Apakah Kecelakaan yang Terjadi Pada Maskapai Penerbangan LCC Dikarenakan Perawatan Pesawat yang Tidak Memenuhi Standard ?


Nama             : Nadya Sartika

NIM                 : 224109183

KELAS           : ZU 09

Kecelakaan pada pesawat terbang selalu menjadi pusat perhatian media. Mulai dari kecelakaan kecil yang tidak memakan korban hingga kecelakaan besar yang memakan banyak korban. Dalam liputan media dan juga dunia penerbangan sering dihubungkan antara perawatan pesawat dengan kecelakaan pesawat. Adapun beberapa waktu belakangan ini lebih sering terjadi kecelakaan pesawat pada masakapai yang berkonsep LCC (Low Cost Carrier).

Hal tersebut yang melatarbelakangi wawancara yang saya lakukan dengan Technical Support Manager and Business Development dari Trigana Air Service, Zulkifli Elias Dolot.

Menurut Bapak Zulkifli hal tersebut tidaklah mutlak benar jika kita beranggapan bahwa maskapai yang berkonsep LCC tidak memenuhi standard perawatan pesawat. Perawatan pesawat sudah mempunyai aturan baku dari manufacture sebagai standard minimum perawatan dan setiap operator mengembangkan Maintenance Program yang disesuaikan dengan kondisi operasi dan environtment yang ada secara continue dan dikendalikan oleh pihak authority (DGCA) dengan dilakukan audit berkala. Adapun konsep LCC bukan semata menekan biaya perawatan (Cost of Maintenance) tetapi yang dilakukan adalah efisiensi dalam hal : Size of Management Organization, Service, Reability Program dan Fleet Management.

Dan perlu juga kita ketahui tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal perawatan (maintenance instead of quality) antara maskapai yang berkonsep LCC dengan maskapai yang berkonsep non-LCC. Karena dibawah peraturan syarat standard perawatan (regulation requirements standard maintenance), perawatan pada semua maskapai harus sesuai dengan maintenance program yang disetujui oleh DGCA.

Accident ataupun incident terjadi tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi juga oleh faktor lainnya yang saling berkesinambungan. Faktor tersebut antara lain adalah human factor, standard and procedure maintenance, organization, design of manufacture dan environtment (cuaca dan juga kondisi bandara).

Sekarang dapat kita ketahui bahwa perawatan pesawat selalu diawasi dan harus sesuai dengan persyaratan dari DGCA (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara) dan standard perawatan pesawat tidak dibedakan antara maspakai berkonsep LCC dan maskapai non LCC.  Sehingga semua maskapai penerbangan merawat pesawatnya dengan cara yang sama untuk memenuhi standar perawatan pesawat. Jika akhir-akhir ini kita masih mendengar berita yang menyatakan bahwa pesawat tersebut sudah tua dan perawatannya yang tidak memenuhi standard, hal tersebut merupakan kesalahan dari pihak maskapai dan juga pihak DGCA karena tidak  merealisasikan peraturan yang telah dibuat secara maksimal dan juga kurang dalam pengawasan dan kurang tegas dalam pemberian sanksi ataupun hukuman pada maskapai yang masih “bandel”. Sehingga DGCA pun sering kecolongan bahwa masih ada maskapai yang mengakali perawatan pesawatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: