Kinerja Pelayanan Ground Handling di Area Terminal Bandara

28 September 2011

Nama  : Novriyanti Riamasari

NIM    : 223108052

Kelas   : D3 MTU A

Kinerja Pelayanan Ground Handling di Area Terminal Bandara

Ground handling sangat berperan penting dalam memberikan penanganan dan pelayanan penumpang di area terminal bandara, mulai dari proses  penumpang tiba di bandara keberangkatan dan menjalani proses check-in sampai dengan penumpang berada di dalam pesawat dan penumpang tiba di bandara tujuan dan mengambil barang bawaan atau bagasi.

Ground handling berperan dalam meningkatkan mutu pelayanan sebagai pembuktian kinerja para petugas yang berada terminal bandara dan para petugas sebuah perusahaan maskapai penerbangan di mata para penumpang.

Keberhasilan pelayanan yang diberikan perusahaan ketika penumpang datang ke bandara sampai dengan kembali datang akan menjadi penilaian dan kenangan tersendiri bagi para penumpang yang pernah mendapat pelayanan yg mempermudah dan mempercepat proses keberangkatan para penumpang saat di bandara.

Setiap penumpang mengharapkan kelancaran dalam melakukan prosedur-prosedur yang telah menjadi ketetapan pada setiap perusahaan penerbangan sebelum keberangkatan.

Oleh sebab itu Petugas ground handling harus selalu siap dalam memberikan penanganan dan pelayanan kepada penumpang yang membutuhkan bantuan yang berkaitan dengan keberangkatannya. Dimana Setiap penumpang mengharapkan pelayanan yang dapat mempermudah dan mempercepat proses perjalanan yang akan dijalani para penumpang.

Kelancaran seluruh proses keberangkatan yang baik dan benar yang dirasakan bagi para penumpang yang akan naik pesawat sangatlah penting, baik bagi para penumpang itu sendiri maupun bagi perusahaan penerbangan sehingga dapat terciptanya kenyamanan dan kepuasan dari para penumpang yg diberikan oleh perusahaan penerbangan tersebut.

Pelayanan yang sesuai dengan harapan penumpang akan menunjukkan kinerja yang baik bagi suatu perusahaan penerbangan sehingga akan meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat yang tentunya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Dalam mencapai tujuan tersebut diperlukan sumber daya manusia yang ahli di bidangnya yang dapat bekerjasama satu sama lain demi mencapai tujuan yang diharapkan.  Disamping itu perlu diadakan pembagian kerja yang baik antar unit ground handling serta pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan penanganan penumpang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan betul-betul dapat menguasai pekerjaanya dan hal-hal lain yang terkait.

Iklan

28 September 2011

TUGAS I

Nama : Romi Ramadhan

NIM    : 223109066

Kelas  : D.III MTU (A)

 

GROUND HANDLING

Ground Handling berasal dari kata Ground (darat/ didarat) dan Handling  atau hand atau handle (tangan/ tangani). Jadi Ground Handling adalah suatu aktifitas perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para penumpang berikut bagasinya, kargo, pos, peralatan pergerakan pesawat didarat dan pesawat terbang itu sendiri selama ada dibandara, untuk keberangkatan (Departure) maupun untuk kedatangan atau  ketibaan (Arrival).

Ground Handling memiliki batasan pekerjaan atau ruang lingkup yang meliputi:

1. Pre Flight

Kegiatan penanganan terhadap penumpang dan pesawat sebelum keberangkatan dibandara asal.

2. In Flight

Kegiatan pelayanan terhadap penumpang selama didalam pesawat.

3. Post Flight

 

Kegiatan penanganan terhadap penumpang, kargo, dan pesawat setelah penerbangandibandara tujuan.

Ground Handling mempunyai tujuan, target atau sasaran yang ingin dicapai, yaitu:

1. Flight Safety, yaitu memberikan perjalanan penerbangan yang aman bagi para penumpang.

2. On Time Performance, yaitu memberikan pelayanan penerbangan yang tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan.

3. Customer Satisfaction, yaitu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi para penumpang.

4. Reliability, yaitu memberikan fasilitas dan layanan yang dapat di andalkan.

APRON

1. Ground Support Equipment

Adalah peralatan-peralatan bantu yang dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan pesawat udara selama pesawat tersebut berada di darat, baik pada saat keberangkatan, kedatangan, maupun transit.

a. Apron Bus

Apron bus berguna sebagai alat transportasi penumpang untuk memindahkan penumpang dari boarding gate ke remote area.

b. Forklift

Forklift berguna untuk memindahkan kargo didalam gudang, alat ini jarang digunakan di area apron

c. Passenger Boarding Stairs

Passenger boarding stairs berguna sebagai tangga untuk naik penumpang dan aircrew kedalam pesawat.

2. Load Control

Adalah unit yang menerima data-data pesawat dan muatan dari beberapa bagian yang terkait yang kemudian harus dihitung untuk mendapatkan keseimbangan pesawat (weight and balance) yang optimum mengacu pada dua aspek yaitu safety dan economical operation.

a. Load Planning

  •  merekap semua data yang terkait dengan load
  • merencanakan penanganan special loads yang mengacu kepada adanya restrictions, maximum quantities,persyaratan pemisahan tempat dan lain-lain.

b. Weight and Balance Precalculation

  • membuat precalculation dari weight and balance dari pesawat dan hal ini merupakan mandatory pada pengerjaan loadsheet manual.
  • precalculation untuk sistem Departure Control System (DCS), dibuat pada saat weight and balance pesawat diperkirakan akan ditutup terkait dengan limit operational.

c. Completion Loading Instruction

  • menentukan distribusi
  • mencetak loading instruction
  • menandatangani loading instruction
  • melaksanakan briefing kepada petugas Load Master untuk pemuatan di pesawat.

Tujuan dari Load Control adalah memberikan panduan tentang aktivitas Load Control dalam menjalankan fungsinya sehingga diperoleh pelayanan yang aman dan benar sesuai ketentuan yang berlaku dan terjalin koordinasi yang baik dan efektif dengan pihak-pihak yang terkait, seperti :

  • mengusahakan maksimum payload pada suatu penerbangan.
  • menyusun muatan sesuai dengan urutan dan urutan destination load tersebut (Load Instruction).
  • memperhatikan factor Ramp Safety dan on time performance.

 

RAMP DISPACHTER

Segala aktifitas yang dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan selama pesawat di darat dapat berlangsung dengan aman, tertib dan teratur sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku. Berlaku bagi setiap petugas Ramp (Ramp Dispatcher) sebagai panduan dalam melaksanakan aktifitas keseharian. Tanggung Jawab dari Ramp Dispatcher adalah Manager Operasi, Kadin Apron terkait (sesuai dengan Struktur Organisasi Cabang)    bertanggung jawab agar setiap aktifitas pesawat di darat baik untuk keberangkatan maupun kedatangan dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku dan setiap petugas Ramp Dispatcher bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengkoordinasikan segala aktifitas ramp berkaitan dengan keberangkatan ataupun kedatangan pesawat.

 

 


28 September 2011

Nama   : Putri Puji Utami

Nim     : 223109032

Kelas   : D-III MTU A

Tugas   : 1

Passenger Handling

Pelayanan penumpang (passenger handling) itu terbagi menjadi dua, yaitu :

  1. 1.      Pelayanan pada saat keberangkatan (departure section)

Prosedur Keberangkatan Penumpang

Setiap perusahaan penerbangan harus memberikan informasi kepada penumpang tentang perkiraan waktu keberangkatan dan perkiraan waktu kedatangan yang tercantum di dalam time table atau reservation.

Yang perlu disiapkan petugas check-in counter dibuka :

  • Passenger manifest
  • Boarding Pass
  • Baggage claim tag
  • Lab tag lainnya seperti : security tag, priority tag, fragile tag, group tag, name tag, checked baggage tag.
  • Excess baggage ticket
  • Seat allocation, khusus pemesanan special seat
  • Purser Information
  • Form Passenger Baggage Weight Sheet
  • Form Passenger Transfer Message
  • Limited release tag
  1. 2.      Pelayanan pada saat kedatangan (arrival section)

Prosedur Kedatangan Penumpang

Pada prosedur ini petugas yang berada di bagian kedatangan penumpang harus mengetahui waktu kedatangan pesawat. Dan para petugaspun harus mengetahui apakah ada penumpang yang transit, jika ada penumpang tersebut di beri transit card. Penumpang yang ditansfer atau pindah pesawat akan dibantu sehubungan dengan tempat duduk dan bagasi. Selanjutnya penumpang yang sampai ditujuan akhir, akan di bawa ke bagian imigrasi untuk pemeriksaan pasor, visa, lalu ketempat pengambilan bagasi. Jika ada bagasi yang hilang atau rusak, penumpang akan dipersilahkan ke bagian lost & found untuk melaporkan kejadian atau peristiwa.


City Check in

28 September 2011

NAMA : ZAINUDIN PUJI HARTANTO

NIM : 223109052

KELAS : D3 MTU A

Kalian yang pernah melakukan perjalanan via udara dengan menggunakan pesawat , atau mahasiswa jurusan udara tentu sudah tak asing lagi mendengar istilah check-in. karena itu semua calon penumpang pesawat terbang memang wajib melewati prosedur ini sebelum keberangkatan. Tujuan check-in adalah untuk memastikan jadi-tidaknya seseorang ” terbang ” pada jam keberangkatan tertentu.

Apa saja mesti diperhatikan calon penumpang pesawat  terbang seputar masalah check-in ini? Jawabnya cukup banyak. Kita ambil contoh Pada penerbangan Garuda, misalnya, calon penumpang yang telah melakukan reservasi atau pembukuan ( mempunyai kepastian tempat duduk ) serta  telah memiliki tiket, diberikan kesempatan melakukan check-in di bandara udara paling lambat 30 menit sebelum kebrangkatan untuk calon penumpang rute domestik, dan paling lambat 60 menit sebelum kebrangkatan bagi calon penumpang rute Internasional.

Barangkali belum banyak calon penumpang atau teman – teman sekalian yang belum mengetahui bahwa check-in tidak hanya bisa dilakukan di bandara, tapi juga bisa dilaksanakan seluruh kantor penjualan/perwakilan Garuda domestik dan Singapura. Layanan ini disebut City check-in, yang dilakukan paling cepat satu hari sebelum keberangkatan. Untuk penerbangan domestik, kalian bisa melakukan city check-in di kantor penjualan atau perwakilan Garuda Domestik yang terdapat di 21 kota ( di Jakarta ada 11 lokasi).

City chek-in ditujukan untuk lebih memberi kemudahan bagi calon penumpang, terutama bagi orang-orang yang pergi tanpa membawa bagasi. Jika Anda termasuk golongan ini, Anda bisa melakukan city check-in, sehingga di bandara Anda tinggal membayar airport tax sebentar, lalu bisa langsung  ” terbang “. Sedangkan bagi penumpang berbagasi tetap harus melalui prosedur bagasi di bandara.

Semoga informasi yang bisa saya share atau saya dapat ini bermanfaat , Terima kasih .


Pemberlakuan Regulated Agent di Perusahaan Kargo

28 September 2011

NAMA : PRIZECA DIAN ANNISA

NIM : 224109044

KELAS : S1 MTU D

Sebagian besar orang mungkin masih banyak yang belum mengetahui pemberlakuan Ragulated Agent di Bandara Soekarno-Hatta, khususnya di perusahaan kargo. Bahkan mungkin masih banyak yang belum tahu definisi dari Regulated Agent itu sendiri.

Regulated Agent adalah badan hukum Indonesia yang melakukan kegiatan usaha dengan badan usaha angkutan udara untuk pemeriksaan keamanan terhadap barang kargo dan pos yang memperoleh izin dari Dirjen penerbangan udara.

Maksudnya yaitu adanya agent-agent selain Angkasa Pura yang melakukan pemeriksaaan keamanan terhadap kargo barang maupun surat yang masuk ke dalam pesawat dan mendapatkan legalitas operasional oleh Kementerian Perhubungan. Dalam hal ini khususnya untuk Keselamatan Penerbangan (KESPEN) agar tidak membawa barang-barang atau kargo yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Regulated Agent sendiri mulai diberlakukan pada tanggal 16 Mei 2011. Tapi ternyata sampai saat ini masih ada  perusahaan kargo yang tidak setuju dengan adanya pemberlakuan Regulated Agent tersebut.

Hal ini disebabkan karena tarif yang ditentukan oleh kadin terlalu mahal. Biasanya ongkos yang ditetapkan dalam pengiriman barang adalah Rp 60 per kg, tapi setelah adanya penerapan Regulated Agent, ongkosnya menjadi Rp 600 per kg. Selain itu, proses pengiriman barang pun memakan waktu yang cukup lama. Biasanya pengecekan barang dilakukan dalam partai besar, tapi semenjak adanya Regulated Agent, pengecekan barang dilakukan satu per satu sehingga menyebabkan pengiriman barang menjadi tidak efektif dan efisien karena jumlah Regulated Agent itu sendiri masih terbatas.

Pada dasarnya pelaksanaan program tersebut akan memberikan manfaat yang positif bagi semua pihak yang terlibat dalam industri kargo udara. Namun bila dilihat dari realita lapangan, ada baiknya program RA tersebut ditunda terlebih dahulu karena masih banyak hal yang perlu dipenuhi dan diselaraskan.

 


Sterilkan penumpang nakal di Terminal !

28 September 2011

NAMA : SIFA CHOIRUNISYAH

NIM : 224109023

KELAS : S1 MTU D

Dalam artikel ini saya akan membahas tentang upaya mensterilkan penumpang nakal dalam check in counter di terminal bandara . Mengingat check-in merupakan prosedur wajib yang menentukan kelancaran penerbangan, maka sebaiknya para calon penumpang selalu mempersiapkan segala keperluan sebelum berangkat ke bandara. Ada banyak hal yang perlu Anda persiapkan, seperti tiket, paspor, KTP, serta barang bawaan dan dokumen-dokumen perjalanan lainnya. Khusus calon penumpang rute Internasional, diingatkan untuk mengisi dokumen keimigrasian serta mendatangi counter imigrasi di bandara guna pencekan dokumen. Periksalah barang-barang yang akan dibawa dan sesuaikan sebisa mungkin penempatan barang dalam bagasi sesuai dengan ketentuan bagasi pesawat. Demi keamanan, barang-barang berharga misalnya, obat, perhiasan, dokumen, uang dan lain-lain sebaiknya tidak dimasukan dalam tas/kopor yang hendak ditempatkan dalam bagasi pesawat .

Divisi check-in counter juga harus memiliki “insting” agar dapat melihat  khusus mana penumpang nakal, penumpang calo, dsb layaknya seorang petugas kepolisian. Bagaimana mereka mendapat keahlian seperti itu? Jam terbang dan pengalaman jawabnya. Sebagai contoh yang paling sering terjadi(populer) adalah kasus menitipkan bagasi kepada penumpang lain.

Dari info yang saya dapat penumpang yang membeli tiket di calo atau penumpang yang berhalangan terbang kemudian diwakilkan, biasanya memiliki ciri-ciri:
1.ID (KTP,KARTU PELAJAR,dsb) tidak sesuai pada tiket. ( Kita mesti waspada )
2.Penumpang terlihat kaku dan resah. ( kita mesti waspada )
3.Saat ditanya tgl lahir, tempat, dsb penumpang tidak bisa memberikan jawaban yang tepat.( kita mesti waspada )
4.Bentuk fisik daripada ID(KTP) yang “aneh”. ( kita mesti waspada )
5.dan masih banyak hal lainnya .

Ujung-ujungnya apabila mendapati “penumpang nakal”, akan terjadi adu mulut dan adu argument antara staff dengan penumpang(pax). Apabila menemui kendala, Staff Counter dibackUp oleh TL(Team Leader Counter Check-In) dan divisi Complaint Resolution Official(CRO).

Jadi dalam kejadian check in counter ini penumpang nakal atau penumpang calo masih ada , sulit dan mungkin susah untuk mensterilkan para penumpang nakal atau penumpang calo , jadi dari pihak divisi check in counter memang harus benar – benar jeli dalam melihat penumpang . upaya untuk terus mensterilkan penumpang nakal atau penumpang calo harus terus meningkat dalam pengawasannya . agar sulit juga untuk para penumpang nakal atau penumpang calo bergerak bebas di area check in counter .


Perencanaan RUNWAY, TAXIWAY, DAN APRON Bandara International Jawa Barat

28 September 2011

Perencanaan RUNWAY, TAXIWAY, DAN APRON Bandara International Jawa Barat

Nama : Denti Oktavia

Nim : 223109056

Kelas : D.III MTU

Provinsi Jawa Barat memiliki potensi sumber daya alam dan buatan yang tinggi, kualitas sumber daya manusia yang maju, serta posisi geografis yang strategis. Dengan berbagai kualitas dan potensi yang telah disebutkan, maka Jabar menjadi salah satu tempat tujuan bagi para investor, migran, serta wisatawan untuk beraktivitas. Jabar juga memiliki tingkat interaksi yang tinggi dengan wilayah domestik maupun mancanegara. Tingkat interaksi yang tinggi harus didukung dengan sarana transportasi yang memadai. Karena interaksi yang terjadi tidak hanya bersifat domestik tetapi juga internasional, maka sarana transportasi yang paling efektif adalah melalui transportasi udara. Selama ini bandara di daerah Jabar yang digunakan untuk sarana transportasi udara memiliki kelemahan yang cukup signifikan sehingga dirasakan perlu adanya suatu bandara internasional baru untuk menjawab kebutuhan transportasi wilayah Jabar di masa yang akan datang. Maka terbuatlah rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).
Hal yang penting dalam suatu bandara ialah runway, taxiway, serta apron yang dapat mengakomodasi kebutuhan penumpang serta pesawat yang akan beroperasi. Secara garis besar tujuan ini ialah untuk merencanakan desain Apron yang dibutuhkan di BIJB, desain yang dilakukan meliputi desain geometrik, perkerasan, geoteknik, hingga perencanaan cost. Desain dilakukan berdasarkan proyeksi jumlah penumpang dan kargo yang akan menggunakan bandara ini. Tahapan perencanaan dimulai dari perencanaan geometrik, dilanjutkan dengan perencanaan perkerasan, perencanaan geoteknik yang sesuai, dan yang terakhir perencanaan cost, untuk mengetahui biaya yang diperlukan untuk perencanaan Apron. Perencanaan menggunakan code ICAO untuk geometrik, metode CBR untuk perkerasan lentur, serta metode FAA untuk perkerasan kaku di apron. Keterangan lain yang tidak terdapat di dalam code dan metode, diambil dari referensi literatur atau bandara lain yang sudah ada. Hasil dari perencanaan desain dituangkan ke dalam layout desain, lalu untuk perencanaan cost dituangkan ke dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB).
Dari analisis geometrik, menghasilkan panjang runway yang dibutuhkan 3750 m. Runway berada pada orientasi arah 140-320. Perkerasan runway dan taxiway adalah perkerasan lentur dengan ketebalan 80 cm. Perkerasan apron adalah perkerasan kaku dengan ketebalan 80 cm. Dari analisis geoteknik, diketahui bahwa elevasi rencana RTA berada di atas elevasi tanah asli sehingga perlu dilakukan penimbunan. Perencanaan timbunan dilakukan dengan mempertimbangkan daya dukung tanah, penurunan konsolidasi, dan stabilitas lereng. Dari analisis biaya, dihasilkan total biaya yang dibutuhkan untuk konstruksi RTA lebih dari 1.5 trilyun rupiah. Overhead dan contingency diasumsikan dengan besaran masing-masing 10% dan 5%.


%d blogger menyukai ini: