Negligent Pilot, Limply Passengers

14 Desember 2012

Group 9

Name :     1. Leader  : Diana Fatma Raininta (2241.10.308)

2. Members          :  -Mia Rahmah (2241.10.329)

-Nita Nurjanah  (2241.10.313)

-Novi arista (2241.10.321)

Class                            : ZU-10

Task                             : 1-5

 

 

 

CHAPTER I

INTRODUCTION

 

As we know the demand for air transport services in the present moment is very high, we can’t deny that advances in the world of transportation has become more sophisticated with the times and technology, particularly air transportation are worldwide.

 

Air transport is the transport of high risk that can’t be arbitrary to run in terms of both technical and operational activities performed by airline employees, and therefore the operation of aircraft required of pilot flight crew especially suitable to standardization and have a license, for safety aviation a priority in aviation.

 

The pilot is a person who operates an aircraft and are fully responsible for the safety of all crew and passengers on the flight. In addition to the standardization and a pilot license also requires professionalism in carrying out their duties. In the world of aviation incidents and accidents often occur due to negligence airline pilot. Our goal compose the theme of this paper is to discuss the performance of pilots associated with passenger safety in aviation.

 

 

 

 

 

CHAPTER II

THEORETICAL

 

In the aviation world the priority is the safety of airlines that includes several aspects as supporting safety, one of which is a pilot as an aspect of human resources are fully responsible for the safety of all crew members and passengers. It is therefore extremely important for pilots to be licensed and standardization in accordance with applicable law, any professional other than that required to produce a safe and comfortable flight.

 

It is important for a pilot to observe the applicable provisions as set by the Director General of the circular under No. AV/Jh6D I DKUPPU / t.: 2 .. pe 1111/2011 which requires each pilot to fly the plane only allowed no more than 30 hours a week, 110 hours in a calendar month and no more than 1,050 hours in a calendar year.

 

It is a clause that is used as a support for aviation safety, but in reality there was found a few pilots who have violated flight hours as stipulated in the regulations. For pilots who violated, it will be penalized in the form of a certificate suspension for Baca entri selengkapnya »

Iklan

PILOT LALAI, PENUMPANG LUNGLAI

18 Oktober 2012

KELOMPOK 9
DIANA FATMA RAININTA  2241.10.308 (KETUA)
MIA RAHMAH  2241.10.329
NITA NURJANAH  2241.10.313
NOVI ARISTA  2241.10.321
ZU’10
TUGAS 5
KESIMPULAN
Dari hasil karya tulis kami mengenai kinerja pilot Indonesia yang dimulai dengan pendahuluan dan latar belakang, kemudian pembahasan landasan teori, penentuan metodologi penelitian, hingga  melakukan analisis data dengan menggunakan kuesioner yang kami lakukan secara online maupun offline maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keselamatan penerbangan merupakan hal yang sangat diprioritaskan dalam dunia penerbangan. Salah satu faktor yang dapat menunjang keselamatan penerbangan yaitu kinerja pilot. Dalam hal ini pilot bertanggung jawab penuh atas keselamatan awak pesawat dan penumpang sehingga dibutuhkan profesionalisme yang tinggi namun saat ini masih ditemukan kasus ketidakdisiplinan pilot dalam menjalankan tugasnya yang sudah diketahui oleh masyarakat luas. Hal ini terbukti dari hasil survey yang kami lakukan yakni sekitar 62,5% cukup peka dan mengetahui atas kinerja pilot saat ini. Dengan demikian diharapkan pilot Indonesia dapat mengoreksi diri atas kinerjannya.
SARAN
Dengan karya ilmiah yang kami tulis ini diharapkan pembaca dapat memberikan saran dan masukan agar penulis lebih baik lagi untuk kedepannya.


PILOT LOKAL VS PILOT IMPOR

10 Oktober 2012


PILOT LOKAL VS PILOT IMPOR

9 Oktober 2012

ANALISIS DATA

Kelompok            :         3

Kelas                             :         ZU 10

Apsada Juhri                         (2241 10 131)     KETUA

Feli Ervina                               (2241 10 180)

Indria Ulufi                             (2241 10 199)

Rio Hafiz Al Caesar              (2241 10 079)

 

Kami mendapatkan tugas untuk menganalisa dan mendiskusikan hasil dari survey yang kami buat mengenai tema yang kami utarakan yaitu “Pilot Lokal vs Pilot Impor”. Kami memilih metode analisa komparatif sebagai alat untuk membahas penelitian yang kami buat.

Alasan kelompok kami memilih metode komparatif adalah karena survey yang kami buat adalah mengenai suatu perbandingan antara 2 hal yang berbeda.

Metode analisa komparatif ini kami anggap sesuai untuk menyajikan data-data hasil survey perbandingan antara 2 hal yang berbeda.

Survey kelompok kami ini adalah mengenai perbandingan antara pilot dari Indonesia dengan pilot asing yang di datangkan di luar negeri. Kami ingin melihat preferensi dari masyarakat Indonesia terhadap 2 hal yang berbeda ini, serta kami ingin mengetahui tanggapan masyarakat atas datangnya pilot asing bersamaan dengan akan diadakannya Open Sky di waktu dekat ini.

Kami melakukan 2 jenis survey yaitu survey online dan survey offline. Kemudian, kami mendapatkan Baca entri selengkapnya »


PILOT LALAI, PENUMPANG LUNGLAI

26 September 2012

Kelompok 9

Tugas 2

1.Ketua :              – Diana Fatma Raininta (2241.10.308)

2.Anggota :         -Mia Rahmah (2241.10.329)

-Nita Nurjanah (2241.10.313)

-Novi Arista (2241.10.321)

KELAS : ZU’10

LANDASAN TEORI

Dalam dunia penerbangan hal yang diprioritaskan adalah keselamatan penerbangan yang mencakup Baca entri selengkapnya »


PILOT LOKAL VS PILOT IMPOR

24 September 2012

Kelompok : 3

Ketua : Apsada Juhri (224110131)

Anggota : Rio Hafiz Al Caesar (224110079)

Indria Ulufi (224110199)

Feli Ervina (224110180)

Kelas : ZU 10

LANDASAN TEORI
Pilot adalah ujung tombak dari suatu penerbangan. Pilot atau kapten penerbang memiliki tanggung jawab yang besar mengenai keselamatan dan keamanan penerbangan. Oleh karena itu, menjadi pilot adalah bukan suatu hal yang main-main karena berhubungan dengan nyawa ratusan orang penumpang. Hal ini didukung oleh peraturan yang menyatakan sebagai berikut :
“Selama terbang, kapten penerbang pesawat udara yang bersangkutan mempunyai wewenang mengambil tindakan untuk menjamin keselamatan, ketertiban, dan keamanan penerbangan”. (Pasal 55,UU No.1 tahun 2009)
Suatu saat kita akan menghadapi era globalisasi. Dalam era itu, setiap manusia di berbagai negara, bebas untuk mencari pekerjaan meskipun itu di dalam ruang lintas negara. Hal tersebut juga berlaku bagi bisnis transportasi udara di Indonesia. Era globalisasi terasa kian mendekat, ditandai dengan telah disepakatinya perjanjian Open Sky antar sesama negara ASEAN. Berbagai maskapai udara di Indonesia juga telah mencoba mengadaptasikan diri dengan mempekerjakan beberapa karyawan, direksi, dan pilot yang berasal dari negara asing.
Ini menjadi suatu hal yang menarik jika kita mencoba menelisik mengenai tingkat kesiapan pilot Indonesia terhadap serbuan pilot asing yang mulai masuk ke dalam dunia transportasi udara Indonesia.
“Setiap personel pesawat udara wajib memiliki lisensi atau sertifikat kompetensi”. (Pasal 58,ayat 1,UU No.1 tahun 2009)
“Personel pesawat udara yang terkait langsung dengan pelaksanaan pengoperasian pesawat udara wajib memiliki lisensi yang sah dan masih berlaku”. (Pasal 58,ayat 2,UU No.1 tahun 2009)
Pada bahasan peraturan diatas, dijelaskan bahwa setiap air crew pesawat udara wajib untuk memiliki lisensi atau sertifikat kompetensi termasuk juga pilot. Hal umum yang telah diketahui oleh masyarakat sebelumnya adalah setiap pilot asing yang masuk ke negara Indonesia untuk bekerja telah memiliki lisensi internasional.
Ini bisa menjadi suatu ancaman bagi pilot dari Indonesia. Selain harus berkompetisi dengan sesama pilot lokal, kini mereka juga harus berkompetisi dengan pilot yang berasal dari negara lain.
Kesimpulannya, pilot yang berasal dari negara asing dapat berkembang di Indonesia. Ini menjadi suatu kewaspadaan tersendiri bagi pilot yang berasal dari Indonesia. Pilot Indonesia harus siap untuk bersaing. Kedepannya akan dipastikan adanya suatu persaingan yang hebat antara pilot asing dengan pilot lokal dalam dunia kerja. Open Sky yang akan berlangsung tidak hanya memungkinkan pilot asing untuk masuk bekerja di Indonesia, tetapi pilot Indonesia juga dapat bekerja di luar Indonesia apabila memiliki lisensi dan kompetensi yang mumpuni.


PILOT LALAI,PENUMPANG LUNGLAI

19 September 2012

Ground Handling (Tugas 1)

Kelompok 9

Ketua

Diana Fatma Raininta     (2241.10.308)

Anggota

Mia Rahmah         (2241.10.329)

Nita Nurjanah        (2241.10.313)

Novi Arista             (2241.10.321)
Kelas : ZU10

BAB 1 PENDAHULUAN
Seperti kita ketahui permintaan akan jasa transportasi udara di saat sekarang ini sangat tinggi, tidak dapat kita pungkiri bahwa Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: