Hubungan Pendaratan Darurat Dengan Prosedur Keselamatan Penerbangan (Part 1)


Nama : Herny Puspitasari

NIM     : 224109277

Kelas  : ZU 09

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sering kita mendengar tentang kasus pesawat yang mendarat darurat di suatu tempat karena adanya gangguan pada pesawat itu. Suatu pesawat yang memutuskan untuk mendarat darurat harus memiliki standar prosedur keselamatan yang telah ditetapkan oleh masing-masing maskapai. Pendaratan darurat bisa dilakukan baik di darat maupun di air. Prosedur keselamatan untuk di darat dan di air berbeda meskipun tujuannya sama-sama untuk menyelamatkan pesawat dan penumpang yang ada di dalamnya.

Sebelum melakukan pendaratan darurat, pilot memberitahukan kepada penumpang jika pesawatnya akan segera mendarat darurat serta juga diberitahukan dimana pesawat tersebut akan mendarat darurat. Tetapi, pemberitahuan tersebut hanya dilakukan jika pilot masih memiliki waktu yang cukup sebelum pendaratan darurat dilakukan. Pramugari juga menginstruksikan para penumpang untuk menggunakan peralatan pengamanan yang tersedia di pesawat.

Contoh dari pendaratan darurat di darat adalah ketika sedang dalam posisi landing, pesawat mengeluarkan percikan api. Hal yang pertama dilakukan adalah pemadaman api oleh pihak keselamatan bandara, selanjutnya pramugari menyelamatkan penumpang dari pintu darurat. Dari sisi lain, untuk mengantisipasi pendaratan darurat yang dilakukan di air, pihak bandara membuat danau di sekitar bandara yang bertujuan sebagai tempat pendaratan darurat pesawat, seperti contohnya pada Bandara Soekarno Hatta yang di sekitarnya terdapat beberapa danau buatan.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah pendaratan darurat yang dilakukan di darat ataupun di air akan menjamin keselamatan para penumpangnya? Menurut saya semua tergantung dari cara pilot melaksanakan standar keselamatan yang telah ditetapkan, karena penetapan standar keselamatan sudah pasti tujuannya untuk melakukan pertolongan pertama jika sesuatu terjadi pada pesawat yang sedang melakukan penerbangan. Selain itu, skill dan jam terbang dari seorang pilot juga sangat menentukan keberhasilan dalam melakukan pendaratan darurat. Skill yang dimiliki seseorang akan semakin terlihat apabila orang tersebut memiliki jam terbang yang tinggi pada bidangnya, sama halnya dengan pilot. Seorang pilot yang memiliki jam terbang tinggi tentunya akan lebih memahami ketika sedang berhadapan pada kondisi pesawat yang sedang memiliki trouble, sehingga pilot tersebut dapat mengambil keputusan yang terbaik bagi pesawat yang sedang dikemudikannya, termasuk ketika akan melakukan pendaratan darurat.

 

B. Tujuan

  1. untuk mengetahui dan memastikan apakah pendaratan darurat aman dilakukan jika memenuhi standar keselamatan penerbangan yang telah ditetapkan.
  2. agar orang-orang percaya bahwa pendaratan darurat suatu pesawat akan menjamin keselamatan para penumpangnya jika dilakukan dengan standar keselamatan penerbangan yang benar.

Satu Balasan ke Hubungan Pendaratan Darurat Dengan Prosedur Keselamatan Penerbangan (Part 1)

  1. fenyna mengatakan:

    thanks for info na,,menarik bgt,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: