Penyatuan Zona Waktu Tak Selesaikan Masalah Logistik


Pengamat ekonomi Didik J. Rachbini menilai baik rencana penyatuan zona waktu Indonesia oleh pemerintah. Tetapi, menurut dia, satunya zona waktu tidak serta-merta bisa menyelesaikan masalah logistik.

“Tidak ada hubungannya dengan logistik. Kalau ada itu ngarang. Urusan logistik harus diselesaikan dengan kebijakan logistik bukan dengan mengutak-atik zona waktu,” ujar Didik dalam pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa (13/3/2012).

Misalnya saja, terang dia, permasalahan dalam transportasi laut di mana ongkos logistik di Indonesia yang paling mahal di dunia tidak akan berubah seiring dengan diberlakukannya satu zona waktu. Begitu pula masalah penanganan bongkar muat kapal di pelabuhan yang lama, tidak selesai dengan bergabungnya Waktu Indonesia Barat (WIB), Tengah (Wita), dan Timur (WIT).

“Pelabuhan berjejal (karena) paling lama handling-nya. (Ini) tidak akan berubah dengan perubahan zona waktu. Sekarang handling pelabuhan di Indonesia perlu 5,5 hari. Di Singapura cukup sehari,” tambah dia.

Jadi, Didik menegaskan, rencana penyatuan zona waktu oleh pemerintah tidak lantas mengubah sistem logistik menjadi efisien.

“Apa itu bisa berubah dengan zona waktu berubah? Inefisiensi harus diubah dengan kebijakan pembangunan logistik yang baik bukan ngarang mengaitkan dengan zona waktu,” kata Didik.

Tetapi, ia tetap memandang baik rencana pemerintah. Menurut dia, penyatuan zona waktu dengan menggeser maju jam sesuai acuan Wita berarti masyarakat lebih giat dalam ekonomi dan menjalankan aktivitas sehari-hari lebih awal khususnya bagi masyarakat yang tinggal di zona WIB.

“Indonesia masuk ke dalam transaksi lebih dini sehingga lebih banyak peluang ekonomi. Ini ide baik dan bisa diteruskan,” pungkas Didik

Seperti diwartakan, pemerintah berencana mengubah tiga zona waktu menjadi satu dengan acuan Wita atau GMT+8. Pemerintah khususnya Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) menyatakan bahwa satunya waktu akan meningkatkan pengaruh performa bisnis jasa logistik di semua lini. Salah satunya adalah dunia penerbangan. Industri tersebut diperkirakan bisa mendapatkan manfaat seperti efisiensi crew overnight dan peningkatan volume konsumen penerbangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: