BISNIS AIRLINE, JUDI atau GENGSI ? (PART I) (REV01)


Kelompok : 1

Ketua :

Netti Yuliarti (2241.10.176)

Anggota :

Elparida Arni B (2241.10.133)

Claudia Kartika C (2241.10.163)

Kelas : S1 ZU10

PENDAHULUAN

Banyak hal menarik yang dapat kita peroleh dari dunia penerbangan, salah satunya adalah bisnis airline yang semakin menggiurkan. Bisnis airline selalu saja mengundang rasa ingin tahu dan membuatnya bagaikan rasa manis yang menggoda untuk dicicipi banyak orang. Apalagi bisnis ini dikenal sebagai bisnis yang flamboyan. Namun apakah benar bisnis airline mampu mendatangkan keuntungan yang melimpah bagi sang empunya bisnis? Coba kita cari tahu.

Ada sebuah anekdot yang sering terdengar mengenai bisnis airline yang berbunyi : “How to make a millionaire? Just find a billionaire and get him/her to take an airline!”. Dari anekdot ini sama sekali tidak tercermin bahwa bisnis airline adalah bisnis yang paling mendatangkan keuntungan. Sebaliknya dalam top 10 bisnis berskala besar dunia, bisnis airline hanya menempati peringkat ke 7, sedangkan peringkat pertama justru ditempati oleh bisnis pertambangan (minyak bumi). Mengapa demikian? Antara lain karena membutuhkan capital yang sangat besar, sementara keuntungan yang bisa diraih dari bisnis aviation ini sangat kecil. Jadi sebaiknya jika ingin mendirikan sebuah airline, harus dikelola oleh orang yang betul-betul menguasai bidang aviasi, sehingga “memungkinkan” untuk dapat memperoleh benefit atau revenue yang layak.

Nah, itu sebabnya, biasanya, bisnis airline selalu dimulai oleh pemerintahnya terlebih dahulu. Hal ini berlaku diseluruh dunia. Karena dapat dengan mudah memperoleh capital yang besar dari penginvestasian subsidi. Selain itu juga sebagai symbol Negara di mata dunia, atau dikenal dengan The Flag Carrier, yang dapat membawa Indonesia ke dunia internasional melalui penerbangan.

Lalu mengapa bisnis airline tetap saja merangsang untuk digeluti? Ada dua hal yang menyebabkan bisnis airline terasa sangat atraktif, yang pertama adalah “gengsi”. Seperti dikatakan sebelumnya, bisnis ini dikenal sebagai bisnis yang flamboyan yang diyakini hanya merupakan bisnis kalangan atas. Wah ini jelas, wongmodalnya saja triliunan kok. Maka dari itu banyak anggapan bisnis airline dapat meningkatkan derajat si pemiliknya. Yang kedua adalah “cash flow yang tinggi”. Padahal sudah banyak diketahui bahwa dalam bisnis ini, yang terjadi yield-nya sangat rendah. Justru kemungkinan untuk meruginya yang terbilang besar. Bayangkan berapa cost yang harus dikeluarkan untuk setiap penerbangan, hanya untuk biaya bahan bakar saja diperlukan berjuta-juta rupiah untuk memenuhi kebutuhan beribu-ribu liter avtur. Belum lagi kendala-kendala lain yang dapat menghambat pemasukan cash, seperti risiko bencana alam, regulasi pemerintah, kondisi ekonomi dan sosial dan lainnya. Dalam hal ini diberikan dua jempol bagi pemerintah Indonesia, yang sudah memberlakukan persyaratan yang lebih “ketat” bagi investor yang ingin membuka bisnis airline.

Namun lagi-lagi masih saja banyak orang yang berbondong-bondong untuk membuka bisnis airline. Yang disayangkan, kebanyakan dari mereka yang mendirikan airline, kurang mengetahui seluk beluk dunia aviasi. Banyak juga dari mereka yang hanya mementingkan besarnya tingkat profit yang dapat diperoleh, sehingga faktor safety menjadi sedikit terabaikan. Maka pendirian bisnis ini hanya menjadi aktivitas judi.

Itulah yang terjadi, sehingga banyak saja airline yang runtuh akibat kurangnya pengetahuan maupun modal. Tetapi apapun masalahnya, bisnis airline tetap menjadi bisnis berskala besar yang di satu pihak mampu menarik pemiliknya hingga ke atas langit ke-7, namun di pihak lain justru dapat mendorong pemiliknya hingga terjerembab ke jurang tak berdasar. Sungguh ironis.

Sumber : http://top10.web.id/bisnis/10-bisnis-skala-besar-dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: