Permasalahan Pemukiman di Sekitar Kawasan Bandara Soekarno-Hatta


Nama : Dendy Febriansyah
Nim : 224109171
Kelas : S1 MTU D 09

Bandara Soekarno-Hatta terletak 20km barat Jakarta. Soekarno-Hatta memiliki luas 18 km², memiliki dua landasan paralel yang dipisahkan oleh dua taxiway sepanjang 2,400 m. Disekitar bandara Soekarno Hatta terdapat pemukiman warga dan pabrik. Pemukimannya pun dari yang kelas menengah kebawah hingga pemukiman elite.
Disekitar bandara, terdapat sebuah kampung kecil yang bernama kampung sukatani yang hanya dipisahkan oleh pagar bandara soekarno hatta. Untukn menuju Sukatani bisa ditempuh melalui Jl Baru yang menghubungkan Jl Sudirman-Jl Selapajang, Kotamadya Tangerang. Dari ruas jalan itu, untuk bisa sampai Sukatani hanya ada satu ruas jalan, yakni melalui jalan tanah berbatu ke arah utara. Mereka telah hidup turun temurun disana. Dulu banyak lahan untuk persawahan. Mereka dulu hidup bergantung pada sawah disana. Namun lama kelamaan lahannya dibebaskan untuk keperluan pembangunan bandara soekarno hatta. Kini mereka beralih menjadi buruh kasar. Hanya beberapa diantara mereka saja yang bekerja di bandara soekarno hatta. Itu pun hanya sebagai pekerja kecil. Tidak hanya penduduk dikampung sukatani. Termasuk warga keturunan Tionghoa yang juga telah bertempat tinggal di situ
turun-temurun. Mereka lebih dikenal dengan sebutan Cina Benteng. Mereka juga merasakan hal yang sama
Masih ingat banjir yang selalu melanda akses menuju bandara soekarno hatta? Setelah banjir, jalanan itu selalu ditinggikan. Sehingga tanahnya akan selalu turun beberapa centimeter karna beban dari jalanan tersebut. Dan imbasnya adalah terjadinya banjir di pemukiman penduduk sekitar bandara Soekarno hatta.
Bahkan kampung kapuk pun yang sudah sejak tahun 1960 terapung. Yang kini lebih sering dikenal sebagai kampung apung. Karna selalu terapung. Itu juga terjadi akibat penurunan permukaan tanah.
Mengenai pembangunan rumah pompa yang pernah dijanjikan oleh Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat. Rudi membenarkan adanya pemberitahuan tersebut. Hanya saja, hingga kini pembangunan pompa tersebut belum terwujud. “Memang sudah dijanjikan, tapi belum dibangun sampai sekarang.” kata Rudi, ketua RT di kampung apung.
Entah kapan pemerintah akan mengurus masyarakat dipinggiran bandara soekarno hatta yang selama ini hanya mengharapkan perhatian dan bantuan untuk hidup lebih baik. Seperti orang-orang yang berlalu lalang disekitar mereka untuk pergi berbisnis atau sekedar berlibur. Tidak seperti mereka yang hanya terkena imbas dari pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: