apa itu KOTAK HITAM?


Nama  :  Sari Pratiwi

NIM     :  2241.08.213

Kelas   :  S1 MTU / Y

Tugas  : GH2

KOTAK HITAM?

Kotak hitam sebenarnya merupakan istilah umum untuk alat perekam pesawat komersial. Kotak hitam atau black box adalah sekumpulan alat yang digunakan pada pesawat terbang untuk menyimpan semua data aktivitas selama penerbangan. Data tersebut dibutuhkan oleh para penyelidik dalam mengungkap penyebab sebuah kecelakaan penerbangan.

Awalnya alat pencatat kegiatan pesawat ini berupa alat pencatat putaran baling-baling yang diciptakan oleh pencipta pesawat terbang, yaitu Wright Bersaudara pada tahun 1900-an. Barulah 50 tahun kemudian kotak hitam pertama kali diciptakan oleh Dr David Warren asal Australia.

Dalam perkembangannya, kotak hitam ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu FDR (Flight Data Recorder) dan CVR (cockpit Voice Recorder). Flight Data Recorder (FDR) mencatat berbagai parameter yang terkait dengan operasi dan karakteristik penerbangan pesawat seperti percepatan, kecepatan, ketinggian, posisi kontrol kokpit, termometer, pengukur mesin, aliran bahan bakar, permukaan atur posisi, status autopilot, beralih posisi, dan berbagai parameter lainnya. Sedangkan Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam suara awak pesawat, suara mesin, dan bunyi lainnya di kokpit.

Kotak hitam disimpan di bagian ekor pesawat, tempat yang diduga paling aman jika pesawat mengalami kecelakaan. Karena seringkali ekor pesawat lebih utuh kondisinya pada saat terjadi kecelakaan dibandingkan bagian depan, sehingga akan lebih melindungi keutuhan kotak hitam. Kotak hitam yang lebih modern memiliki kemampuan self-eject serta mudah dideteksi oleh SONAR atau RADAR.

Untuk memudahkan pencariannya, terutama pencarian di bawah air, kotak hitam dilengkapi pula dengan Underwater Locator Beacon yang kerjanya adalah ketika terguncang karena benturan, alat ini akan terus-menerus memancarkan perekam ultrasonik dan sinyal yang dapat mencapai permukaan dari kedalaman 14.000 ft. Sinyal inilah yang bisa ditangkap radar untuk menunjukkan lokasi pesawat. Namun kekuatan sinyal terbatas, biasanya sampai seminggu sebelum menghilang.

Saat kecelakaan terjadi dan kotak hitam ditemukan, maka kotak itu segera di kirim ke organisasi yang netral (bukan bagian dari perusahaan pesawat yang terkena musibah) untuk dilakukan “pembacaan” dan analisa. Untuk dapat dianalisis, data dan FDR dan CVR dibaca dengan menggunakan peralatan dan piranti lunak khusus. Pembacaan dan analisa yang mendalam membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan lebih lama lagi.

Oh iya, walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna hitam loh, melainkan berwarna jingga/oranye. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: