Apakah Dana Dari Pemerintah Untuk Pembayaran Avtur Merpati Hanya Wacana Belaka?


Nama : Herny Puspitasari

NIM     : 224109277

Kelas  : ZU 09

Belum lama terdengar kabar bahwa Merpati Nusantara Airlines menutup salah rutenya dikarenakan maskapai tersebut tidak mampu lagi membayar hutang avtur kepada pertamina. Benarkah berita tersebut? Apakah pemerintah tidak membantu masalah yang sedang dihadapi oleh Merpati?

Untuk mengetahui kabar sebenarnya terkait kasus tersebut saya telah mewawancarai seorang staff Revenue Management PT. Merpati Nusantara Airlines bernama Bapak Arief Budiarto, SE. Narasumber menjelaskan mulai dari mengapa Merpati tidak sanggup lagi membayar avtur, beliau menjelaskan bahwa pendapatan yang diterima Merpati lebih diprioritaskan untuk hal-hal lain seperti bayar sewa pesawat, asuransi, gaji pegawai, dan lain-lain. Apakah tidak mendapat anggaran khusus dari pemerintah? Narasumber menjelaskan bahwa meskipun Merpati masih berstatus sebagai BUMN, Merpati tidak memperoleh bantuan dana operasional rutin dari pemerintah. Sebenarnya bisa jika ingin mengajukan bantuan kepada pemerintah, namun ada prosesnya dan memakan waktu yang agak lama lalu belum tentu pemerintah menyetuji permohonan tersebut, bahkan pemerintah berencana tidak akan membantu Merpati lagi dalam keadaan apapun.

Akhirnya, solusi dari permasalahan tersebut adalah Pertamina tetap akan memasok avtur kepada Merpati dengan syarat Merpati harus berjanji untuk mengangsur hutang-hutangnya dahulu, ucap narasumber. Narasumber menambahkan, akibat dari kesepakatan antara Merpati dan Pertamina tersebut, rute yang semula ditutup kini kembali beroperasi. Pihak Merpati tidak menyalahkan pemerintah karena sulit untuk dimintai bantuan sebab pihak Merpati menyadari bahwa masih terdapat kelemahan pada manajemen keuangan di perusahaannya, seperti neraca keuangan yang belum sehat.

Saya tidak setuju terhadap sikap pemerintah yang sulit dimintai bantuan oleh Merpati, karena Merpati masih berstatus sebagai perusahaan BUMN yang notabennya adalah milik negara. Yang sangat disayangkan adalah neraca keuangan Merpati yang belum sehat, padahal jika manajemen keuangan perusahaannya baik, bisa saja Merpati menjual sebagian sahamnya kepada swasta sebagai upaya melunasi hutang-hutangnya. Hal tersebut dapat dilakukan ketika pemerintah benar-benar berhenti membantu Merpati yang jika diibaratkan adalah sebagai anak dari pemerintah. Untuk itu, mengapa tidak telebih dahulu membenahi faktor internal perusahaan? Neraca keuangan yang tidak sehat kemungkinan besar disebabkan karena manajemen yang kurang baik di dalamnya. Memang tidak mudah mengubah suatu manajemen dari yang tidak baik menjadi baik, tapi jika dilakukan dari sekarang dan dengan sungguh-sungguh, saya yakin suatu saat masalah-masalah yang terjadi tersebut tidak akan terjadi lagi. Pihak Merpati harus terlebih dahulu memiliki angan-angan agar perusahaannya menjadi perusahaan yang sehat, sehingga suatu saat jika ingin pemerintah tidak lagi menjadi bayang-bayang Merpati maka perusahaan akan dengan mudah untuk go public dan investor akan dengan mudah mempercayai bahwa saham yang dimiliki Merpati akan menjadi suatu keuntungan apabila memilikinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: