Keterkaitan Ground Handling dengan Bandar Udara


Nama  :  Inditha Amelia

NIM     :  2231.08.028

Kelas   :  D3 MTU / A

 

Pada hakekatnya ada 3 komponen utama penyelenggaraan bisnis penerbangan dapat berjalan, khususnya Ground Handling. Ketiga komponen tersebut adalah perusahaan Airlines, berikut sarana angkutnya berupa pesawat terbang (aircraft), bandar udara (airport) dan konsumen (passenger dan shipper).
Ketiga komponen utama inipun secara sendiri-sendiri memiliki keterkaitan dengan unit-sub unit lainnya yang memiliki peran tidak kecil. Sederhananya, kegiatan Ground Handling dapat terlaksana kalau ada perusahaan penerbangan, ada pesawat, ada bandara, dan ada calon penumpang. Tanpa itu semua maka kegiatan Ground Handling tidak akan ada. 2 komponen yang sangat terkait secara langsung adalah perusahaan penerbangan dan bandar udara.

Secara umum, sebuah bandar udara harus memiliki sarana dan prasarana minimal, yaitu landasan pacu pesawat yang memenuhi syarat (runway), menara pengontrol lalu lintas udara (air traffic control), dan gedung terminal (terminal building). Berdasarkan area, bandara dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, ialah sisi darat dan udara. Khusus gedung terminal, bandar udara dibagi 3 wilayah yang disebut Public Area, Non Public Area, Restricted Area.

Public Area adalah wilayah yang dapat dipergunakan untuk masyarakat umum. Area ini merupakan wilayah bandara yang berada di bagian depan bangunan termasuk bagian luar gedung terminal. Fasilitas yang tersedia antara lain lapangan parkir kendaraan, kantin, tempat ibadah, toilet umum, dan lain-lain.

Non Public Area adalah wilayah dari bandara yang tidak dapat dimasuki oleh masyarakat umum, kecuali para calon penumpang.

Restricted Area adalah wilayah yang dapat dipergunakan untuk umum secara terbatas. Wilayah ini berada di bagian gedung terminal dan dimanfaatkan untuk pelayanan penumpang yang akan berangkat maupun yang akan tiba. Selain penumpang dan calon penumpang, yang lain tidak diizinkan memasuki ruangan ini, kecuali petugas bandar udara yang memiliki pass bandara atau yang telah mendapat izin khusus dari administrator bandara. Pelayanan yang tersedia di area ini antara lain check in counter, bank atau tempat penukaran uang, took cindera mata, duty free shop, tempat penjualan tiket pesawat berada di public area, restoran, toilet umum, dan lain-lain.

Menurut Air Navigation Bureau yang merupakan bagian dari ICAO, di seluruh dunia kini tercatat sekitar 40.000 bandara, 40% diantaranya beroprasi sebagai bandara komersial. Dari jumlah tersebut, yang memenuhi standart sekitar 1.050 bandara. Salah satu diantaranya adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: