penyebab & cara mengatasi jenuh di ATC


Nama: zulharman zein

NIM: 224109301

kelas:  S1-M

Tidak banyak orang yang tahu seperti apa kehidupan di ATC (Air Traffic Control). Seperti apa pekerjaannya sedikit orang mengetahuinya, bahkan banyak mitra kerja ATC sehari-hari yaitu pilot pun ada yang belum pernah ke menara pengatur lalu lintas udara alias Tower. Padahal,  berprofesi di ATC memiliki kontribusi penting dalam memberikan jasa pelayanan udara  yang mendukung keselamatan di dunia penerbangan. “Karena di ATC kita mengatur lalu-lalangnya pesawat terbang di bandara dan angkasa” . Tower yang berfungsi dan tempat untuk mengatur pesawat yang ada di bandara. Mulai dari pesawat bergerak dari tempatnya sampai pesawat parkir di tempat tujuannya tidak terputus dibawah pengaturan dan pelayanan ATC.

Mengatasi Kejenuhan
Disiplin dan tanggung jawab yang tinggi, jam kerja di ATC di atur secara bergiliran yang di sebut “rolling” atau “sift”. Bidang pekerjaanya yang dibagi dalam beberapa unit, diantaranya Clearance Delivery, unit yang memberi informasi semua rute penerbangan, ketinggian pesawat yang diminta atau di izinkan untuk terbang ke tujuan. Ground Control, mengatur semua pergerakan mulai pesawat itu push back, sampai pesawat ke taxi way, menanti di ujung runway untuk take off. Assistant Tower Controller, tugasnya membantu aktifitas tower controller. Tower controller sendiri mengatur take off dan landing pesawat.

Biarpun jam kerja sudah diatur, yang namanya rutinitas pasti ada kejenuhannya. “Tapi karena pekerjaan yang mempertarukan nyawa orang, dengan fokus dengan tanggung jawab profesi, kita tidak merasakan kejenuhan ketika bekerja, setelah tugas baru terasa. “Apa lagi saat traffic lagi banyak-banyaknya, sesama teman kita saling mendukung

Stress di ATC
Pengatur lalu lintas udara adalah satu profesi yang memiliki tingkat stres tinggi, Stress tinggi yang menyerang petugas di ATC, diantaranya ada 3 hal yaitu: kompleksitas lalu lintas udara, system shift atau bergiliran yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dan cuaca buruk yang tidak terprediksi.

Penyebab stres yang lain adalah :

  • Permintaan dari berbagai pihak, Prosedur operasi,  tekanan waktu, harus mengambil keputusan yang kadang  melanggar aturan, perasaan kehilangan kontrol terhadap pesawat, takut konsekuensi dari kesalahan
  • Sebagai konsekuensi dari pekerjaan di bidang jasa, maka waktu kerja dibagi dalam beberapa giliran dan bila sudah bertugas maka periode tersebut tidak boleh terputus alias mengikuti terus perkembangan posisi pesawat yang sedang di-handle
  • Peralatan Kerja yang terbatas juga menimbulkan stres bagi angkasawan ini. Seringnya komplain mengenai kualitas radio, alat navigasi, keandalan peralatan pendukung dan kualitas telepon menjadi beban tambahan.
  • Lingkungan kerja yang bising oleh deru pesawat, pencahayaan yang berlebihan ketika di Tower, selain ketinggian Tower di bandara yang sibuk.
  • Sistim Birokrasi yang membingungkan juga mau tidak mau menurunkan motivasi, ambiguitas peran, hubungan dengan supervisor dan kurangnya kontrol atas proses kerja, dan yang tidak kalah penting adalah gaji yang belum mengikuti standar industri penerbangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: