Apakah Benar Pada Saat Proses Penimbangan Bagasi Di Bandara Ada Pungutan Liar???


Nama     : Arief Maulana Tawakal

NIM        : 224106224

Kelas      : S1 MTU D

Pada tulisan saya yang ketiga ini saya ingin memberikan sedikit informasi yang saya dapatkan dari pengalaman tante saya yang melakukan penerbangan dari Jakarta menuju ke Makassar.

Awalnya saya ingin menjawab pertanyaan dari judul yang saya tulis diatas yaitu Apakah Benar Pada Saat Proses Penimbangan Bagasi Di Bandara Ada Pungutan Liar? Saya akan menjawab Benar. Alasannya akan saya jelaskan melalui cerita dari pengalaman tante saya tersebut.

Jadi awalnya tante saya merencanakan perjalan ke pare-pare untuk menemui anaknya dengan menggunakan moda transportasi udara, dan maskapai yang tante saya percaya adalah maskapai “X” kenapa saya tidak menyebutkan langsung maskapai yang dipercaya oleh tante saya tersebut, karena saya tidak berniat untuk menjadi seperti Prita Mulyasari yang kasusnya hanya gara-gara ingin share tentang pelayanan sebuah rumah sakit ternama akhirnya malah di penjara. Jadi mohon maaf saya hanya menyebut maskapai tersebut disini sebagai maskapai “X”. Setelah merencanakan penerbangan beliau membeli tiket penerbangan dari Jakarta menuju Makassar, kenapa harus ke Makassar terlebih dahulu karena untuk menuju Pare-Pare dengan menggunakan transportasi udara tidak bisa langsung menuju Pare-Pare sebab di Pare-Pare tidak ada Bandara, jadi harus ke Makassar dahulu baru pergi ke Pare-Pare menggunakan moda transportasi darat. Setelah membeli tiket esoknya tante saya berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta, dan beliau masuk ke terminal melewati walksthrough dan menuju chek-in counter untuk melakukan proses check-in, pemerikasaan dokumen perjalanan, boarding pass, dan proses penimbangan bagasi.

Yang akan saya fokuskan dalam bagian proses Pre Flight Service tersebut adalah dalam proses penimbangan bagasi. Jadi tante saya pergi ke Pare-Pare hanya membawa satu koper yang beratnya hanya sekitar 15 kg karena hanya membawa peralatan pribadi sendiri saja. Selanjtnya tante saya melakukan penimbangan bagasi di Check-in Counter maskapai “X” tersebut, pada saat ditimbang pegawai check-in counter mengatakan bahwa bagasi yang dibawa tante saya tersebut mempunyai berat yang melebihi batas kapasitas yang ditentukan maskapai “X” itu. Padahal peraturan umum yang ada dalam penentuan berat bagasi adalah penumpang boleh membawa bagasi tercatat sebesar 20 kg dan bila melebihi batas akan dikenakan charges sesuai kelebihan berat bagasi tersebut. Dalam kasus tante saya ini, beliau hanya membawa bagasi sebesar 15 kg dan dinyatakan bagasinya itu melebihi berat yang ditentukan, dan pegawai check-in counter maskapai “X” itu mengatakan bahwa tante saya dikenakan charges sebesar Rp. 200.000,- dikarenakan kurangnya pengetahuan tante saya dalam hal ini disebabkan beliau baru pertama kali melakukan perjalanan menggunakan pesawat udara, maka tante saya menurut saja walaupun pada awalnya beliau kaget dan sedikit protes tetapi pada saat tante saya protes pegawai check-in counter itu malah mengatakan bahwa “BILA DIKENAKAN DENDA RESMINYA ADALAH SEBESAR Rp. 400.000,-” oleh sebab itu pegawai check-in counter itu menyuruh tante saya untuk membayar charges itu kepada dia karena lebih murah bila dibandingkan dikenakan charges resmi. Akhirnya dengan lugunya tante saya itu membayar charges tersebut sebesar Rp. 200.000,- Dan diakhir proses penimbangan bagasi pegawai check-in counter maskapai “X” itu malah mengatakan bahwa “UANG YANG IBU BAYAR AKAN DIBAGIKAN KE PETUGAS LAIN JADI BUKAN UNTUK SAYA SENDIRI YA IBU” tante saya heran dan kecewa atas pelayanan maskapai “X” tersebut. Kekecewaan tante saya lebih diperjelas dikarenakan ada seorang bapak bertanya kepada tante saya tentang kejadian tadi dan tante saya menceritakan kejadian itu kepada bapak tersebut dan bapak itu malah tertawa dan mengatakan “IBU SIH SUDAH TUA MAKANYA JADI MUDAH DIBOHONGI” kenapa bapak tersebut mengatakan hal itu karena bapak itu membawa bagasi lebih banyak dan lebih berat dari bagasi yang tante saya bawa dan bapak itu malah tidak dikenakan charges atas kelebihan berat bagasi yang di bawa bapak itu.

Jadi memang benar kenyatannya bahwa masih ada “PUNGLI” di saat proses check-in terutama pada saat penimbangan bagasi. Saat ini saya ingin mengingatkan kepada rekan-rekan pembaca apabila rekan-rekan mempunyai saudara, kerabat, atau kolega yang baru pertama kali melakukan penerbangan dan orang itu sudah berumur maka rekan-rekan wajib memberitahukan informasi tulisan saya ini kepada saudara, kerabat, atau kolega anda, agar tidak mengalami kejadian yang tante saya alami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: