Keamanan Penumpang pada Strategi Bersaing dalam Persaingan Jasa Angkutan Udara (Part 1)


Nama : Annisa Nindya Kusuma

NIM     : 224109343

Kelas  : ZU’09

BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Pertumbuhan global tidak akan memiliki arti sama sekali, atau bahkan nyaris menjadi sulit berkembang tanpa terselenggaranya sistem angkutan udara yang baik. Salah satu fenomena yang menarik dalam perkembangan global adalah meningkatnya arus pergerakan barang dan orang. Tuntutan akan pergerakan orang dan barang semakin hari semakin tinggi intensitasnya. Tidak cukup hanya kepada kapasitas angkut yang harus senantiasa diperbesar, akan tetapi ternyata kebutuhan akan kecepatan menjadi semakin besar. Kemudian orang melihat dominasi angkutan udara menjadi berkembang dengan pesat.

Seratus tahun silam, pesawat terbang pertama di dunia yang diterbangkan oleh Wright Brothers pada tahun 1903 memiliki kecepatan yang sangat rendah dan hanya mencapai jarak tidak lebih dari 100 meter. Namun, dalam kurun waktu 66 tahun kemudian orang sudah dapat mendaratkan manusia di permukaan bulan. Tahun 1960an manusia baru mengenal pesawat yang dapat terbang tidak lebih dari 6 atau 8 jam saja. Akan tetapi sekarang sudah dapat terbang non stop, dari Singapura ke New York, yang jaraknya harus ditempuh dalam waktu 18 hingga 19 jam terbang. Gambaran itu semua menunjukkan bagaimana persaingan ketat telah terjadi dan akselerasi kemajuan teknologi telah turut memeriahkan arena angkutan global.

Banyaknya jumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di dunia termasuk Indonesia secara langsung menciptakan persaingan yang cukup ketat. Tingginya permintaan terhadap jasa angkutan udara, dan sifat dasar yang melekat pada semua bisnis yaitu upaya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya membuat masing-masing perusahaan jasa angkutan udara memiliki strategi bersaing untuk mengikuti arus persaingan pada jasa angkutan udara yang semakin ketat. Strategi yang digunakan bermuara pada satu hal yakni mencuri perhatian konsumen dan “menghipnotis”-nya untuk membeli jasa yang ditawarkan.

“PEMBELI ADALAH RAJA” slogan itu memang benar adanya, strategi yang dibuat oleh perusahaan jasa angkutan udara mengacu pada semua hal yang diinginkan oleh konsumen atau calon pembeli dalam bertransportasi udara. Dari yang terbesar sampai yang terkecil sekalipun, dari hal yang rasanya tidak mungkin menjadi mungkin, semua keinginan yang mungkin terbayangkan oleh konsumen atau calon pembeli menjadi dasar acuan pemilihan strategi bersaing mereka.

Namun pada prosesnya apakah setiap perusahaan tetap mengutamakan keamanan, keselamatan dan kenyaman penumpang dalam menggunakan jasa angkutan udara. Apakah setiap langkah strategi yang dipilih selalu mengusung keamanan, keselamatan dan kenyaman penumpang atau hanya keuntungan yang mencapai titik maksimum saja yang selalu dipikirkan oleh para pelaku bisnis transportasi udara. Dari uraian tersebut, pada tugas kali ini penulis tertarik untuk membuat penulisan dengan judul “KEAMANAN PENUMPANG PADA STRATEGI BERSAING DALAM PERSAINGAN JASA ANGKUTAN UDARA”

 B.   Tujuan Penulisan

  1. Untuk mengetahui strategi bersaing yang digunakan oleh beberapa maskapai.
  2. Untuk mengetahui tingkat keefektifan strategi bersaing yang digunakan.
  3. Untuk mengetahui tingkat keamanan, keselamatan dan kenyamanan penumpang terhadap pemilihan strategi yang digunakan.
  4. Untuk mengetahui hukum yang mengatur tentang persaingan penerbangan komersil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: