Asap Rokok Memenuhi Terminal 2 SOETA


Nama   : Arief Maulana Tawakal

NIM     : 224106224

Kelas   : S1 MTU D

Di dalam gedung dengan seenaknya perokok menebarkan asap mautnya ke manusia sehat lainnya.

Meski ruang tunggu di Bandara Soeta tersebut masih ada pintu terbuka tetapi tetap saja masih di dalam gedung dan asapnya memenuhi ruangan yang hampir 80 persen tertutup rapat. Uniknya di dalam arena tersebut ditulis papan area merokok, tanpa ada kamar kaca penutup. Area tersebut ditemukan di tempat kedatangan terminal 2 Soeta di ruang lebih dalam lagi dari teras depan ruang tunggu atau sejajar dengan ruang tunggu ber ac. Di setiap ujung ruangan terdapat 2 tanda area merokok. Setiap orang yang melewati ruangan itu, merasakan asap rokok masih kuat menusuk hidung. Karena, setiap waktu kurang lebih ada sekitar 20-an orang perokok tanpa peduli menebar asap mautnya ke setiap orang yang lalu lalang di ruangan itu.

Sedangkan tempat teras lebih luarpun sebenarnya masih termasuk area dalam gedung juga banyak terdapat area merokok. Meski masih kontroversi sebenarnya teras gedung ruang tunggu tersebut dianggap luar gedung sehingga masih ada saja area merokoknya.

Sebaiknya Pemprov DKI harus segera berani mengambil tindakan tegas pada kasus-kasus seperti ini. Apalagi Bandara Soeta adalah sebagai ruang tamu negeri ini, maka pelanggaran aturan itu tidak boleh lagi ditoleransi.

Para perokok seharusnya tidak boleh lagi diberi kesempatan untuk seenaknya memberikan racun asap rokok terhadap orang sehat di sekitarnya. Apakah mereka tidak sadar bahwa perokok pasif mempunyai dampak kesehatan yang bahayanya lebih besar daripada perokok aktif. Apakah perokok tidak tahu bahwa asap rokoknya dapat membuat orang bukan perokok di sekitarnya berdampak kanker, impotensi, penyakit jantung, asma, gangguan janin, kebutaan, dan berbagai gangguan lain yang meyeramkan. Kalau memang perokok sudah tidak peduli dengan kesehatannya, jangan melibatkan orang lain di sekitarnya jadi korban bahaya rokok. Bila perokok sudah tidak bisa disadarkan lagi, jangan menularkan bahaya rokok ke orang di sekitarnya yang ikut menghisap asap racun itu.

Sebaiknya pengelola Bandara Soetta menyediakan tempat merokok di area parkir. Sehingga asap jahat rokok bisa bersaing dengan jahatnya asap knalpot kendaraan untuk dibuang jauh ke udara.
Pengelola Bandara sebailnya jangan hanya melindungi segelintir kaum perokok, tetapi mengorbankan masyarakat yang peduli kesehatan khususnya ibu hamil dan anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: