PILOT LALAI, PENUMPANG LUNGLAI


Kelompok 9

Tugas 2

1.Ketua :              – Diana Fatma Raininta (2241.10.308)

2.Anggota :         -Mia Rahmah (2241.10.329)

-Nita Nurjanah (2241.10.313)

-Novi Arista (2241.10.321)

KELAS : ZU’10

LANDASAN TEORI

Dalam dunia penerbangan hal yang diprioritaskan adalah keselamatan penerbangan yang mencakup  beberapa aspek sebagai penunjang keselamatan, salah satunya adalah pilot sebagai aspek sumber daya manusia yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh awak pesawat dan penumpang. Oleh karena itu sangatlah penting bagi pilot untuk memiliki lisensi dan standardisasi yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku, selain itu profesionalitas pun dibutuhkan agar menghasilkan penerbangan yang aman dan nyaman.

Penting bagi seorang pilot untuk memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan dalam surat edaran dengan No AV/Jh6D I DKUPPU /t.:2..pe 1111/2011 yang mengharuskan setiap pilot hanya diperbolehkan menerbangkan pesawat tidak lebih dari 30 jam dalam seminggu, 110 jam dalam satu bulan kalender dan tidak lebih dari 1.050 jam dalam satu tahun kalender.  Hal ini merupakan ketentuan yang digunakan sebagai penunjang untuk keselamatan penerbangan, namun dalam kenyataannya masih ditemukan beberapa pilot yang telah melanggar jam terbang sebagaimana diatur pada peraturan yang berlaku. Bagi pilot yang melanggar, maka akan dikenakan sanksi berupa pembekuan sertifikat selama 1 sampai 6 bulan dan/atau pencabutan sertifikat. Sanksi kedua diajukan ke pengadilan dengan sanksi pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000,00.

Pada contoh kasus lainnya, salah satu maskapai penerbangan yang pilotnya pernah terlibat kasus narkotika dan sempat mengancam keselamatan penumpang dalam penerbangan membuat pencitraan terhadap pilot menurun. Hal tersebut membuat masyarakat berfikir bahwa bepergian menggunakan pesawat terbang menjadi tidak aman. Bagi pilot yang menggunakan narkotika akan dijerat undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan obat-obatan terlarang, selain itu sanksi lainnya adalah pencabutan lisensi dan sertifikasi kerja. Dengan begitu diharapkan pilot Indonesia dapat lebih introspeksi diri dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: