Apa Sebenarnya Latar Belakang Buka Tutupnya Rute Merpati Airlines?


Nama             : Marlinda Putri Santoso

Nim                 : 224109276

Kelas              : ZU-09

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berita tentang adanya penutupan beberapa rute maskapai Merpati Airlines. Penyebabnya adalah tunggakan utang avtur sebesar 551 miliar rupiah kepada PT. Pertamina yang tidak mampu dibayar oleh Merpati (sumber : metrotvnews.com). Padahal sebelumnya Pertamina sudah menawarkan kesepakatan untuk mencicil utang tersebut dalam 3 tahap. Namun, pihak Merpati nampaknya masih saja “santai” menanggapinya. Oleh karena itu, langkah tegas untuk memberhentikan pasokan avtur kepada Merpati pun dilakukan Pertamina. Imbasnya, selain image Merpati yang menjadi buruk, tiket-tiket rute yang ditutup yang sudah dibeli oleh konsumen pun harus dikembalikan dan Merpati dikenakan kewajiban untuk membayar kompensasinya.

Belum seminggu berlalu tentang berita ini, kita semua dikejutkan lagi dengan berita Merpati sudah membuka rute-rute mereka yang kemarin ditutup. Alasannya, pihak Merpati sudah memiliki kesepakatan dengan pihak Pertamina untuk melunasi utangnya dalam 3 tahap. Tahap pertama Merpati akan membayar utangnya periode 2006-2007 sebesar 212 miliar dalam kurun waktu 7 tahun, tahap kedua sebesar 20 miliar dalam kurun waktu 2 tahun sedangkan tahap ketiga Merpati akan membayar utang berjalan 8,2 miliar setelah dana PPA (Perusahaan Pengelola Aset) cair pada tanggal 21 oktober 2011. (sumber : metrotvnews.com).

Banyak orang yang menyambut baik mengenai berita ini. Tetapi, saya mempunyai pertanyaan besar mengenai buka tutup rute ini. Mengapa Pertamina terkesan tidak matang dalam mengambil keputusan mengenai utang avtur yang menyebabkan Merpati menutup rutenya dan dalam jangka waktu yang cepat bisa membuka rute tersebut kembali?

Untuk itu saya bertanya kepada Bapak Arief Budiarto, SE. selaku revenue management staff di Merpati Airlines. Menurut Beliau, awalnya memang Pertamina sudah menawarkan pihaknya untuk melunasi utang avtur tersebut dalam 3 tahap. Tetapi, Pertamina hanya menginginkan prosedur cash and carry dimana pihak Merpati tidak dapat menyanggupinya. Sehingga terjadilah hal yang tidak diduga itu, terhentinya pasokan avtur. Dan mau tak mau, Merpati memang terpaksa menutup beberapa rute. Dari sinilah pihak Merpati lalu mencari jalan keluar agar penutupan rute ini tidak berlangsung lama. Akhirnya Merpati pun menyanggupi kesepakatan yang dibuat dengan Pertamina untuk membayar utang avturnya dalam 3 tahap, tetapi dengan prosedur membayar dengan cicilan bukan dengan prosedur cash and carry seperti yang ditawarkan pihak Pertamina sebelumnya. Adapun hal ini terjadi bukan karena pihak Merpati sengaja mengulur waktu maupun tidak ada niatan baik untuk membayar, tetapi masalah neraca keuangan yang belum sehat yang dimiliki oleh Merpati lah yang menjadi satu ganjalan untuk membayar utang avtur tersebut. Perlunya proses yang panjang untuk meminta kucuran dana dari pemerintah juga menjadi salah satu ganjalannya.

Dan menurut pendapat saya, seharusnya Pertamina pada awalnya tidak perlu sampai memberhentikan pasokan avtur untuk Merpati. Dilihat dari jalan keluar yang akhirnya ditempuh oleh kedua belah pihak yaitu melunasi utang dalam 3 tahap, yang mana pernah ditawarkan oleh Pertamina sebelumnya. Lantas, adanya pemberhentian pasokan avtur untuk Merpati bisa dibilang untuk mencari sensasi saja dan sebagai gertakan agar Merpati cepat melunasi utangnya. Dan bukankah dari hal ini Pertamina bisa dikatakan sebagai perusahaan yang labil dalam mengambil keputusan? Baru sebentar memberhentikan pasokan avtur, beberapa hari kemudian sudah mulai memasok avtur lagi. Seharusnya, sebelum Pertamina memutuskan untuk memberhentikan pasokan avtur tersebut, ia memikirkan secara matang kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa ditempuh antara kedua belah pihak. Bukan dengan cara seperti ini yang bisa merugikan semuanya. Lalu,  Pertamina dan Merpati sebagai sesama perusahaan milik pemerintah harusnya bisa saling mendukung, bukan malah saling menjatuhkan image mereka masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: