Ground Handling


Nama : Sunanto Qodrattullah

NIM   : 224109326

Kelas  : S1 MTU – M

Apa itu Ground Handling ?

Jenis perusahaan di dunia penerbangan yang kurang populer di masyarakat, tidak seperti perusahaan penerbangan atau pengelola bandara. Selama 10 tahun bekerja diperusahaan Ground Handling penulis selalu mengalami kesulitan untuk menjelaskan apa itu Ground Handling kepada rekan rekan yang tidak memiliki minat atau latar belakang pengetahuan dunia penerbangan.

Bisa dimaklumi jika kita melihat ke dunia penerbangan yang terlihat ekslusif dimasyarakat, serta kurangnya informasi perihal dunia penerbangan menyebabkan  persepsi keliru mengenai dunia penerbangan. Diperparah lagi oleh pemberitaan media massa yang terkadang memberitakan tanpa didukung informasi dan pengetahuan yang memadai.

Kembali mengenai Ground Handling adalah perusahaan layanan jasa operasi darat perusahaan penerbangan ini definisi bebas menurut penulis, penjelasannya adalah perusahaan Ground Handling dengan sumber dayanya merupakan partner kerja dan pendukung perusahaan penerbangan (Airline) dalam menjalankan operasionalnya di bandara .

Ground Handling” berasal dari kata “Ground” dan “Handling”. Ground artinya darat atau di darat, yang dalam hal ini di Bandara (Airport). Handling berasal dari kata Hand atau Handle yang artinya tangan atau tangani. To Handle berarti Menangani, Melakukan suatu pekerrjaan tertentu dengan dengan penuh kesadaran. Handling berarti Penanganan atau pelayanan (Service ot To Service, sehingga pada banyak kesempatan, kita sering menjumpai pemakaian kata “Ground Service”. Dan dalam banyak kasus. Kita juga sering menemukan kata “Ground Operation”, baik “Ground Handling”, “Ground Service”, “Ground Operation” maupun “Airport Service”, pada dasarnya mengandung maksud dan pengertian yang sama, yaitu merujuk kepada “Suatu aktifitas perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para penumpang berikut bagasinya, kargo, pos, peralatan pembantu pergerakan pesawat di darat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di Bandara, untuk keberangkatan (Departure) maupun untuk kedatangan atau ketibaan (Arrival)”. Secara sederhana “Ground Handling” atau “Tata Operasi Darat” adalah pengetahuan dan keterampilan tentang penanganan pesawat di Apron, penanganan penumpang dan bagasinya di terminal dan kargo serta pos di cargo area.

Layanan yang diberikan disesuaikan berdasarkan kesepakatan yang dituangkan dalam sebuah kontrak kerjasama dan biasanya sesuai dengan standard IATA. Seperti yang tercantum dalam IATA SGHA (Standard Ground Handling Agreement) Annex A. Untuk di Indonesia sepengetahuan penulis baru 2 (dua) perusahaan Ground Handling yang berstandar IATA yaitu PT. Gapura Angkasa dan PT. Jasa Angkasa Semesta (JAS).

Contoh layanan yang disediakan oleh Ground Handling kepada Airlines sesuai dengan  IATA SGHA 1998 yang terbagi menjadi 14 section yaitu ;

  • Section 1  Representation and Accommodation
  • Section 2  Load Control, Communication and Departure Control System
  • Section 3  Unit Load Device (ULD) Control
  • Section 4  Passengers and Baggage
  • Section 5  Cargo and Post Office Mail
  • Section 6  Ramp
  • Section 7  Aircraft Servicing
  • Section 8  Fuel and Oil
  • Section 9  Aircraft Maintenance
  • Section 10  Fight Operations and Crew Administration
  • Section 11   Surface Transport
  • Section 12  Catering Services
  • Section 13  Supervision and Administration
  • Section 14  Security
Ruang Lingkup Ground Handling
Ruang lingkup atau batasan pekerjaan “Ground Handling”, yaitu pada fase atau tahap :

1. Pre-Flight, kegiatan penanganan terhadap penumpang berikut bagasinya dan kargo serta pos dan pesawat sebelum keberangkatan (di Bandara asal/Origin Station)

2. Post Flight, kegiatan penanganan terhadap penumpang beserta bagasinya dan kargo serta pos dan pesawat setelah penerbangan (di Bandara tujuan/Destination) atau dengan kata lain penanganan penumpang dan pesawat selam berada di Bandara. Secara teknis operasional, aktifitas “Ground Handling” dimulai pada saat pesawat “ taxi” (Parking Stand), mesin pesawat sudah dimatikan, roda pesawat sudah diganjal (Block On) dan pintu pesawat sudah dibuka (Open The Door) dan para penumpang sudah dipersilahkan untuk turun atau keluar dari pesawat, maka pada saat itu para staff udara sudah memiliki kewenangan untuk mengambil alih pekerjaan dari “Pilot In Command (PIC)” beserta cabin crew-nya. Dengan demikian, fase ini kita namakan “Arrival Handling”. Dan sebaliknya, kegiatan atau pekerjaan orang-orang darat berakhir ketika pesawat siap-siap untuk lepas landas, yaitu pada saat pintu pesawat ditutp, mesin dihidupkan dan ganjal roda pesawat sudah dilepas (Block Off). Tanggung jawab pada fase ini (In-Flight) berada di tangan “Piloy In Command” beserta para awak kabinnya. Fase ini dikenal dengan istilah “Departure Handling

      Obyek yang ditangani oleh Ground Staff pada intinya, meliputi : penumpang (Pax), barang bawaan penumpang (Baggage), barang kiriman (Cargo), benda-benda pos (Mail), ramp dan aircraft. Sebagai sebuah proses penangana, maka muncul istilah : Passenger Handling, Baggage Handling, Cargo and Mail Handling dan Ramp Handling. Dimana baik ruang lingkup maupun obyek kegiatan tersebut harus mengacu kepada aturan yang telah ditetapkan oleh “IATA Airport Handling Manual, 810 Annex A”, yang telah menetapkan sebanyak 14 section pelayanan standar atau 14 kegiatan.

Tujuan Ground Handling

Ground Handling mempunyai tujuan atau target-target/sasaran-sasaran yang ingin dicapai, yakni:

1.   Flight Safety

2.   On Time Performance

3.   Customer Satisfaction

4.   Reliability

Satu Balasan ke Ground Handling

  1. avianusantara mengatakan:

    GH MOCH ARI AFANDI “MERAIH MIMPI MELALUI AVIA NUSANTARA”
    Moch Ari Affandi adalah Alumni SMK Penerbangan Sidoarjo yang meraih mimpi melalui Sekolah Pramugari/a dan Ground Staff Avia Nusantara Surabaya. Karenanya begitu mendengar sang anak di terima bekerja di PT. Titian Pratita Nusantara sebagai Ground Handling Merpati, keluarga besarnya sangat bahagia.

    Ari sapaan akrab nya, meniti karier sebagai staf ground handling Merpati sejak september 2011. Dia masuk sebagai mahasiswa Avia Nusantara bulan juli 2011. ” Avia Nusantara lembaga pendidikan paling oke, hanya dalam waktu 2 Bulan, saya suadah dapat bekerja.”
    “Tanpa harus susah- susah melamar, Avia Menyalurkan saya bekerja.”
    “Thanks Avia!!!” Terang nya.

    Bekal pendidikan dan program penyaluran kerja di Avia Nusantara merupakan Progam kerja terbaik dan terencana jika di banding dengan sekolah – sekolah lain yang sejenis. Dengan adanya progam tersebut banyak mahasiswa Avia Nusantara dapat tersalurkan bekerja dan meraih mimpinya.

    Menjadi staf ground handling sendiri, menurut Ari adalah pekerjaan penuh ketelitian, ketepatan dan kecermatan. Apalagi bekerja sebagai ground handling maskapai negara, butuh konsentrasi penuh.

    Tentang pekerjaannya, Ari merasa sangat enjoy. “Saya cinta dengan pekerjaan saya.” tutur pria kelahiran 14 september 1992 itu.

    simber:http://www.aviation-avianusantara.co.cc/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: