Pan Am : The Risen and The Fallen


NAMA             : DEA RIVAI PUTRA

NIM                 : 2241 09 324

KELAS           : ZU09

Salah satu film yang sedikit berhubungan dengan dunia penerbangan adalah Catch Me If You Can.

Diangkat dari kisah nyata seorang Frank Abagnale Jr, tentang bagaimana dia berhasil mencuri uang dalam jumlah besar, dengan cara pemalsuan identitas dan lain lain. Kisah ini juga masuk history dari sebuah maskapai penerbangan besar pada masanya saat itu.

Walaupun film komedi dan plot utamanya bukan tentang maskapai penerbangan, tapi film ini berhasil menambah wawasan saya. Setidaknya setelah nonton film besutan Steven Spielberg ini, telinga saya jadi sudah tidak asing lagi dengan 1 nama, Pan Am.

Apa sih Pan Am itu?

Pan Am, atau lengkap nya Pan American Wolrd Airways adalah maskapai penerbangan komersil ternama didunia yang mulai beroperasi tahun 1930an, dan tutup usia sekitar tahun 1991.

Pan Am sendiri sudah aktif memulai penerbangan nya pada tahun 1927, tapi pada saat itu mereka masih melayani pengiriman surat saja. Pesawat yang digunakannya adalah Boeing 314 dan Boeing 307 stratoliner. Tanpa disangka, tahun 1930 sampai 1940an mereka berkembang pesat, baik dari segi armada maupun rute. Jaringan rute-rutenya saat itu sudah mencapai Amerika Selatan, Eropa, dan Asia. Selepas perang dunia kedua, mereka mulai serius melayani penerbangan penumpang.

Sempat berganti nama dari Pan American Airways, Inc menjadi Pan American World Airways, Inc pada tahun 1950, tidak membuat Pan Am turun pasar. Malah pergantian nama tersebut jadi awal kesuksesan Pan Am. Tahun 1960an mereka membeli pesawat jet pertama mereka, Boeing 707 dan Douglas DC-8. Lalu puncaknya, tahun 1970an, mereka membuka penerbangan ke seluruh dunia, dan mengganti beberapa armada usang mereka menjadi lebih canggih dan modern.

Tapi sehebat dan secanggih apapun, ternyata Pan Am ada kelemahannya juga. Sebenarnya bukan kelemahan, melaikan kelalaian. Tahun 1963, seorang anak laki-laki usia 16 tahun berhasil menyamar menjadi pilot gadungan (sebagai Co-Pilot), dengan memalsukan semua identitas nya. Dia benar benar seorang impersonator yang handal, tanpa cela. Dia juga memalsukan nominal uang dalam cek gaji nya, hingga akhirnya dia berhasil mencuri  $ 2.8 Juta. Angka yang tidak sedikit mengingat siapa yang melakukannya, seorang bocah laki laki berumur 16 tahun! Lagi lagi saya tekankan disini, seorang bocah laki laki, yang artinya dia bocah laki laki, dan dia bekerja sendiri! Wow.

Inilah foto asli si pelaku, Frank Abagnale Jr. Di sebelah kanan adalah foto Leonardo DiCaprio yang memerankan tokoh impostor itu.

Tapi bagi maskapai sebesar Pan Am, tentu itu bukan ancaman serius bagi usaha mereka. It’s just the beginning. Krisis minyak tahun 1973 lah yang sangat mempengaruhi maskapai ini secara keseluruhan. Kondisi ini diperparah dengan penurunan jumlah penumpang dan margin keuntungan, terutama disebabkan oleh peraturan pemerintah yang juga memberikan hak rute kepada maskapai lain, seperti Kasus Rute Transpasifik, menyebabkan kelebihan penawaran. Ditambah mahalnya biaya mendarat di beberapa Airport membuat karyawan Pan Am gerah. Merger pun sempat dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisasi biaya dan menambah modal, tapi itu malah memperburuk keadaan. Performa keamanan dan keselamatan pun semakin memburuk, membuat semuanya menumpuk jadi satu. Sehingga pada tanggal 4 Desember 1991, Pan Am akhirnya berhenti beroperasi.

Nah, ternyata ada manfaat positif kan dari menonton film? Entah itu film dokumenter, komedi ataupun horor, semua pasti punya makna. Walaupun mungkin letak dan porsinya sangat kecil. Awalnya saya juga “buta” akan nama yang satu ini. Tapi setelah nonton film ini, saya jadi penasaran ingin tau lebih banyak tentang Pan Am. Maka setelah cari informasi sana sini, jadilah tulisan yang kalian baca sekarang ini J

Tidak sama seperti Pan Am yang lalai akan hal “kecil” sehingga mereka loss $3 million akibat sabotase cek, saya yang memaksimalkan isi dari film itu sehingga menjadi pengetahuan baru buat kita semua hanya ingin menyampaikan satu hal: Recognize small things. They usually mean the most.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: