Pelayanan untuk penyandang cacat , lanjut usia, anak-anak dan orang sakit


 

Nama               : eigya zahra

NIM                : 224108095

Kelas               : Y

 

 

Pelayanan untuk penyandang cacat , lanjut usia, anak-anak dan orang sakit

Pada umumnya jumlah angkatan udara niaga dalam angkutan udar berupa : jumlah penumpang dewasa, penumpang anak usia 2-12 tahun dan penumpang bayi usia sampai dengan 2 tahun. Penumpang yang tidak memerluakn pelayanan khusus : penumpang halangan dalam pengawasan dan penumpang khusus. beberapa penumpang yang berhak memperoleh pelayana  berupa perlakuan dan fasilitas khusus adalah penyandang cacat lanjut usia,anak di bawah 12 tahun,orang sakit.penanganan penumpang gangguan jiwa harus mendampingi orang yang bertanggung jawab dan mampu mengatasi gangguan kejiwaan penumpang.wanita hamil dengan usia kehamilan 7 bulan di sertai surat keterangan dokter orang sakit dan anak di bawah umur 8 tahun harus di damping oleh orang yang bertanggung jawab.

Setiap penumpang  mmpunyai hak untuk mendapatkan fasilitas –fasilitas  yang sebgaimana mestinya di dapatkan oleh penumpang tersebut, misalnya seperti  memberikan  tambahan tempat duduk, memberikan fasilitas untuk penyandang cacat ,orang sakit, dan anak-anak, dan fasilitas itu semua tidak dipungut biaya sedikitpun. Contohnya Garuda indonesia menyediakan dokter di dalam pesawat, dan melayani anak kecil yang akan naik pesawat tanpa di damping oleh orang tuanya, memberikan fasilitas seperti tangga khusus untuk penyandang cacat dan orang yang sakit. bagi semua penumpang terutama penyandang cacat dan anak kecil berhak mendapatkan fasilitas itu semua tanpa terkecuali, ada kasus seperti Kasus yang terjadi beberapa waktu lalu tentang ditolaknya penumpang tuna netra dalam sebuah angkutan udara niaga nasional menunjukkan betapa kesepakatan (hak dan kewajiban) antara penyedia jasa angkutan udara niaga dengan pengguna jasa belum dapat terpenuhi. Dari kejadian itu perusahaan penerbangan harus mendapatkan persetujuan dari penumpang

Sebagai contoh bagi pengguna jasa angkutan udara niaga di Amerika (dalam status tuna netra) yang bepergian sendiri (tanpa pengawal orang lain) dapat didampingi oleh anjing pengawal yang akan duduk didekat kaki penumpang, di Indonesia kasus sebagaimana di Amerika tersebut tidak dapat dilaksanakan sehubungan dengan adanya ketentuan ”no animal in cabin”,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: