STUDI PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN (SAFETY MANAGEMENT SYSTEM) BANDAR UDARA DENGAN MEMPERHATIKAN RISIKO YANG BERSIFAT HAZARD (PART 3)


Nama : Rina Nur Wijayanti

Nim     : 224109099

Kelas  : ZU09

BAB II

Narasumber         : Bapak Wiyadi bertindak sebagai Koordinator Terminal 1 Bandara     Soekarno – Hatta.

Berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Administrator Bandar Udara International Jakarta Soekarno Hatta No : ADSH.07 / KB 505 / VIII / 09 tentang Program Pengamanan Bandar Udara International Jakarta Soekarno – Hatta, tingkatan hazard (ancaman) itu ditetapkan sebagai berikut :

  1. Kondisi Normal (Hijau) adalah kondisi yang sesuai dengan aturan yang ada. Tidak adanya ancaman tindakan melawan hokum terhadap penerbangan. Di dalam kondisi normal (hijau) ini yang bertindak sebagai komando dan penanggung jawab adalah kepala cabang utama PT (Persero) Angkasa Pura II Bandar Udara Internasional Jakarta Soekarno – Hatta.
  2. Kondisi Rawan (Kuning) adalah Ancaman yang berdasarkan informasi atau laporan adanya ancaman tindakan melawan hokum terhadap penerbangan. Di dalam kondisi rawan (kuning) ini yang bertindak sebagai komando dan penanggung jawab adalah Kepala Kantor Administrator Bandar Udara / Kepala Cabang Utama.
  3. Kondisi Gawat (Merah) adalah Ancaman yang berdasarkan informasi atau laporan adanya ancaman tindakan melawan hokum terhadap penerbangan yang spesifik berdasarkan tindakan nyata yang dapat dipertanggungjawabkan tingkat keakuratannya / kebenarannya. Di dalam kondisi gawat (merah) ini yang bertindak sebagai komando dan penanggung jawab adalah kepolisian Bandar Udara.

Penanggulangan  terhadap keadaan yang tidak terduga (airport contingency plans) seperti hazard (ancaman) bom di bandar udara itu merupakan tanggung jawab bersama dari Kepala Kantor Administrator Bandar Udara, Kepala Cabang Utama PT (Persero) Angkasa Pura II dan semua pelaksana kegiatan di Bandar Udara serta operator pesawat udara. Apabila ancaman terjadi saat jam kerja atau setelah jam kerja dan waktu yang diberikan saat ancaman  tersebut lebih besar dari 2 jam maka Kepala Kantor Administrator Bandar Udara dan Satuan Pengamanan Bandar Udara (Security Bandar Udara) harus berunding dan mengevaluasi ancaman tersebut dan tingkat responsenya. Dan apabila ancaman tersebut dipertimbangkan/dianggap serius, maka Pusat Operasi Darurat akan diaktifkan.

Dan berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Administrator Bandar Udara International Jakarta Soekarno Hatta No : ADSH.07 / KB 505 / VIII / 09 tentang Program Pengamanan Bandar Udara International Jakarta Soekarno – Hatta, langkah-langkah penanganan yang dilakukan adalah :

1.    Unit Kerja Pengaman Bandar Udara (Security Bandar Udara)

Apabila Unit Kerja Pengamanan Bandar Udara (Security Bandar Udara) menerima ancaman bom atau bahan peledak lainnya di dalam atau di sekitar bangunan atau fasilitas yang merupakan Daerah Lingkungan Kerja Bandar Udara segera memberitahukan Kepolisian Bandar Udara, Administrator Bandar Udara, Kepala Cabang Utama PT (Persero) Angkasa Pura II / OIC dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Tindakan response tambahan akan didasarkan pada arahan-arahan dari Kepala Kantor Administrator Bandar Udara seperti:

  1. Netralisasi lokasi penyimpanan bagasi
  2. Pencarian di daerah terminal
  3. Koordinasi dengan perwakilan institusi di luar bandara
  4. Membantu dan memonitor evakuasi fasilitas terminal
  5. Siapkan laporan tertulis insiden tersebut.

2.    Pusat Komunikasi Keamanan

Apabila pusat komunikasi keamanan menerima ancaman bom atau bahan peledak lainnya di dalam atau di sekitar bangunan atau fasilitas yang merupakan Daerah Lingkungan Kerja Bandar Udara, Pusat Komunikasi Keamanan menerima segera menginformasikan kepada Unit Kerja Pengamanan Bandar Udara (Security Bandar Udara) dan menunggu instruksi lebih lanjut sebelum memulai prosedur notifikasi.

Apabila Pusat Komunikasi Keamanan diperintahkan oleh Unit Kerja Pengamanan Bandar Udara (Security Bandar Udara) untuk memulai prosedur notifikasi, maka segera meneruskan informasi ancaman bom atau bahan peledak lainnya di dalam atau di sekitar bangunan atau fasilitas yang merupakan Daerah Lingkungan Kerja Bandar Udara kepada:

  1. Kepala Kantor Administrator Bandar Udara
  2. Kepala Cabang Utama PT (Persero) Angkasa Pura II / OIC
  3. Pemandu Lalu Lintas Udara (Air Traffic Services/ATS)
  4. Semua Operator Pesawat Udara, Pelaksana Kegiatan yang berada di bangunan tersebut
  5. Unit Kerja Fasilitas dan Pemeliharaan Bandar Udara, dan
  6. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara

3.    Unit Pertolongan Kecelakaan Pesawat Udara dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK)
Melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Menyiagakan peralatan gawat darurat PKP-PK dan personilnya
  • Menginformasikan kepada Unit Kerja Pengamanan Bandar Udara dan Unit Dinas Kesehatan Bandar Udara
  • Apabila diketahui lokasi ancaman segera mengirim unit-unit gawat darurat ke sekitar lokasi bom/bahan peledak.

Apabila bom meledak, tindakan-tindakan yang harus dilakukan:

  • Menyiagakan dan mengirim sesuai kebutuhan, unit gawat darurat PKP-PK tambahan kee lokasi ledakan.
  • Meminta ambulans, menghubungi Rumah Sakit setempat (local), atau jasa pelayanan medis lainnya serta memberitahukan fasilitas/peralatan yang dibutuhkan
  • Apabila kejadiannya fatal, Officer in-Charge dari unit-unit gawat darurat akan mengajukan permintaan fasilitas kamar jenazah sementara (jika dibutuhkan) kepada Kepala Kantor Administrator Bandar Udara

4.    Operator Pesawat Udara dan Badan Hukum Indonesia yang melakukan Kegiatan Jasa Bandar Udara

Apabila diberitahu tentang adanya ancaman bom yang ditujukan terhadap fasilitas atau bangunan yang ditempati atau sekitarnya harus melakukan prosedur pencarian bom/alat peledak lainnya di wilayah usaha masing-masing.

5.    Pemandu Lalu Lintas Udara (Air Traffic Services/ATS)

Memberitahu kepada pesawat udara yang mendarat bahwa bangunan terminal atau sisi udara untuk sementara ditutup karena adanya pencarian bom dan penaikan dan penurunan penumpang akan ditunda untuk sementara sampai situasi aman dan terkendali.

6.    Operasi Pencarian

Kepala Kantor Administrator Bandar Udara dan badan/institusi penegak hukum pendukung lainnya akan mengkoordinasikan program pencarian dan setiap pelaksana kegiatan di Bandar udara bertanggung jawab atas pencarian di wilayah usaha masing-masing.

7.    Temuan Bom dan Cara Pemusnahan

  • Bom atau benda yang diduga bom jangan dipindahkan atau diusik-usik
  • Penyelidikan dan penjinakan bom menjadi tanggung jawab Unit Penjinak Bom
  • Keseluruhan wilayah disekitar bom akan dievakuasi
  • Bidang Teknik Listrik dan Mekanikal akan segera diberitahu untuk memadamkan semua peralatan listrik/utiLintas di daerah tersebut untuk mencegah akibat lebih buruk dari kerusakan ledakan/kebakaran.
  • Daerah sekitar bom harus diisolasi hingga kedatangan personil ahli penjinak bom.
  • Cara penjinakan/pemusnahan benda yang diduga bom menjadi tanggung jawab Unit Penjinak Bom.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: