Perlukah Menggunakan Agen Inspeksi Keamanan Cargo?


Nama : Herny Puspitasari

NIM     : 224109277

Kelas  : ZU 09

Pernahkah Anda mendengar tentang Agen Inspeksi Keamanan Cargo? Kalau mendengar istilah ini yang ada di pikiran kita pasti tentang seseorang / lembaga yang mengawasi atau mengecek barang-barang yang akan dikirim dengan pesawat udara. Apakah pendapat tersebut benar? Atau sebenarnya apakah Agen Inspeksi Keamanan Cargo itu? Perlukah Indonesia menggunakannya?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, saya memiliki narasumber yang bergerak di bidang cargo. Beliau bernama Bapak Agus Setiawan, SE. Narasumber tersebut merupakan seorang Direktur PT. Wahana Multi Indonesia, Domestik & International Freight Forwarder dan seorang dosen yang masih aktif mengajar di STMT Trisakti Jakarta. Menurut Bapak Agus, Agen Inspeksi Keamanan Cargo merupakan proteksi yang diterapkan oleh Direktur Keselamatan Penerbangan. Peraturan ini menyebutkan bahwa setiap cargo yang akan dikirim dengan pesawat udara harus terlebih dahulu melalui agen inspeksi tersebut. Agen inspeksi tersebut menurut Bapak Agus, bertujuan agar keakuratan data tentang isi barang lebih terjamin.

Narasumber berpendapat bahwa Agen Inspeksi Keamanan Cargo tidak terlalu dibutuhkan khususnya diIndonesia, karena  selama ini untuk melalukan suatu pengiriman cargo selalu disertai dengan dokumen PTI (Pemberitahuan Tentang Isi) dan dokumen-dokumen lain yang terkait. Jika pihak-pihak yang berwenang telah melakukan control yang baik terhadap setiap barang yang akan dikirim melalui pesawat udara, maka kegunaan agen inspeksi tersebut tentu tidak terlalu dibutuhkan, karena dengan menggunakan jasa agen inspeksi berarti ada cost yang harus dibayar. Hal ini tentu akan memberatkan si pengirim barang jika harus membayar biaya lebih.

 Saya setuju dengan pendapat narasumber yang mengatakan bahwa ada cost yang harus dibayar lebih jika Agen Inspeksi Keamanan Cargo diberlakukan. Selama ini, yang menangani soal pengawasan cargo yang akan dikirim dengan pesawat adalah PT. Angkasa Pura dan PT. JAS. Biaya yang selama ini dikenakan terhadap masing-masing jenis cargo sudah termaasuk biaya handling yang dilakukan oleh perusahan tersebut. Jika pengawasan dialihkan kepada agen inspeksi yang tidak berada di bawah lingkup PT. Angkasa Pura dan PT. JAS, tentu akan diperlukan biaya tambahan untuk handling barang dari biaya yang selama ini dikenakan.

Selain masalah biaya yang menjadi persoalan, waktu yang terpakai jika menggunakan agen inspeksi menjadi tidak efisien. Mengapa? Karena agen inspeksi harus melakukan bongkar muat barang dari gudang Ground Handling ke gudang milik agen inspeksi yang lokasinya berbeda. Sedangkan jika pengawasan berada di bawah control PT. Angkasa Pura atau PT. JAS, bongkar muat hanya dilakukan di dalam satu area yang sama di dalam wilayah PT. Angkasa Pura atau PT. JAS tersebut. Hal yang dilakukan agen inspeksi tentu akan memakan waktu lebih lama, yang dapat berakibat makin lama pula barang yang dikirim  oleh shipper sampai di tempat tujuan si penerima. Oleh karena itu, jika sudah ada regulasi yang lebih simple, tidak membutuhkan terlalu banyak biaya dan waktu yang digunakan lebih efisien, mengapa harus diterapkan regulasi baru yang dalam hal ini merupakan Agen Inspeksi Keamanan Cargo yang memiliki kekurangan dari berbagai sudut pandang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: