Peningkatan Pelayanan di Pesawat dengan Menerapkan “Beauty Care” kepada Penumpang First Class Khusus Penerbangan diatas 6 Jam (Part 3)


Nama : Devi Kusuma Wardani

Nim     : 224109098

Kelas  : ZU 09

BAB II

Tentang penerapan beauty care kepada penumpanng first class khusus penerbangan di atas 6 jam, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mendapatkan informasi dari sudut pandang air crew serta pihak manajemen airline. Karena dari dua sudut pandang tersebut kemungkinan penerapan beauty care dapat dinilai memberikan keefektifan dan efisien bagi maskapai penerbangan atau melainkan sebaliknya.

Menurut bapak Wismono Nitidihardjo, selaku kepala bidang INACA. Dan beliau sebelumnya bekerja di bagian sales marketing Garuda Indonesia.  “Apabila penerapan beauty care itu menjadi suatu inovasi untuk meningkatkan pelayanan bagi premium class, tidak masalah. Karena di era sekarang airline bersaing dalam services yang dapat memanjakan penumpang.”

Namun hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Unit kerja yang ahli di bidang beauty care. Dalam hal ini bukan pramugari, tapi ada suatu unit khusus bagi ahli kecantikan untuk melayani beauty care dalam pesawat bagi penumpang premium  class atau first class.
  2. Perubahan layout dalam pesawat.  Penerapan beauty care memungkinkan perubahan layout dalam pesawat. Karena akan mengorbankan seat di pesawat.
  3. Biaya tambahan memungkinkan terjadi. Hal terpenting untuk suatu penerapan beauty care service mengenai biaya tambahan memungkinkan untuk terjadi. Apabila beauty care dapat menjadi revenue tambahan bagi airlines, maka tidak ada salahnya dikenakan biaya tambahan. Dan biaya tambahan tersebut akan dikenakan pada biaya tiket penumpang.

Beliaupun menambahkan, penerapan beauty care service di dalam pesawat bagi penumpang premium class atau first class diperlukan perencanaan yang matang seperti dilakukan cost and benefit analysis.

Dari sudut pandang Lisa Aghita Siwi selaku pramugari Batavia Air. Penerapan beauty care service dirasa kurang bermanfaat, sebab yang dibutuhkan dari segi air crew adalah service care, keramahan dalam pelayanan kepada penumpang, cara penanganan penumpang dan safety pada saat penerbangan. Dan untuk dapat diterapkan pelayanan tersebut dibutuhkan unit kerja ahli di bidang beauty care yang mampu memberikan pelayanan tersebut bukan pramugari. Karena pendidikan yang diterimanya itu seperti: poice and grace, crew resource management, dangerous good, aviation security, safety, general aircraft, dan lain sebagainya. Kalaupun itu mungkin dapat diterapkan dan dilakukan oleh pramugari. Maka pramugari-pramugari akan diberikan pelatihan yang berkaitan dengan pemberian pelayanan kecantikan terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: