Lion Air Kembali Telantarkan Penumpang


Lion Air Kembali Telantarkan Penumpang

Nama : Astari Dian Pratami

NIM : 224109072

Kelas : S-1 MTU D

TANGERANG, KOMPAS.com — Pihak maskapai penerbangan Lion Air kembali menelantarkan penumpangnya, Minggu (5/6/2011). Jika Minggu dini hari menimpa penumpang JT 770 rute Jakarta-Manado di Bandara Hasanuddin, Makasar, Minggu malam ini penelantaran terjadi di Terminal 1 A Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ratusan penumpang tujuan Jakarta-Bali, Jakarta-Palu, dan Jakarta-Makassar marah-marah sebagai komplain atas buruknya pelayanan maskapai tersebut.

Selain tidak ada kepastian jadwal penerbangan setelah mengalami penundaan jam keberangkatan, penumpang tidak mendapat pelayanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Penerbangan.

Jangankan mendapat penginapan bagi mereka yang penerbangannya ditunda lebih dari 3 jam, makanan minuman dan penggantian penerbangan pun tidak diberikan.

Akibatnya, mereka protes ke loket Lion Air di lantai 1 Terminal 1A. Sayangnya, semua petinggi dan karyawan di loket itu tidak ada. “Mana tanggung jawab Lion Air? Masa kami dibiarkan telantar seperti ini?” kata Ria (39), penumpang tujuan Bali.

Penumpang lainnya, Aksan, menyatakan bahwa petugas dan perusahaan penerbangan itu pengecut. “Giliran penumpang terlambat sedikit saja, tak ada kompromi. Kalau tidak didenda, kami disuruh beli tiket baru lagi. Giliran mereka yang buat salah, kami ditelantarkan dan petugasnya malah menghilang. Ini keterlaluan,” kata Salim Mamma kepada Kompas.com melalui saluran telepon seluler pada Minggu malam.

Ria marah-marah karena sesuai jadwal ia harus berangkat ke Bali pukul 17.00. Akan tetapi, sampai pukul 21.30, pesawat yang akan ditumpanginya belum juga berangkat.

Hal senada dikatakan Salim. “Apa penyebab penundaan penerbangan dan sampai kapan harus menunggu, kami tidak diberi informasi secara jelas,” papar Salim yang seharusnya berangkat ke Makassar pukul 22.00.

Sementara itu, Edi selaku petugas OIC Bandara Internasional Soekarno-Hatta membenarkan adanya penundaan jadwal penerbangan sehingga mengakibatkan penumpang marah-marah.

“Penumpang kesulitan mencari bos Lion Air dan karyawan karena sudah menghilang. Makanya, kami sudah berulang kali memanggil pejabat Lion Air untuk melayani penumpang, tetapi mereka tidak muncul-muncul juga. Mereka menghilang entah ke mana,” ungkap Edi.

Menurut Edi, laporan yang masuk ke OIC penerbangan yang tertunda adalah JT-720 tujuan Palu. “Namun, saya belum tahu pasti jam berapa pesawat ini akan berangkat. Belum ada laporan,” ungkap Edi.

Seharusnya maskapai penerbangan lion air bertanggung jawab atas keterlambatan atau delaynya pesawat bukan malah membiarkan para penumpang menunggu tidak adanya kabar atas keterlambatan pesawat dan memberikan alasan atas keterlambatan pesawat kepada para penumpang. Hal ini dapat memberikan citra yang buruk di mata para penumpang bahkan di mata masyarakat sekalipun. Ini harus diperhatikan dan menjadi pembelajaran bagi maskapai penerbangan lion air agar tidak terjadi kesalahan seperti ini lagi dan harus lebih diperhatikan lagi sistematis & operasionalnya agar tidak terjadi miss communication.

Agar tidak terjadi masalah seperti ini lagi untuk para maskapai penerbangan di Indonesia terutama lebih diperhatikan dan di benahi lagi masalah sistematis & operasionalnya yang terdapat di setiap maskapai dan bertanggung jawab apabila nantinya terjadi keterlambatan atau delay sesuai dengan prosedur yang ada.

http://megapolitan.kompas.com/read/2…rkan.Penumpang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: