Menelusuri Masalah Keterlambatan Pesawat


Nama : Sela

NIM : 224109070

Kelas : C

Menelusuri Masalah Keterlambatan Pesawat

            Keterlambatan pesawat dalam dunia penerbangan merupakan mimpi buruk bagi konsumen di manapun berada. Penundaan penerbangan akan menyebabkan kita terlambat menghadiri pertemuan, pemakaman atau mengejar jadwal pesawat lanjutan. Kejengkelan akan bertambah ketika tidak memperoleh kompensasi dan informasi yang jelas, baik dari staf penanganan darat (ground handling) maupun staf maskapai penerbangan di ruang tunggu bandara.

Menurut International Air Traffic Association (IATA), penyebab keterlambatan di industri penerbangan ada 110 kategori dan bukan hanya disebabkan oleh kesalahan maskapai penerbangannya. Namun tetap saja kita sebagai konsumen akan menyalahkan maskapai penerbangan atas keterlambatan yang terjadi. Antara lain, keterlambatan dapat terjadi karena regulator (Direktorat Angkutan Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara) mengizinkan 3 pesawat lepas landas pada menit yang bersamaan di slot jam-jam sibuk pagi maupun sore hari (golden time), sementara bandara hanya mempunyai 1 landasan pacu.

Keterlambatan juga dapat terjadi karena sistem on line di meja check in rusak. Sementara saat ini hampir semua penerbangan menggunakan sistem on line dalam proses pemesanan tempat duduk. Akibatnya jika sistem check in rusak, maka petugas check ini tidak dapat memberikan nomor kursi yang diminati karena konsumen hanya mempunyai nomor booking, bukan tiket.

Pesawat bisa juga terlambat karena sistem pengaturan awak kabin kacau atau kerusakan pesawat atau ada konsumen yang masih ditunggu karena proses di imigrasi panjang antriannya atau cuaca buruk di bandara keberangkatan maupun kedatangan atau ada penumpang yang sudah check in dan bagasi sudah masuk ke pesawat, tiba-tiba membatalkan penerbangan karena berbagai alasan. Untuk itu petugas kargo maskapai penerbangan tersebut harus mencari dan menurunkan koper penumpang tersebut dan sebagainya.

Menurut saya keterlambatan penerbangan seperti itu sebenarnya merugikan pihak maskapai karena akan menambah biaya operasional, seperti membayar perpanjangan jam operasional bandara juga memberi layanan ekstra kepada penumpang. permasalahan yang paling krusial adalah perihal manajemen waktu. Pasalnya, dengan rute terbang yang cukup banyak, harusnya setiap airlines mampu mengatur waktu penerbangan dengan baik serta terus berbenah diri dalam meningkatkan pelayanan terutama keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first). Untuk meningkatkan pelayanan, serta melakukan peremajaan armada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: