Skytrax?


Nama         : Annisa Nindya Kusuma

NIM           : 224109343

Kelas        : ZU09

Skytrax adalah perusahaan konsultan Britania Raya yang melakukan riset mengenai maskapai penerbangan. Dalam situs resminya (skytraxresearch.com) perusahaan ini mendeklarasikan bahwa telah menyediakan format terpercaya dan terbukti pada analisis kualitas dunia industri transportasi udara. Singkatnya Skytrax adalah suatu perusahaan yang menilai maskapai, bandar udara, hiburan dalam pesawat, staff, dan elemen perjalanan udara terbaik lainnya. Setelah mengetahui apa itu Skytrax, muncul pertanyaan dibenak saya “Penilaian apa yang Skytrax berikan pada airline milik negara kita yakni Garuda Indonesia selaku Indonesian’s Flag Carrier?” Atau lebih tepatnya “Berapa bintang yang GA dapatkan dari Skytrax?” Ternyata Garuda Indonesia termasuk dalam kumpulan The world’s 4-star airlines 2011. Hore! GA mendapatkan 4 bintang pada “ajang pemilihan” airlines terbaik (bukan pernyataan yang subjektif tapi karena rasa nasionalis).

 

Lalu maskapai mana saja yang mendapatkan bintang 5 dari Skytrax? Ada 6 maskapai yang bersatu dalam kelompok 5-star airlines 2011, antara lain Asiana Airlines, Chatay Pacific Airways, Hainan Airlines, Kingfisher Airlines, Qatar Airways, Singapore Airlines. WHAT? SQ? Yah kita kalah lagi sama maskapai dari NEGARA yang luasnya setara dengan KOTA jakarta.

 

Mari kita bahas tentang Qatar Airways, karena kebetulan narasumber yang saya miliki merupakan salah satu personnel dari Qatar Airways. Saya penasaran, kenapa Qatar Airways bisa menyabet 5 bintang dari Skytrax, dan pada ajang yang sama dengan kategori yang berbeda yaitu Skytrax Award, Qatar Airways as the World’s Best Airline at 2011 yang artinya QR adalah Airline Of The Year 2011. Wah sebuah prestasi yang patut ditiru.

 

”Menurut sudut pandang Captain sebagai salah satu pilot  yang bekerja di Qatar Airways, apa yang menyebabkan Qatar Airways mendapatkan status five star airlines dari Skytrax?”

 

-Jawaban sederhananya adalah karena QR memenuhi persyaratan sebagai airline yang layak mendapatkan 5 bintang dari Skytrax. Penilaian dari Skytrax yang auditnya dilakukan oleh auditor yang menyamar menjadi penumpang dan menilai keseluruhan servicenya mencakup kemampuan bahasa Inggris, kursi penumpang, ketepatan waktu dll. Dan Qatar Airways ketepatan waktunya mencapai 97%

 

“..dan jika mengesampingkan sejenak ban Captain A330 milik Anda, Captain juga seseorang yang berkewarganegaraan Indonesia, menurut captain apa yang masih menghalangi Garuda Indonesia sebagai Indonesian’s Flag Carrier untuk mendapatkan status five star airlines dari Skytrax?”

 

GA terganjal oleh kemampuan bahasa inggris pada crewnya.. dan tentunya masih banyak lagi yang perlu diperbaiki oleh GA bila ingin meraih pencapaian prestasi milik QR. Namun yang paling penting adalah kemampuan bahasa inggris pada awak pesawatnya. Karena pada tahun 2008 telah ditetapkan bahwa Pilot mutlak harus bisa bahasa inggris.

 

“Yang terakhir, Apa tanggapan Captain tentang adanya Skytrax bagi seluruh maskapai yang ada didunia?”

 

-Tanggapan saya tentang skytrax, cukup bagus untuk menjadi salah satu acuan bagi airlines untuk bersaing satu sama lain dalam bidang service.

 

 

Tanggapan:

 

Tambahan sedikit dari saya, Garuda Indonesia selaku Indonesian’s Flag Carrier seharusnya mampu terbang lebih tinggi lagi. Bila secara system management dan teknisnya rasanya Garuda tidak mempunyai kesulitan untuk mencapainya (5-star airlines), lantas sangat disayangkan apabila pencapaian prestasi ini hanya terganjal oleh kemampuan berbahasa inggris, karena komunikasi adalah sesuatu yang sangat penting. Mengingat produk yang dijual adalah jasa, maka GA harus bisa mengetahui keinginan customer seutuhnya secara langsung yakni dengan cara berkomunikasi.

 

Tentang keberadaan Skytrax, saya sefaham dengan narasumber “menjadi salah satu acuan bagi airlines untuk bersaing satu sama lain dalam bidang service” karena pada dasarnya Skytrax dijadikan kunci kinerja kompetitif oleh seluruh airlines. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik guna “Pencitraan” yang nantinya dapat menarik perhatian calon customer diseluruh dunia dan mengukuhkan bahwa pencitraan yang baik tersebut adalah alasan customer untuk menggunakan jasa mereka.

 

 

 

Narasumber:

 

Capt. Fadjar Nugroho

 

Capt. A330 Qatar Airways

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: