Palihan Urutan Pertama Calon Lokasi Bandara Pengganti Bandara Adisucipto


Nama : Daniel Ardika Oktavianus

Nim    :  2241 09 306

Kelas : S1 MTU C

Ground Handling 2

 

Palihan Urutan Pertama Calon Lokasi Bandara Pengganti Bandara Adisucipto

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

Wilayah Desa Palihan , Kecamatan Temon menempati urutan pertama dari hasil penelitian sembilan titik yang diajukan menjadi lokasi pembangunan bandara internasional pengganti Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

Wilayah Desa Palihan menempati urutan pertama dari sembilan titik lain. Ke-9 titik itu terdiri Bugel-Pleret, Sentolo di Kulonprogo, Pajangan dan Plered di Bantul, Minomartani dan Kalasan di Sleman, Playen dan Gading di Gunungkidul karena sudah memenuhi syarat sebagai lokasi pembangunan bandara internasional.

Selain luas lahan mencukupi sesuai permintaan dari investor yang meminta panjang lahan minimal 5,4 kilometer dan lebar 1,1 kilometer, wilayah tersebut  didukung dengan dimasukkannya rencana pembangunan bandara Raperda RTRW kabupaten. Sedangkan titik-titik lainnya di kabupaten lain belum dimasukkan ke dalam perda RTRW.

Budi menjelaskan, meskipun wilayah Palihan sudah menempati urutan pertama, Angkasa Pura masih terbentur masalah keberadaan radar udara di Congot.  (Tribunjogja.com)

Komentar:

Menurut saya jika pemilihan Palihan masih terbentur dengan keberadaan radar udara yang memiliki peranan penting dalam pengamanan wilayah udara nasional, sebaiknya Angkasa Pura mencari lokasi lain untuk membuat bandara baru.

Karena Jika memaksakan membangun bandara di daerah Palihan dengan standar Internasional, Angkasa Pura harus memindah radar udara ketempat lain, dan dalam mencari titik yang baru memerlukan penelitian yang cukup lama dan dengan biaya yang sangat besar.

Ada opsi lain untuk tetap bisa membangun Bandara di daerah Palihan yaitu dengan merubah rencana lebar runway dari 1,1 km menjadi 800 meter sehingga tidak mengganggu keberadaan radar udara, hanya saja jika merubah lebar runway bandara yang akan dibuat tidak akan sesuai standar Internasional.

Tetapi sebaiknya Angkasa Pura tetap sesuai rencana yaitu membuat bandara standar Internasional dan mencari lokasi lain agar tidak terbentur dengan keberadaan radar udara, dan dalam pemilihan lokasi harus memperhatikan akses dan jarak tempuh bandara ke pusat kota.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: