PASSENGGER HANDLING


NAMA : RIZHKI NOVIAN ARDI

NIM : 2241.09.328

MTU D

PASSENGER HANDLING

Prosedure keberangkatan penumpang :
Setiap perusahaan penerbangan harus menginformasikan, perkiraan waktu berangkat (estimated time of departure ) dan perkiraan waktu tiba / datang ( estimated of arrival ) yang harus tercantum di dalam time table, reservation, maupun monitor / display sign board di bandara sehingga calon penumpang bisa mempersiapkan diri.
Beberapa hal yang perlu disiapkan petugas check – in counter dibuka :
• Passenger manifest ( passenger name list )
• Boarding pass ( untuk manual )
• Baggage claim tag
• Label / tag lainnya, seperti security tag, priority tag, fragile tag, group tag, name tag, chacked baggage tag, dsb.
• Excess baggage ticket
• Seat allocation untuk special seat
• Purser information
• From passenger baggage weight sheet
• From passenger transfer message
• Limited release tag.
Hal pertama yang dilakukan penumpang ketika tiba di bandara adalah menuju ke check – in counter dengan membawa tiket, bagasi, dan tas tentengan ( kalau ada ). Setelah memeriksa tiket, petugas check – in counter akan menimbang bagasi untuk melihat apakah ada kelebihan berat atau tidak. Bila lebih, dan petugas akan memberikan excess baggage tiket sebagai tanda bukti pembayaran kelebihan itu. Stelah proses ini selesai, ia akan memberikan boarding pass dan potongan baggage claim tag, serta mengembalikan sisa tiket ( cover tiket ). Dari check – in counter dimana penumpang dibantu untuk membayar airport tax dan fiscal, penumpang menuju ke pemeriksaan imigrasi, lalu ke boarding gate untuk menunggu boarding time.
Untuk kenyamanan calon penumpang dan kelancaran kerja, para petugas check – in counter harus memperhatikan hal – hal sebagai berikut :
• Penampilan harus rapi, murah senyum, dan ramah.
• Harus mengetahui tata car check – in, antara lain :
– Bagaimana cara memeriksa tiket, passport, visa, surat kesehatan
– Cara mempersiapkan boarding pass
– Cara mempersiapkan baggage claim tag
– Cara membaca PNR atau PNL
– Cara membuat excess baggage tiket seandainya penumpang mempunyai kelebihan berat atas bagasinya
– Cara membaca buku TIM, ABC guide, TIMATIC ( travel information automatic )

a. Proses dan procedure di check – in counter
• Petugas mengucapkan salam ( greeting )
• Penumpang menyerahkan dokumen perjalanan kepada petugas :
• Passport
• Fiscal ( gratis bagi yang mempunyai NPWP )
• Electronic ticket
• Visa
• Dalam passport penumpang dilihat foto penumpang tersebut apakah sama dengan penumpangnya dan identitas penumpang di passport dan visa harus sama. masa berlaku passport dan visa harus lebih 6 bulan, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah di negara tujuan.
• Memasukkan nama penumpang di passenger list pada computer untuk mengetahui bahwa penumpang tersebut sudah melakukan reservasi sesuai dengan ticket yang ia miliki.
• Kemudian memasukkan data penumpang seperti genre penumpang, nomor seat penumpang, dsb.
• Setelah itu keluar boarding pass untuk penumpang tersebut dan ditempelkan label tax seharga Rp. 150.000,- yang harus di bayar penumpang, apabila penumpang tersebut tidak mempunyai NPWP, maka penumpang tersebut juga membayar sebesar Rp.2.500.000,-
• Kemudian petugas menimbang tas passenger :
• Apabila berat tas tersebut kurang dari 7 kg, maka tas tersebut bisa di bawa oleh penumpang itu sendiri dan menjadi tanggung jawab penumpang tersebut, tas seperti itu biasa disebut hand carry.
• Apabila berat tas tersebut lebih dari 7 kg, maka tas tersebut harus di jadikan bagasi. Free allowance bagasi yang didapatkan penumpang sesuai dengan kelasnya, yaitu business 30 kg, economi 20 kg, infant 10 kg, VIP 40 kg. berat tas penumpang tidak boleh melebihi free allowance, jika melebihi dari free allowance maka penumpang harus membayar excess baggage.
• Setelah ditimbang, petugas check – in membuat tag baggage penumpang tersebut dengan memasukkan jumlah berat tas dan banyaknya tas.
• Kemudian tag baggage yang keluar, diambil tag numbernya dan di tempelkan pada bagasi sebagai identitas diri agar jika sewaktu – waktu bagasi tersebut terpisah dari pemiliknya, bagasi tersebut bisa cepat – cepat di berikan kepada pemiliknya.
• Tas penumpang juga diberi label sesuai dengan kelas, dan apabila penumpang tersebut merupakan kelas bisnis atau frequent flyer maka penumpang tersebut juga akan mendapatkan fasilitas lounge.
• Setelah semuanya sudah selesai dan semua dokumen – dokumen penumpang sudah diperiksa oleh petugas kemudian petugas check- in counter menunjukkan dimana gate ( gate berapa ), nomor seatnya, jam keberangkatan, dan tag number bagasi pax tersebut.
b. Proses dan Prosedur Di Boarding Gate.
• Among.
Petugas ini pertama kali ditemui sewaktu digate,karena berada didepan pintu gatenya. Pertama petugas ini harus mengucapakan salam terlebih dahulu lalu meminta dokumennyauntuk diperiksa ulang setelah tadi diperiksa oleh petugas check-in, apakah kartu imigrasi sudah mendapatkan cap dari petugas imigrai atau belum dan menstepless kartu imigrasi dengan boerding passnya sambil mewawancarai penumpang.
• Boarding Pass Colector.
Setelah petugas among, penumpang akan menemui petugas boarding pass colector,petugas ini bertugas merobek bording pass yang sudah disatukan dengan kartu imigrasi kemudian sobekan boarding passnya satu diberikan kepada penumpang dan yang satu lagi yang ada kartu imigrasinya diberikan kepada petugas gate checker setelah itu penumpang di berikan boerding card yang dosesuaikan dengan nnomor tempat duduknya.Serta mengarahkan penumpang sesuai dengan warna boarding cardnya, seperti warna biru da merah menunggu disebelah kanan dan warna cokelat dan hijau menunggu disebelah kiri.

• Gate Cheker.
Petugas ini memasukkan data penumpang yang sudah masuk ke gate ke dalam komputr dengan cara memasukkan nomor tempat duduk penumpangnya.Dan setelah penerbangan petugas ini memberikan kartu imigrasi yaang sudah di sobek oleh petugas boarding colector kepada petugas imigrasi dn dihitung sesuai jumlah penumpang yang berangkat.
• Interprinter/Announcement
Petugas ini bertugas mengprin data manifes penumpang yang akan berangkat serta memberikan pengumuman seperti tetang kedatangan pesawat yang terlambat serta memberikan pengumuma tentang penumpang yang harus duluan masuk kedalam pesawat dan disesuaikan dengan warna boardig cardnya.Seperti penumpang yang butuh penanganan khusus “sakit” kemudian kelas bisnis lalu penumpang yang boarding cardny berwarna merah, biru,hijau dan yang terakhir berwarna coklat.
• Boarding door.
Petugas ini biasanya berjumlah dua orang petugas karena selain bertugas mengumpulkan boarding card penumpang yang akan masuk kedalam pesawat, petugas yang satunya lagi bertugas menghitung jumlah penumpang dengan alat penghitung agar jumlah dari awal hingga penumpang yang berangkat sama.
Proses dan procedure lost and found
• Petugas lost and found memberikan salam kepada penumpang ( greeting passenger ) yang akan melaporkan bagasinya yang hilang.
• Selanjutnya petugas lost and found meminta penumpang menunjukkan ticket, passport, dan tag numbernya.
• Kemudian petugas lost and found akan membuatkan property irregularity report (PIR) yang berisi informasi mengenai ciri – ciri tas yang hilang seperti merk, warna, ukuran, tanda khusus, dll.
• Petugas lost and found akan menanyakan alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi oleh petugas lost and found apabila tas sudah ditemukan.
• Setelah selesai membuat PIR, petugas lost and found dan penumpang akan tanda tangan serta tembusan PIR tersebut akan diberi kepada penumpang sebagai bukti apabila ia ingin meminta ganti rugi atas bagasinya yang hilang.
• Data bagasi yang hilang, oleh petugas lost and found akan dimasukkan ke computer dan di tracing ke seluruh dunia agar apabila ada bagasi yang ciri – cirinya sama dengan bagasi yang hilang akan di kirim ke tempat yang mencari bagasi tersebut.
• Pencarian bagasi tersebut dilakukan selama 14 hari, apabila lebih dari 14 hari bagasi tersebut belum diketemukan maka penumpang Dapat meminta ganti rugi kepada airlines.
• Ganti rugi diberikan berdasarkan berat tas yang hilang berapa kg. besar ganti rugi per kg yang diberikan kepada penumpang, tergantung kebijakan dari airlines yang bersangkutan.
• Apabila tag number penumpang hilang, maka petugas lost and found tidak membuatkan PIR kepada penumpang melainkan membuatkan lost of unchecked article report. Kertas laporan ini fungsinya hampir sama dengan PIR, yaitu laporan memeriksa bagasi hilang, hanya saja airlines tidak bertanggung jawab atas hilangnya bagasi tersebut sehingga penumpang tidak mendapatkan ganti rugi dari airlines.
• Apabila bagasi yang hilang sudah diketemukan, maka petugas lost and found akan menghubungi penumpang dan penumpang tersebut akan mengembilnya dengan mengisi tanda bukti serah terima bahwa penumpang tersebut sudah mengambil bagasinya

 

Prosedure keberangkatan penumpang :
Setiap perusahaan penerbangan harus menginformasikan, perkiraan waktu berangkat (estimated time of departure ) dan perkiraan waktu tiba / datang ( estimated of arrival ) yang harus tercantum di dalam time table, reservation, maupun monitor / display sign board di bandara sehingga calon penumpang bisa mempersiapkan diri.
Beberapa hal yang perlu disiapkan petugas check – in counter dibuka :
• Passenger manifest ( passenger name list )
• Boarding pass ( untuk manual )
• Baggage claim tag
• Label / tag lainnya, seperti security tag, priority tag, fragile tag, group tag, name tag, chacked baggage tag, dsb.
• Excess baggage ticket
• Seat allocation untuk special seat
• Purser information
• From passenger baggage weight sheet
• From passenger transfer message
• Limited release tag.
Hal pertama yang dilakukan penumpang ketika tiba di bandara adalah menuju ke check – in counter dengan membawa tiket, bagasi, dan tas tentengan ( kalau ada ). Setelah memeriksa tiket, petugas check – in counter akan menimbang bagasi untuk melihat apakah ada kelebihan berat atau tidak. Bila lebih, dan petugas akan memberikan excess baggage tiket sebagai tanda bukti pembayaran kelebihan itu. Stelah proses ini selesai, ia akan memberikan boarding pass dan potongan baggage claim tag, serta mengembalikan sisa tiket ( cover tiket ). Dari check – in counter dimana penumpang dibantu untuk membayar airport tax dan fiscal, penumpang menuju ke pemeriksaan imigrasi, lalu ke boarding gate untuk menunggu boarding time.
Untuk kenyamanan calon penumpang dan kelancaran kerja, para petugas check – in counter harus memperhatikan hal – hal sebagai berikut :
• Penampilan harus rapi, murah senyum, dan ramah.
• Harus mengetahui tata car check – in, antara lain :
– Bagaimana cara memeriksa tiket, passport, visa, surat kesehatan
– Cara mempersiapkan boarding pass
– Cara mempersiapkan baggage claim tag
– Cara membaca PNR atau PNL
– Cara membuat excess baggage tiket seandainya penumpang mempunyai kelebihan berat atas bagasinya
– Cara membaca buku TIM, ABC guide, TIMATIC ( travel information automatic )

a. Proses dan procedure di check – in counter
• Petugas mengucapkan salam ( greeting )
• Penumpang menyerahkan dokumen perjalanan kepada petugas :
• Passport
• Fiscal ( gratis bagi yang mempunyai NPWP )
• Electronic ticket
• Visa
• Dalam passport penumpang dilihat foto penumpang tersebut apakah sama dengan penumpangnya dan identitas penumpang di passport dan visa harus sama. masa berlaku passport dan visa harus lebih 6 bulan, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah di negara tujuan.
• Memasukkan nama penumpang di passenger list pada computer untuk mengetahui bahwa penumpang tersebut sudah melakukan reservasi sesuai dengan ticket yang ia miliki.
• Kemudian memasukkan data penumpang seperti genre penumpang, nomor seat penumpang, dsb.
• Setelah itu keluar boarding pass untuk penumpang tersebut dan ditempelkan label tax seharga Rp. 150.000,- yang harus di bayar penumpang, apabila penumpang tersebut tidak mempunyai NPWP, maka penumpang tersebut juga membayar sebesar Rp.2.500.000,-
• Kemudian petugas menimbang tas passenger :
• Apabila berat tas tersebut kurang dari 7 kg, maka tas tersebut bisa di bawa oleh penumpang itu sendiri dan menjadi tanggung jawab penumpang tersebut, tas seperti itu biasa disebut hand carry.
• Apabila berat tas tersebut lebih dari 7 kg, maka tas tersebut harus di jadikan bagasi. Free allowance bagasi yang didapatkan penumpang sesuai dengan kelasnya, yaitu business 30 kg, economi 20 kg, infant 10 kg, VIP 40 kg. berat tas penumpang tidak boleh melebihi free allowance, jika melebihi dari free allowance maka penumpang harus membayar excess baggage.
• Setelah ditimbang, petugas check – in membuat tag baggage penumpang tersebut dengan memasukkan jumlah berat tas dan banyaknya tas.
• Kemudian tag baggage yang keluar, diambil tag numbernya dan di tempelkan pada bagasi sebagai identitas diri agar jika sewaktu – waktu bagasi tersebut terpisah dari pemiliknya, bagasi tersebut bisa cepat – cepat di berikan kepada pemiliknya.
• Tas penumpang juga diberi label sesuai dengan kelas, dan apabila penumpang tersebut merupakan kelas bisnis atau frequent flyer maka penumpang tersebut juga akan mendapatkan fasilitas lounge.
• Setelah semuanya sudah selesai dan semua dokumen – dokumen penumpang sudah diperiksa oleh petugas kemudian petugas check- in counter menunjukkan dimana gate ( gate berapa ), nomor seatnya, jam keberangkatan, dan tag number bagasi pax tersebut.
b. Proses dan Prosedur Di Boarding Gate.
• Among.
Petugas ini pertama kali ditemui sewaktu digate,karena berada didepan pintu gatenya. Pertama petugas ini harus mengucapakan salam terlebih dahulu lalu meminta dokumennyauntuk diperiksa ulang setelah tadi diperiksa oleh petugas check-in, apakah kartu imigrasi sudah mendapatkan cap dari petugas imigrai atau belum dan menstepless kartu imigrasi dengan boerding passnya sambil mewawancarai penumpang.
• Boarding Pass Colector.
Setelah petugas among, penumpang akan menemui petugas boarding pass colector,petugas ini bertugas merobek bording pass yang sudah disatukan dengan kartu imigrasi kemudian sobekan boarding passnya satu diberikan kepada penumpang dan yang satu lagi yang ada kartu imigrasinya diberikan kepada petugas gate checker setelah itu penumpang di berikan boerding card yang dosesuaikan dengan nnomor tempat duduknya.Serta mengarahkan penumpang sesuai dengan warna boarding cardnya, seperti warna biru da merah menunggu disebelah kanan dan warna cokelat dan hijau menunggu disebelah kiri.

• Gate Cheker.
Petugas ini memasukkan data penumpang yang sudah masuk ke gate ke dalam komputr dengan cara memasukkan nomor tempat duduk penumpangnya.Dan setelah penerbangan petugas ini memberikan kartu imigrasi yaang sudah di sobek oleh petugas boarding colector kepada petugas imigrasi dn dihitung sesuai jumlah penumpang yang berangkat.
• Interprinter/Announcement
Petugas ini bertugas mengprin data manifes penumpang yang akan berangkat serta memberikan pengumuman seperti tetang kedatangan pesawat yang terlambat serta memberikan pengumuma tentang penumpang yang harus duluan masuk kedalam pesawat dan disesuaikan dengan warna boardig cardnya.Seperti penumpang yang butuh penanganan khusus “sakit” kemudian kelas bisnis lalu penumpang yang boarding cardny berwarna merah, biru,hijau dan yang terakhir berwarna coklat.
• Boarding door.
Petugas ini biasanya berjumlah dua orang petugas karena selain bertugas mengumpulkan boarding card penumpang yang akan masuk kedalam pesawat, petugas yang satunya lagi bertugas menghitung jumlah penumpang dengan alat penghitung agar jumlah dari awal hingga penumpang yang berangkat sama.
Proses dan procedure lost and found
• Petugas lost and found memberikan salam kepada penumpang ( greeting passenger ) yang akan melaporkan bagasinya yang hilang.
• Selanjutnya petugas lost and found meminta penumpang menunjukkan ticket, passport, dan tag numbernya.
• Kemudian petugas lost and found akan membuatkan property irregularity report (PIR) yang berisi informasi mengenai ciri – ciri tas yang hilang seperti merk, warna, ukuran, tanda khusus, dll.
• Petugas lost and found akan menanyakan alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi oleh petugas lost and found apabila tas sudah ditemukan.
• Setelah selesai membuat PIR, petugas lost and found dan penumpang akan tanda tangan serta tembusan PIR tersebut akan diberi kepada penumpang sebagai bukti apabila ia ingin meminta ganti rugi atas bagasinya yang hilang.
• Data bagasi yang hilang, oleh petugas lost and found akan dimasukkan ke computer dan di tracing ke seluruh dunia agar apabila ada bagasi yang ciri – cirinya sama dengan bagasi yang hilang akan di kirim ke tempat yang mencari bagasi tersebut.
• Pencarian bagasi tersebut dilakukan selama 14 hari, apabila lebih dari 14 hari bagasi tersebut belum diketemukan maka penumpang Dapat meminta ganti rugi kepada airlines.
• Ganti rugi diberikan berdasarkan berat tas yang hilang berapa kg. besar ganti rugi per kg yang diberikan kepada penumpang, tergantung kebijakan dari airlines yang bersangkutan.
• Apabila tag number penumpang hilang, maka petugas lost and found tidak membuatkan PIR kepada penumpang melainkan membuatkan lost of unchecked article report. Kertas laporan ini fungsinya hampir sama dengan PIR, yaitu laporan memeriksa bagasi hilang, hanya saja airlines tidak bertanggung jawab atas hilangnya bagasi tersebut sehingga penumpang tidak mendapatkan ganti rugi dari airlines.
• Apabila bagasi yang hilang sudah diketemukan, maka petugas lost and found akan menghubungi penumpang dan penumpang tersebut akan mengembilnya dengan mengisi tanda bukti serah terima bahwa penumpang tersebut sudah mengambil bagasinya

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: