Saat Ada Awan, Tabrak Saja Atau Menghindar?


Nama: Annisa Nindya Kusuma

NIM: 224109343

Kelas: ZU09

Perlu diketahui sebelumnya bahwa awan sering kali berpengaruh pada penerbangan. Dan ada satu jenis awan yang sangat berbahaya dalam penerbangan, yaitu Cumulonimbus cloud (Cb).

( Cumulonimbus Cloud)

“Saat Ada Awan, Tabrak Saja Atau Menghindar?”

Lihat dulu jenis awan apa yang berada di depan kita. Melalui bantuan weather radar kita dapat melihat jenis awan tersebut, dan alat ini tentunya membantu seorang pilot untuk segera memutuskan untuk tabrak saja atau menghindar.

Warna yang terdapat pada Weather Radar adalah Green, Yellow, Red dan Magenta. Warna-warna ini menunjukan tingkat bahaya suatu awan. Warna yang menunjukkan awan berbahaya adalah warna magenta yang mengindikasikan pusat dari awan badai itu sendiri yang dapat mengakibatkan turbulensi hebat. Apabila warna pada weather radar menunjukan warna hijau okelah kita tembus tapi fasten belts ON jangan lupa. Tapi jika warna pada weather radar menunjukkan warna magenta itu mengindikasikan bahwa biasanya awan yang berada didepan kita adalah awan Cumulonimbus (Cb) dan sebaiknya kita menghindarinya.

Saat penerbang memutuskan untuk menghindarinya dengan belok kanan/kiri hal itu akan mengakibatkan kita menggunakan track aircraft lain. Seorang penerbang wajib melaporkannya kepada ATC agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan keputusan untuk menghindar ini tentu saja berakibat semakin jauhnya dari rute yang direncanakan dan konsumsi bahan bakar makin banyak terbuang. Dan ada tambahan fuel sebesar 6% dari perhitungan fuel yang diperkirakan untuk sampai di destinasi agar aircraft tidak akan kekurangan bahan bakar saat menambahkan jarak untuk berbelok saat menghindari awan.

Narasumber: Toto Hardiyanto Subagyo S.Pd, MM, PhD

Dosen pengetahuan pesawat udara dan manajemen strategi STMT Trisakti

 

Tanggapan:

Setelah mendapatkan pengetahuan baru tentang awan pada penerbangan, saya menyimpulkan bahwa cuaca adalah hal yang sangat berpengaruh dalam penerbangan. Cuaca buruk menjadi hal yang menakutkan dalam dunia transportasi udara. Manusia pada hakikatnya tidak dapat merubah dan mengakali cuaca tetapi dapat menghindarinya. Melalui alat teknologi, cuaca buruk yang kadang ditandai oleh angin dan awan dapat dihindari dengan bantuan alat tersebut. Narasumber menyatakan, saat warna hijau pada radar tetap diinformasikan bahwa “fasten belts ON” berarti walau dapat ditembus tetap membawa dampak turbulensi walaupun tidak separah warna magenta. Radar cuaca merupakan solusi bagi peningkatan keselamatan terbang mengingat banyaknya kasus kecelakaan adalah akibat cuaca buruk. Selain kemajuan teknologi yang semakin diharapkan dalam penerbangan, keputusan yang tepat dari seorang penerbang juga merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan keselamatan dan kenyamanan penumpang dalam menggunakan jasa transportasi udara.

Tabrak saja atau menghindar? Itu semua tergantung jenis awan apa yang berada didepan aircraft. Apabila berdalil ingin mengutamakan keselamatan dengan selalu menghindarinya itu bukan keputusan yang bijak karena ada awan tertentu yang masih bisa dilewati yang hanya mengakibatkan turbulensi kecil (dianggap tidak berbahaya). Karena apabila seorang penerbang selalu menghindari semua jenis awan, hal itu dinilai tidak ekonomis karena dengan semakin jauhnya rute akan mengakibatkan keterlambatan dan adanya penambahan pada fuel terbuang yang digunakan serta sedikit mengganggu penerbangan lain karena telah menerobos track penerbangan lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: