawat Lion Air. Ketika itu Repvblik baru saja manggung di kawasan Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Rombongan berniat kembali ke Jakarta dengan menumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 637. Menurut Chanafi Pane, manajer band Repvblik, kejadian bermula ketika terjadi salah paham saat penimbangan bagasi. Sejumlah kru ditegur oleh karyawan Lion Air karena dianggap terlalu kasar ketika meletakkan sejumlah barang di atas timbangan. Kru yang ditegur pun merasa kalau mereka sudah tepat meletakkan barang itu.

Menurut Chanafi, salah seorang karyawan Lion Air sempat mendorong kru Repvblik yang bernama Dani karena dianggap tidak mengindahkan teguran. Dani pun meresponnya dengan sikap membela diri sehingga di antara keduanya pun terjadi adu mulut.

Dani dan karyawan tersebut dipisahkan oleh kru Repvblik yang lain. Salah seorang kru Repvblik pun yang bernama Wira sempat meminta maaf kepada karyawan Lion Air tersebut. Namun ketegangan tidak berhenti hingga di situ. Sesaat sebelum naik ke pesawat, Dani yang berjalan di urutan terakhir rombongan sempat ditarik oleh karyawan Lion Air yang menganggap permasalahan keduanya belum usai. Keduanya pun kembali adu mulut hingga vokalis band, Ruri, turut melerai. Namun tiba-tiba, masih menurut Chanafi, ada salah seorang karyawan Lion Air yang memukul Dani. Aksi pemukulan itu pun akhirnya diikuti oleh karyawan Lion Air lainnya. “Pelaku kurang lebih ada sembilan hingga sepuluh orang,” jelas kuasa hukum band Repvblik, Ferry Amahorseya, ketika menggelar jumpa pers bersama para personel band dan para sejumlah kru di restoran Just Steak, Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/9). Menurut Ferry ada tiga kru yang luka-luka karena insiden tersebut. Pihak Repvblik pun sudah melayangkan somasi kepada manajamen Lion Air 1 September 2008 untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawabannya terkait insiden tersebut.

Bukan hanya karyawan maskapai Lion Air yang dituding Repvblik melakukan tindakan tidak profesional. Pihak manajemen bandara Fatmawati Bengkulu pun dituduh membiarkan pengeroyokan tersebut. “Security bandara bukannya melerai kejadian tersebut, tetapi malah menjaga rombongan kami sehingga mereka bebas memukuli teman-teman kami,” pungkas Chanafi.

Sangat disayangkan dengan perlakuan karyawan Lion Air seperti ini. Seharusnya sebagai karyawan perusahaan Airline harus melayani passanger dengan penuh kesabaran dan profesional, agar pasangger merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaa jasa seperti Airline ini dan tidak ada permasalahan yang sepele seperti ini. Ckckck.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: