Keamanan Penumpang pada Strategi Bersaing dalam Persaingan Jasa Angkutan Udara (Part IV)


Nama: Annisa Nindya Kusuma

NIM: 224109343

Kelas: ZU’09

BAB II

 

Strategi bersaing dalam bisnis akan berjalan dengan baik apabila perusahaan mampu meraih keunggulan kompetitif terhadap para pesaingnya. Keunggulan kompetitif ini akan memudahkan perusahaan untuk meraup keuntungan lebih besar dan dapat menjaga eksistensi dalam persaingan. Namun seperti yang dikatakan narasumber, strategi bersaing yang seharusnya dalam persaingan jasa angkutan udara adalah tetap menjaga safety.

Menggunakan inovasi baru sebagai strategi bersaing untuk menghadapi persaingan pasar adalah cara yang efektif untuk memenangkan pasar yang ada. Inovasi “ekstrem” yang datang dari bisnis jasa angkutan udara belakangan ini mulai ramai diperbincangkan. Sebut saja Ryanair dengan berbagai inovasi gilanya yaitu menawarkan jasa penerbangan jarak pendek dengan desain kursi berdiri atau vertical seat dan wacana strategi efisiensi peniadaan co-pilot dari cockpit (VIVAnews.com).

Inovasi vertical seat merupakan produk menarik yang ditawarkan untuk calon penumpang, karena penumpang dapat melakukan penerbangan jarak pendek dengan biaya yang sangat murah dan adapun keuntungan inovasi tersebut bagi perusahaan yakni dapat menekan cost begitu pula dengan wacana strategi efisiensi peniadaan co-pilot yang juga dianggap dapat menekan cost. Tetapi jika dilihat dari sisi keamanan dan keselamatan penumpang, strategi ini sangat berbahaya. Keselamatan merupakan prioritas utama di dunia penerbangan, segala macam strategi yang diterapkan oleh pelaku bisnis jasa angkutan udara harus mengikuti ketentuan dan peraturan yang ada.

Menurut Hari Laksono (Alumni Aviation Safety Management USC, Mantan Direktur Utama IPTN) dalam blog infopenerbangan.com Ada tiga unsur yang memberikan kontribusi pada keselamatan penerbangan. Pertama, pesawat terbangnya sendiri. Bagaimana pesawat itu didesain, dibuat, dan dirawat. Kedua, sistem penerbangan negara, airport, jalur lalu lintas udara, dan air traffic controls. Ketiga, airlines flight operations yang berkaitan dengan pengendalian dan pengoperasian pesawat di airlines. Dan pada point pertama adalah hal yang harus diperhatikan pihak Ryanair dalam merencanakan desain kursi berdiri yang dianggap menyalahi aturan keselamatan.

Berbagai inovasi “gila” yang dirancang oleh maskapai asal irlandia ini terbentur oleh persetujuan otoritas penerbangan sipil yang terkait. EuroControl and European Aviation Safety Agency (EASA) adalah otoritas yang menolak strategi inovasi Ryanair dengan alasan safety dan security. (EASA adalah lembaga yang berperan dalam meregulasi penerbangan Uni Eropa). Dalam situs laman guardian.co.uk  juru bicara EASA mengatakan bahwa inovasi itu belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak mungkin disertifikasi dalam waktu dekat. Persyaratan keselamatan EASA cukup ketat, vertical seat dianggap berbahaya menurut perhitungan keselamatan saat menahan diri selama take-off, landing dan turbulensi, serta tidak dilengkapinya crashworthiness kursi penerbangan yaitu kemampuan seat untuk menahan gaya gravitasi, evakuasi dan isu-isu mudah terbakar.

Ada kebebasan dalam merancang strategi bersaing di dunia transportasi udara, namun semua itu harus dilandasi dengan keselamatan yang diutamakan bukan hanya keuntungan yang selalu dimaksimalkan. Karena peraturan yang sangat ketat pada bidang ini dan terdapatnya lembaga-lembaga nasional maupun internasional yang selalu memonitori, menuntut semua perusahaan untuk selalu mengutamakan keselamatan (tertuang pada ICAO Annex 13).

Pada dasarnya semua strategi dirancang untuk menjawab keinginan penumpang yang setiap perusahaan memiliki cara yang berbeda. Contoh lainnya adalah penerapan layanan WiFi onboard. Strategi yang diramalkan dapat menaikkan volume penjualan karena internet telah menjelma menjadi kebutuhan penting kapanpun dan dimana saja ini tidak dapat begitu saja diterapkan. Menurut salah seorang mantan peniliti ICAO Dessy Aliandrina, Boeing 787 Dreamliner dengan inovasi penggunaan internet onboard 2 tahun lalu sempat ditentang oleh FAA dan juga ICAO karena berpotensi para hacker membajak pesawat. Dan ketika membicarakan strategi efisiensi lainnya yakni penerapan biofuel atau pesawat yang berbahan bakar minyak goreng (VIVAnews.com), inovasi yang dapat mengurangi emisi karbon dan menyiasati harga avtur yang melambung tinggi itu juga tidak begitu saja bisa diterapkan, ada tahapan percobaan yang dapat memastikan bahwa inovasi ini aman dan menjamin keselamatan penumpangnya sampai pada tujuan.

Hal tersebut merupakan bukti bahwa dalam pelaksanaannya, jasa angkutan udara dituntut untuk tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan. Strategi apapun jika harus mengorbankan point yang paling penting yakni keamanan dan keselamatan hanya akan menjadi wacana mentah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: