KELALAIAN PETUGAS X-RAY


Nama              : DARWIN SIMANJUNTAK

NIM                 : 2241.06.201

KELAS           : S1-MTU / D

PADA Oktober 2009 siang saya bepergian dengan pesawat Air Asia ke Bali. Pada saat pemeriksaan sinar X menjelang boarding, petugas Angkasa Pura menahan pisau lipat Victorinox di tas ransel saya. Rupanya saya lalai untuk memasukkannya ke bagasi. Petugas tersebut meminta saya untuk menemui petugas Air Asia agar mengambilan pisau itu sehingga bisa saya ambil kembali di loket Lost and Found Air Asia pada saat pulang. Saya segera menemui Bapak Maruli dari Air Asia dan menyampaikan hal tersebut.

Sekembalinya ke Jakarta, pisau lipat tersebut temyata belum dititipkan di loket Lost and Found Air Asia. Bapak Maruli menerangkan ketika beliau meminta pisau saya, petugas Angkasa Pura di bagian X-Ray menolak menyerahkan pisau tersebut. Petugas yang bersangkutan mengatakan pemiliklah yang harus mengambil sendiri pisau tersebut, padahal pada waktu itu saya tidak diberi tanda terima apa pun untuk bukti pengambilan. Hal itu sama sekali berbeda dengan apa yang disampaikan petugas tersebut kepada saya.

Bapak Maruli kemudian menghubungi Bapak Eka Sugi-yana, komandan regu yang bertugas pada waktu itu, tapi beliau menyatakan tidak tahu-menahu mengenai hal ini. Karena menduga ada suatu iktikad buruk dari petugas, saya meminta Bapak Maruli untuk menyampaikan kepada Bapak Eka bahwa saya merelakan pisau itu, tapi akan menuliskan pengalaman ini di media.

Dua hari kemudian Bapak Maruli menghubungi saya dan mengatakan Bapak Eka sudah bersedia menyerahkan pisau tersebut dan saya bisa mengambilnya di bagian Lost and Found Air Asia. Tapi ketika selang beberapa hari kemudian saya datang ke Bandara Soekarno Hatta untuk mengambil pisau tersebut, ternyata petugas Angkasa Pura lagi-lagi belum menyerahkan pisau ke bagian Lost and Found Air Asia. Dengan didampingi petugas di bagian Lost and Found,
saya mencoba melakukan penelusuran kembali ke bagian X-Ray. Ternyata pisau lipat tidak tercatat dalam buku log barang-barang yang dititipkan di bagian X-Ray. Padahal, semestinya barang apa pun yang ditahan petugas harus dicatat di buku log itu. Kelalaian mencatat jelas pelanggaran prosedur oleh oknum dan bisa jadi i dilatarbelakangi iktikad buruk. Kecurigaan itu amat berdasar mengingat petugas bagian X-Ray sengaja memberikan pernyataan berbeda, dan mempersulit upaya pengambilan oleh petugas Air Asia.

Pengalaman kecil ini membuat saya bertanya seberapa sering oknum petugas memanfaatkan kelalaian pengguna jasa penerbangan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: