BERSENGGOLAN DI APRON


NAMA     :  FAUZIAH MAULIDA

NIM          :  2241.09.149

KELAS     : S1-MTU (D)

Sebuah maskapai penerbangan yang  berturut-turut dua pesawatnya mengalami kecelakaan yakni terjadinya insiden kecelakaan yaitu bersenggolan dengan sebuah maskapai penerbagan yang sama sehingga mengakibatkan robeknya sayap dan mengalami kerusakan yang cukup parah karena tergelincirnya pesawat di suatu bandara.

Insiden yang terjadi itu berada di suatu apron  bandara internasional,yang menimpa suatu pesawat boeing  yaitu mengenai satu sayap pesawat yang terkena lalu mengalami kerusakan yang sangat fatal lalu pesawat tersebut tidak dapat dipergunakan untuk penerbangan yang sudah di jadwalkan seharusnya maka dari itu pihak maskapai penerbangan meminta maaf atas peristiwa yang terjadi hingga yang seharusnya para penumpang ingin menggunakan pesawat terganggu oleh adanya sebuah insiden yang tidak diduga sebelumnya. Untuk menyingkirkan pesawat yang mengalami kecelakaan kecil tersebut pihak bandara menggunakan alat yaitu untuk mundur didorong dengan menggunakan push back car.

Kedua pesawat yang mengalami insiden kecelakaan ini ternyata masih memiliki satu keterkaitan untungnya kedua pesawat tersebut langsung ditangani oleh pihak tekhnisi yang dapat menyelidiki kerusakaan apa yang terjadi dan seberapa besarnya pesawat mengalami goresan pada sayap pada sisi kanan dan sisi kiri pesawat,namun tidak berlangsung lama pesawat yang mengalami kecelakaan kecil tersebut dibawa ke hanggar tempat dimana pesawat apabila terjadi suatu insiden dapat dmelakukan penerbangan perbaiki dengan waktu yang cukup agak lama karena salah satu pesawat yang bersenggolan itu adalah pesawat yang tergelincir di salah satu daerah yaitu Pekan baru. Dan pesawat tersebut telah dilakukan pengecekan secara teliti oleh pihak KNKT.

Pesawat yang akan diperbolehkan untuk terbang yaitu sudah melewati tahap pemeriksaan oleh pihak-pihak berwenang yang menangani seberapa layakkah sebuah pesawat diperbolehkan untuk  di perbolehkan melakukan penerbangan secara terkendali.sebelumnya, pesawat ini tidak boleh terbang dulu selama pemeriksaan.
Insiden ini terjadi bukan karena salah pilot, melainkan kelalaian operator mobil penarik atau yang disebut Ground Support Equipment (GSE). Lisensi operator mobil penarik itu sudah diskorsing sementara dan tahap berikutnya diperiksa Ditkuppu (Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara).lebih jelasnya operator GSA license-nya dicabut sementara.

Di apron maupun taxy way, semua sudah jelas markanya untuk pergerakan pesawat. Selain marka ada Aircraft Movement Controller (AMC), unit yang mengatur pergerakan pesawat.
GSE ini kemudian melihat marka yang ada di apron, mengatur jarak antar pesawat, dan juga mengatur jarak dengan lingkungan di apron dan taxy way. Kalau mengikuti marka pastinya sudah sesuai dengan kondisi dan tidak akan terjadi (insiden).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: