Pelayanan Terhadap Penumpang Domestik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta


Nama dan NIM :

Dikyleo zayanurrizal        ( Ketua Kelompok – 2241 09 041)

Esty setyorini                     (2241 09 081)

Niken larasati                      (2241 09 113)

Aflia sari                                (2241 09 192)

Kelas     : ZU 09

Latar belakang     

Skala mobilitas yang tinggi yang terjadi pada masyarakat indonesia akhirnya menuntut segala sesuatunya serba efektif dan efisien, dari sisi transportasi, Salah satu moda  transportasi yang sering digunakan saat ini adalah transportasi udara yang memerlukan infrastruktur pendukung berupa bandar udara, dimana bandar udara berskala besar dikelola oleh PT. (Persero) Angkasa Pura yang merupakan Badan Usaha Milik Negara dibawahi oleh Departemen Perhubungan.

Melihat semakin meningkatnya traffic perjalanan melalui udara, semakin pula menuntut pihak pengelola jasa kebandarudaraan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa bandar udara. Bandar udara selama ini telah dipersepsikan sebagai pintu gerbang suatu daerah, wilayah bahkan negara, dan juga telah menjadi simbol prestise tersendiri yang akan diingat oleh penumpang pesawat udara baik domestik maupun internasional. Bahkan saat ini pelayanan bandara yang prima akan menjadi refleksi dari pelayanan pariwisata, mengingat bandara tidak lagi menjadi gerbang keluar-masuk penumpang semata tapi juga menjadi sarana rekreasi, hiburan, dan pusat pelayanan informasi pariwisata.

Dewasa ini moda transportasi udara tidak hanya bisa di nikmati oleh penumpang yang berkantong tebal saja, dengan adanya sistem LCC (Low Cost Carrier) memungkinkan para pengguna jasa yang notabene kelas menengah kebawah dapat menikmati fasilitas perjalanan udara ini, namun dengan peningkatan jumlah penumpang, ternyata  tidak berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan terhadap penumpang domestik, biasanya para petugas kurang menghormati para penumpang yang dinilainya hanya dari kalangan menengah, padahal standar pelayanan bandara telah diatur secara internasional, disini pelayanan publik sangat berperan, tidak hanya soal keramahan para petugas, namun juga masalah kebersihan, kesejukan, keterampilan para petugas bandara, kejelasan mengenai prosedur layanan sampai kemudahan penumpang mendapatkan informasi  harus sangat diperhatikan, maka dari itu perlu dilakukan revolusi secara bertahap didalamnya mungkin dapat di mulai dari sistem perekrutan SDM yang selektif.

Ada beberapa fakta yang kami dapatkan mengenai kurangnya pelayanan dibandara, sumber ini kami dapat dari internet berdasarkan komentar pengguna jasa transportasi udara, di antaranya:

  1. Penumpang terminal 1 b merasa kurang nyaman karena ruang yang terbatas, sehingga penumpang menunggu dengan duduk di troli dan di lantai, tidak ada penanganan khusus dari petugas.
  2. Petugas tidak memberi arahan terhadap penumpang.
  3. Kurangnya kecekatan dalam membantu para penumpang melalui proses keberangkatan berdasarkan prosedur yang ada sehingga dapat memperlambat  proses perjalanan yang akan dilakukan
  4. Bandara internasional Soekarno-Hatta merupakan representasi wajah Indonesia. Namun, kesan kurang terawatnya fasilitas umum bandara, parkir semrawut, masih adanya calo, anak penyemir sepatu dan taksi gelap belum diperhatikan maksimal pihak pengelola bandara.
    “Ya mau bagaimana lagi, mungkin sudah menjadi kultur. Orang Indonesia itu susah diatur,” katanya. Dudi mengakui, hal semacam itu sering dibahas dan ditindaklanjuti, tapi tetap saja muncul kembali.
  5. Sebagai contoh, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang menjadi masterpiece bandara di Tanah Air, kualitas kebersihannya masih sangat kurang. Sejumlah toilet di terminal domestik masih jorok dan tercium aroma tak sedap. Bahkan, tak jarang pengunjung mendapati toilet dengan lantai yang licin, serta minimnya ketersediaan air dan tisu. Banyak pengunjung membatalkan niat mereka untuk masuk ke dalam setelah melihat kondisi buruk dan bau menyengat dari pintu toilet. #sinar harapan
  6. Sekitar jam 12.15 saya baru masuk ke ruang tunggu A5. Petugas yang berjaga di depan pintu masuk bilang bahwa penerbangan ke Kendari masih on-schedule. Jadi saya bisa tenang dan tak perlu repot mencari-cari tempat duduk kosong di ruang tunggu tersebut. Bagaimana tidak repot, lha wong ruangan besar yang dibagi dua bagian, kanan dan kiri itu sudah penuh sesak dengan orang-orang dan barang-barang yang memenuhi tempat duduk. Saya perkirakan setiap bagian di ruang tunggu itu tersedia sekitar 200 kursi. Jadi sebenarnya cukuplah untuk menampung dua kloter penumpang dengan dua jurusan yang berbeda. Setahu saya, sebelum masuk ke ruang A5, ada keterangan bahwa saat itu ada dua jurusan berbeda, yakni ke Semarang dan Kendari yang harus menunggu di ruang itu. Namun, herannya ruangan itu begitu penuh dan ramai. Tak sedikit calon penumpang yang tidur di kursi hingga memakan jatah dua kursi. Ada juga yang meletakkan tas besar di kursi, seolah calon penumpang lain yang mesti berdiri atau duduk di lantai memang kebal dari rasa pegal. “lifestyle.kompasiana.com”

Oleh karena itu kami disini merasa tertarik untuk menganalisa dan melakukan survey langsung mengenai pelayanan bandara soekarno hatta di terminal                 1 A, B , C, karena kami pikir pelayanan adalah hal yang paling penting yang harus terus di kembangkan dan di lakukan evaluasi secara berkelanjutan serta menjadi tugas bagi pengelola untuk menjaga keeksistensiannya karena dari pelayanan inilah semuanya akan berdampak, dari segi positif dan negatif yang nantinya akan berpengaruh pada keseluruhan sistem. Dan untuk memperbaiki itu semua akan lebih baik berawal dari pengguna jasanya.

Tujuan

Dari hasil analisa ini kami survey di maksudkan untuk pembelajaran kita bersama dan memberikan masukan/solusi dan kritik terhadap instansi terkait mengenai pelayanan yang di berikan terhadap penumpang, sehingga impian kita mempunyai bandara dengan sistem pelayanan yang baik dapat terwujud.

Target responden

Target responden kami adalah semua penumpang dan semua pegguna jasa bandara domestik di bandara Internasional Soekarno Hatta.

 

Pembagian tugas

Dikyleo zayanurrizal         : ketua

Esty setyorini                        :anggota (pengumpul data)

Niken larasati                        :anggota (pengumpul data)

Aflia sari                                 :anggota (pembuat draft Kuisioner)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: