PILOT MOLOR 1,5 JAM. 158 NYAWA MELAYANG !!


NAMA : DIARSYSRI RAINY AKBAR TAWAKAL

NIM : 224109207

KELAS : ZU 2009

Sungguh ironis dan tidak masuk akal memang, bagaimana bisa seorang pilot tertidur dalam penerbangan sehingga menyebabkan 158 nyawa tak berdosa tewas. Tapi itulah peristiwa na’as yang menimpa pesawat Boeing 737-800 Air India Express yang mengangkut 160 penumpang dan 6 awak dalam penerbangan dari Dubai ke Mangalore, India. Peristiwa tersebut tepatnya terjadi pada tanggal 22 Mei 2010, jam 06.30 pagi waktu setempat.

Berdasarkan beberapa sumber yang telah saya dapatkan inilah kronologis kecelakaan tersebut:

Bandara Mangalore terbilang sebagai bandar udara yang cukup berbahaya karena letaknya di kawasan perbukitan dan dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun. Diduga, saat melakukan pendaratan, pesawat terlalu menukik. dan berbenturan dengan landasan pacu, sementara pesawat masih melaju dengan kecepatan tinggi, tak dapat dihindari pesawat pun menabrak pagar pembatas Bandara sehingga keluar dari landasan dan langsung menerobos kawasan hutan diujung landasan, kemudian berhenti, seketika pesawat terbelah dua dan terbakar. Sekitar 159 orang tewas dan 7 orang selamat luka-luka berat. Pada awalnya kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat cuaca yang buruk. Karena Saat pesawat akan mendarat, hujan lebat turun dan kabut menyelimuti Bandara Mangalore. Saat black box pesawat ditemukan,dilakukanlah penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui kebenaran penyebab terjadinya insiden na’as tersebut. Sungguh sangat mengejutkan hasil laporan penyelidikan menyatakan bahwa insiden kecelakaan tersebut murni kesalahan pilot. Pilot yang memimpin penerbangan IX812 tersebut merupakan polit kelahiran Serbia yang bernama Zlatko Gluscia. Pilot tertidur dan mengabaikan peringatan yang diberikan oleh kopilotnya. Inilah isi laporan penyelidikannya:

Pilot tertidur lebih dari satu setengah jam dalam penerbangan selama tiga jam itu dari Dubai ke India. Kemudian pilot mengalami disorientasi saat pesawat mulai turun untuk melakukan pendaratan. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan analisa rekaman suara di kokpit dan rekaman data digital penerbangan. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara tenang, tarikan nafas berat, dan dengkuran seseorang. Rekaman suara juga memperdengarkan peringatan yang disampaikan oleh kopilot, HA Ahluwalia bahwa ruang untuk pesawat mendarat tidak cukup. Kopilot meminta pendaratan dibatalkan dan pesawat pun dibawa berputar di angkasa terlebih dahulu. Laporan tersebut juga menyatakan bahwa, pesawat melebihi jarak 1.500 meter dari landasan sepanjang 2.400 meter untuk mendarat. Kesimpulannya adalah pilot bereaksi lambat dan tak mengikuti prosedur standar yang berlaku.

Laporan ini menambah kekhawatiran di seluruh dunia tentang bahaya pilot yang kelelahan bekerja akibat jadwal kerja yang padat dan berat. Dan menjadi peringatan untuk setiap maskapai bahwa pentingnya kondisi fisik dan kesehatan seorang pilot, maskapai penerbangan pun diminta untuk tidak memaksa pilotnya bekerja dengan jadwal kerja padat.  karena bagaimanapun keselamatanlah yang terpenting.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: