Bagasi Hilang atau Rusak, Sudah Biasa Tuh !


Nama  : Asri Oktaviana

Nim     : 224109019

Kelas   : D

Mengapa Bandara – bandara di Indonesia masih saja suka kehilangan bagasinya atau mengalami kerusakan pada bagasinya ? kejadian seperti itu seakan-akan sudah merukan hal yang lumrah atau sudah umum terjadi dan kita tidak perlu heran atau kaget lagi.

Akhir-akhir ini kejadian hilang atau rusaknya bagasi penumpang semakin marak. Tercatat sampai saat ini sedikitnya telah terjadi 9 kasus pencurian bagasi penumpang selama januari- agustus 2011 di Bandara Soekarno-Hatta, dikutip dari DtikNews “Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar”. Ini baru di Bandara Soekarno Hatta dan hanya kasus pencurian, Bagaimana dengan bandara-bandara lain yang ada di Indonesia dan bagaimana kasus bagasi penumpang lainnya?

Beberapa fakor yang menyebabkan bagasi penumpang itu hilang, musnah atau rusak tidak lain diantaranya ulah iseng atau kriminal kuli angkut barang (porter), petugas kebersihan (cleaning service) dan petugas bagasi. Atau bisa jadi karena human error, dan technical error seperti kurangnya pengawasan daerah-daerah tertentu yang tidak terpantau oleh kamera CCTV, bagasi kita tertukar dengan orang lain, bagasi kita salah masuk pesawat, alat pemindah bagasi (conveyor ) rusak, penundaan bagasi (loading baggage) yg biasa dijadikan alasan petugas.

Menurut saya yang sudah mendapatkan sedikit ilmu tentang penerbangan kejadian tersebut mungkin saja bias terjadi. Tapi bagaimana bagi pihak penumpang yang masih awam? tidakkah akan menimbulkan  citra yang jelek bagi pihak airlines dan pihak bandara tersebut? karena complain dari penumpang atas bagasi yang hilang, musanah atau rusak tidak hanya 1,2 atau tiga saja tapi sudah terhuitung fatal !.

Ini harus menjadi pelajaran bagi airlines dan bandara-bandara di Indonesia dalam meningkatkan kualitasnya apabila memang ingin menjadi lebih baik dan memajukan penerbangan di Indonesia.Dan jangan jadikan ini hal yang biasa dan lumrah untuk dialami penumpang.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh pihak airlines dan ground handling dalam memperbaikinya diantaranya peningkatan kemanan dan ketelitian dalam proses bagasi, melakukan pengecekan rutin pada alat2 yang digunakan dalam proses bagasi, lebih teliti dalam pemilihan karyawan(jangan sampai timbul oknum-oknum nakal), pemberian informasi pada penumpang untuk penandaan bagasinya agar tidak terjadi bagasi tertukar(claim-tag),ganti rugi yang diberikan adalah yang sewajarnya yang ada dalam UU,dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: