Bagaimana Cara Merancang Sistem Keselamatan Penerbangan Sejak Dini?


Nama             : Rina Nur Wijayanti

Nim                 : 224109099

Kelas              : ZU09

Menurut Bapak Iqbal Abdul Aziz yang bertugas sebagai Material Preparation di GMF, Beliau mengatakan bahwa dalam setiap tahap proses itu memiliki aturan dan regulasi yang harus dipatuhi, selain itu juga ada regulator yang berfungsi untuk mengawasi seluruh proses ini. Salah satu titik rusial dalam menciptakan keselamatan penerbangan adalah tahap desain pesawat dan berlanjut ke proses produksi hingga perawatan dan pengoperasian pesawat.

Proses kerancangan alterasi atau modifikasi ini hanya bisa dilakukan oleh organisasi yang dinilai layak dan mampu serta memiliki sertifikat pengakuan dari otoritas sipil. Beliau juga mengatakan bahwa badan yang memberikan sertifikasi terhadap hasil rancangan ini harus melalui seleksi dan proses assessment yang ketat dan pihak otority ini mendelegasikan wewenang sertifikasi tersebut kepada organisasi yang terpilih yaitu DOA (Desain Organization Approval) dan hasil kerja DOA ini akan sangat mempengaruhi keselamatan penerbangan maka proses assessment dan sertifikasi DOA tidak mudah dan butuh waktu panjang serta penilaian kelayakan juga sangat ketat.

Jadi menurut saya, prioritas utama di dalam keselamatan penerbangan ini harus dicapai dalam waktu yang relatif singkat dan tidak terbatas pada tahap operasional. Pertimbangan dalam proses desain pesawat, produksi perawatan dan pengoperasian pesawat itu menjadi pertimbangan yang sangat penting karena jika proses desain, produksi perawatan dan pengoperasian pesawat pada suatu airlines itu tidak sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan maka akan berpengaruh terhadap image airlines tersebut, misalnya apabila keselamatan penerbangan airlines itu bagus (jarang sekali mengalami kecelakaan) maka para customer akan menggunakan jasa airlines tersebut dan sebaliknya apabila keselamatan penerbangan suatu airlinesnya buruk (sering mengalami kecelakaan) maka para customer akan beralih untuk menggunakan airlines yang lebih baik dalam keselamatannya.

Tinggi rendahnya permintaan customer akan sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya perekonomian di suatu perusahaan airlines. Perawatan pesawat juga harus dilakukan berdasarkan prosedur yang ada. Apabila pesawat telah 500 hours digunakan maka akan mendapat service kecil itu biasanya dinamakan A- Check, sedangkan apabila pesawat telah digunakan kurang lebih 3000 hours maka pesawat akan mendapatkan service biasa yang biasa disebut C- Check, dan yang terakhir adalah D- Check atau overhaul yang biasanya dilakukan apabila pesawat telah digunakan selama 6000 – 8000 hours. Jadi perawatan terhadap pesawat harus dilakukan sesuai dengan jadwal, jangan sampai terlambat diberi service karena akan berdampak fatal terhadap keselamatan penerbangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: