WAO, BAHAYA??


NAMA : WINDA SARTIKA

NIM / KELAS : 224109226 / D

 

Ada bahaya yang mengancam Pesawat

Setelah menunggu dan menunggu, akhirnya pesawat siap take off juga. Cukup lega, apalagi ada mbak-mbak pramugarinya yang enak dilihat. Saya sengaja memilih duduk dekat jendela, karena saya tak ingin menyia-nyiakan penerbangan pertama saya.

Pesawat pun berjalan perlahan menuju landasan pacu. Dan sesekali berhenti sebentar untuk menunggu pesawat lain lewat. Perasaan saya menjadi tidak enak ketika pesawat yang saya tumpangi berhenti sebentar tepat di depan Garuda Maintenance Facility. Di depan gedung tersebut terdapat tanah lapang yang mungkin masih berupa rawa atau bekas rawa. Dan di tempat-tempat seperti itulah bahaya benar-benar mengintai.

Burung Kuntul; Burung yang seperti bangau bewarna putih. Banyak hidup dan berterbangan di sekitar landas pacu. Sebenarnya tak masalah mereka hidup dan beranak pinak di sana. Namun yang harus diwaspadai adalah kerusakan/kecelakaan yang diakibatkan tabrakan antara pesawat dan burung. Mungkin, anda akan menganggap sepele masalah ini. Namun masalah kecil ini akan menjadi sangat fatal jika disepelekan.

Tabrakan antara pesawat dan burung, pasti kalah burung. Namun dalam kecepatan pesawat yang sangat tinggi, tabrakan seperti itu dapat menghancurkan kaca pesawat. Yang harus kita ketahui adalah benda apapun akan dapat menjadi penghancur dalam tabrakan yang berkecepatan sangat tinggi. Hal yang sama terjadi dengan pesawat ulang-alik Amerika, Discovery, yang kecelakaan beberapa tahun lalu. Lapisan penahan panas Pesawat Discovery berlubang. Dan dari hasil rekaman, Lubang tersebut terjadi akibat busa gabus yang terlepas dan jatuh ke bagian yang berlubang tersebut ketika pesawat tersebut meluncur. Sehingga ketika kembali ke bumi dan melewati atmosfer, komponen mesin tersebut terbakar dan terjadilah musibah itu.

Selain masalah tersebut, kecelakaan dapat terjadi juga jika burung tersedot ke dalam mesin pesawat dan merusak mesin pesawat. Mesin bisa macet, meledak, atau terbakar. Kecelakaan ini beberapa kali terjadi di Luar negeri. Masalah burung di Bandara adalah masalah yang serius di Beberapa Negara dan saya tidak tahu di Indonesia.

Di beberapa Negara, terdapat tim pemantau burung di tiap bandara. Tugas mereka adalah mengusir burung dari sekitar landasan pacu. Memang terkesan kejam, mengusir burung dari habitat aslinya. Namun hal itu harus dilakukan untuk keselamatan nyawa manusia. Kecuali Jika bandara yang pindah dari tempat tersebut.

Banyak cara yang dilakukan untuk mengusir burung, kita bisa menempatkan predator alami yang terlatih di sektar bandara, berupa Burung Elang. Bisa juga dengan suara-suara yang mengganggu. Atau cara lain yang tidak menyakiti burung.

Semoga pengelolaan Bandara kita bisa lebih baik lagi. Baik dari segi keamanan, kenyamanan, dan keselamatan. Karena bagaimanapun Bandara Soetta adalah gerbang Indonesia. Dimana kesan pertama Indonesia ada di Bandara Soekarno Hatta.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: