Lion Air Gagal Take Off Dua Kali


Nama : Pebrianto Nugroho

NIM : 224109147

Kelas : D

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan LNI 675 dari Tarakan dengan tujuan Balikpapan, hampir saja tidak jadi terbang setelah membatalkan take off dua kali di Bandara Juwata Tarakan. Pesawat dengan Pilot Kapten Yuris Patria yang mengangkut 188 orang dan enam balita ini molor 6 jam yang seharusnya berangkat pukul 12.45 Wita tertunda hingga pukul 18.00 Wita. Pelaksana Harian Kepala Bandara Juwata Tarakan Joni M Rikani mengatakan, pesawat yang awalnya sudah berjalan di setengah runway untuk bersiap-siap take off ini mengalami kerusakan lampu auto spead break sehingga harus kembali lagi ke apron untuk diperbaiki.

“Pesawat diperbaiki sekitar setengah jam, jadi penumpang diturunkan dan diminta untuk menunggu selesai perbaikan di ruang tunggu bandara. Tetapi ternyata setelah diperbaiki kerusakan masih kembali lagi.

Padahal penumpang sudah diminta untuk naik dan pesawat pun sudah bersiap-siap akan take up start di ujung landasan. Akibatnya, tidak hanya penumpang yang diturunkan tetapi juga semua bagasi milik penumpang diturunkan untuk mengantisipasi pesawat batal terbang dan ditunda hingga keesokan harinya.

“Teknisi dan pilot beserta pihak bandara akhirnya memutuskan pesawat diterbangkan jam 6 sore, setelah diyakini kerusakan sudah dapat diperbaiki dan teratasi. Jadi keselamatan penumpang tetap akan terjamin selama penerbangan ke Balikpapan.

Tetapi ternyata sebagian besar penumpang memilih untuk membatalkan penerbangan dan menunggu penerbangan selanjutnya. “Semua kita kembalikan kepada penumpang apakah akan tetap mengikuti penerbangan ini atau tidak, pihak Lion Air juga sudah kita minta untuk bertanggungjawab dengan mengembalikan uang penumpang jika ada yang membatalkan atau menyediakan seat baru untuk penerbangan Lion Air besok.

Sementara itu salah satu penumpang M Arifin mengaku kecewa dengan pihak Lion Air yang ternyata tidak memberitahukan ada kerusakan sebelumnya. Sedangkan saat pesawat tiba-tiba kembali, penumpang hanya diminta untuk turun dan menunggu kembali.

“Kita hanya diminta untuk turun saja, lalu naik lagi setelah itu ini disuruh nunggu lagi, ini sudah sampai 3 jam lebih. Kita bahkan tidak dikasih makan atau minum. Kami sempat panik tadi,” ujar M. Arifin yang membawa serta anaknya berumur dua tahun.

Sama halnya dengan Luther Palongan salah satu Dosen Universitas Borneo ini mengaku kecewa dengan pihak Lion Air. Pasalnya, saat ditanyakan ada apa sehingga menunda penerbangan, pihak Lion Air hanya menjawab ada perbaikan sebentar saja.

“Kalau disuruh menunggu selama ini, bagus saya naik penerbangan yang lain. Tapi ini sudah menunggu lama sampai penerbangan pesawat terakhir belum juga berangkat. Malah kita tidak dikasih makan sama minum lagi,” kata Luther yang akhirnya membatalkan penerbangan menggunakan Lion Air. Sementara itu, pihak Maskapai Penerbangan Lion Air menolak untuk memberikan konfirmasi terkait batalnya penerbangan. “Maaf kami tidak memiliki wewenang untuk menjawab atau memberikan keterangan,”ujar Iwan, salah satu karyawan Lion Air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: