Pengurangan Beban Kargo Pesawat Pada Saat Cuaca Buruk, Benarkah?


Nama : Marlinda Putri Santoso

Nim     : 224109276

Kelas  : ZU-09

Pernahkah Anda melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi pada saat cuaca buruk? Kalau iya, apa yang biasanya Anda lakukan untuk memperkecil resiko akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan? Mengurangi barang muatan di kendaraan? Atau malah menunda perjalanan tersebut?

Bagi Anda mungkin menunda perjalanan adalah hal yang terbaik, tetapi bagi penyedia jasa penerbangan atau airlines, menunda perjalanan adalah kemungkinan terakhir yang dapat mereka lakukan ketika menemui hal seperti di atas. Lantas, apa yang pihak airlines lakukan pada saat penerbangan dikala cuaca buruk?

Pengurangan beban kargo adalah salah satu kebijakan untuk mengurangi terjadinya resiko seperti tergelincirnya pesawat pada saat take off maupun landing. Tetapi menurut Pak Agus Setiawan, SE, dosen Basic Cargo di STMT Trisakti yang juga Direktur PT. Wahana Multi Indonesia, adanya kebijakan ini tidak mutlak diperlukan. Lain halnya jika penerbangan terpaksa dilakukan pada saat cuaca sangat buruk karena kondisi ini dapat mempengaruhi keselamatan semua orang di dalam penerbangan tersebut, airlines wajib untuk mengurangi beban kargonya. Keselamatan adalah hal yang paling utama.

Bukan berarti pada saat cuaca buruk tidak mempengaruhi keselamatan, tetapi pada saat cuaca buruk, jika perhitungan pada saat take off, weightnya pas, pengatur flop atau cg (central of gravity) nya juga pas, maka tidak akan berpengaruh pada payload (daya angkut) pesawat tersebut sehingga beban kargo tidak perlu dikurangi. Dan landing gear pun tidak akan  bermasalah karena hal ini tergantung pada skill pilot pesawat tersebut. Jadi, cuaca tidak akan berpengaruh apa-apa pada payload pesawat tersebut.

Dari jawaban Beliau di atas, saya sangat setuju. Jika penerbangan terpaksa dilakukan pada saat cuaca buruk dan kita masih dapat menanganinya, kita tidak perlu mengurangi beban kargo. Karena dengan adanya pengurangan beban kargo, airlines dapat mengalami kerugian. Baik kerugian waktu maupun kerugian pendapatan. Jika beban kargo dikurangi dari pesawat tersebut, otomatis kargo itu pun akan diangkut oleh pesawat lain. Akibatnya? Kargo itu akan sampai tidak tepat waktu. Dan juga, pesawat yang seharusnya tidak mengangkut kargo tersebut, malah harus membawa kargo itu. Akibatnya? Pendapatan yang harusnya diterima oleh airlines dari kargo lain pun gagal diterima.

Memang, faktor cuaca adalah faktor yang tidak bisa kita kendalikan. Kita tidak tahu kapan cuaca buruk akan datang. Dan dilihat dari sisi konsumen, semua orang memang menginginkan penerbangan yang aman. Konsumen, hanya ingin tahu tentang dirinya sampai di tujuan tanpa kurang satu apapun. Dan tentang si pengirim kargo? Dia juga hanya ingin tahu barangnya akan sampai tepat waktu atau tidak. Oleh karena itu, semua kembali lagi ke pihak airlines. Airlines harus bijaksana dalam mengambil pilihan atau keputusan. Apakah beban kargo tersebut harus dikurangi untuk meminimalisir resiko yang mungkin akan terjadi pada saat take off dan landing dikala cuaca buruk, ataupun pesawat tetap akan terbang dengan beban kargo tersebut. Dan sebagai konsumen, kita pun sebaiknya juga harus bijak dalam memilih airlines mana yang akan kita gunakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: