PERHITUNGAN WEIGHT AND BALANCE

28 September 2011

PERHITUNGAN WEIGHT AND BALANCE

NAMA : PURNAMA SARI

NIM      : 223109043

KELAS : D III MTU A

Perhitungan weight and belence sebuah pesawat  yang di lakukan secara akurat  sesuai standar yang di tetapkan oleh IATA, ini pioritas utama terhadap pesawat terbang , tujuan utama adalah keselamatan penumpang selama di dalam penerbangan. Oleh karna itu orang FOO ( flight operation officer) harus lebih dahulu mengetahui kondisi pesawt tersebut, antara lain berat maksimum yang mampu di angkat oleh pesawat tersabut dan kekuranganya pada pesawat

Perhitungan weight and balance yang selama ini di lakukan perusahaan

  • Berat                                                                                                                                                                                                                                             Selain besar dari pesawat tersebut, berat pesawat juga di pengaruhi sbg brikut:

*BERAT PENUMPANG*                                                                                                                                                                                                                                     Berat penumpang sangat di pengaruhi oleh standar berat yang di tetapkan perusahaan, standar berat penumpang di bagi     menjadi tiga katagori yaitu:

  1. Penumpang dewasa, dengan standar berat 70 kg/orang.
  2. Penumpang anak-anak, dengan standar berat 35 kg/ orang.
  3. Penumpamg bayi, dengan standar berat 10kg/ orang.

 

*BERAT BAGASI*

Maka Perusahaan penerbangan telah menetapkan ketentuan mengenai jumlah/banyak berat bagasi yang dapat di bawa penumpang perkelasnya, jika melebihi dari ketentuan yang berlaku, maka barang tersebut di kenakan surcharge.Ketentuan tersebut antara lain.

1. 25 kg untuk kelas ekonomi.

2. 30 kg untuk kelas bisnis, dengan catatan tergantung airline masing-masing.

*BAHAN BAKAR*

Perhitungan weight and balance di pengaruhi oleh jumlah bahan bakar yang di bawa dan jumlah bahan bakar yang habis terpakaiselama penerbangan tersebut.

*CUACA DAN ANGIN*

Kondisi alam, seperti hujan, kabut, arah angin, dan lain-lain, secera tidak langsung mempengaruhi proses penghitungan weight and balance . kondisi tersebut secara langsung akan berpengaruh terhadap jumlah pemakaian bahan bakar.Ada tiga jenis angin yang berpengaruh terhadap pesawat yaitu angin bertiup dari arah ekor pesawat, angin yang baertiup dari hidung pesawat, dan angin yang bertiup dari sisi pesawat. Dengan kecepatan angin tersebut, maka seorang FOO (flight operation officer) dapat memperkirakan bahan bakar yang di pergunakan.

 

 

 

Iklan

sistem pelayanan check in counter

28 September 2011

SISTEM PELAYANAN CHEK IN CONTER

 

Nama : Endah Wahyu Ningsih

Kelas  : D III- MTU (A)

Nim    : 223109016

Tugas 1

 

Sistem pelayanan checkin conter ini sangat penting untuk seluruh proses bagi penumpang yang akan naik ke pesawat, baik bagi penumpang itu sendiri maupun penerbangan, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, petugas yang di bagian check in counter harus terlatih/dilatih dengan baik, sehingga betul-betul mengusai pekerjaannya.

Check in counter di bandara adalah tempat untuk pendaftaran atau pelaporan bagi para calon penumpang yang akan berangkat menggunakan pesawat di bandara udara. Di bandara / gedung terminal check in counter ini berlokasi di wilayah restricted public area. Sebelum di bukanya check in counter, petugas harus mempersiapkan hala-hal yang di perlukan pada saat check in conter diantaranya :

a). Petugas harus mempersiapkan dokumen, formulir dan item lain yang terkait dengan penumpang dan bagasi penumpang, seperti special request, special information, connecting flight, boarding pass ( harus memperhatiakn flight/ date, nama, gate sate, boarding pass number, destination; warna boarding pass menunbjukan kelas yang di tentukan untuk penerbangan seperti merah untuk F class, biru untuk C class, hijau untuk Y class, kuning untuk INF class, putih untuk A/L Staff atau discount ticket ). Baggage claim tas yaitu untuk pengiriman bagasi yang ketinggalan atau harus dikirimkan tanpa penumpang/pemiliknye. Cxcess baggage ticket yaitu petugas harus memperhatiakan cara perhitungan EBT, baik menurunkan maupun PC,  nomor ticket bagasi penumpang, kelebihan berat, harga per kilo atau per potong, jumlah yang harus dibayar dan lain-lain.

b). Petugasa harus mengetahui beberapa cara mengecek dokumen perjalanan penumpang yang perlu dicek adalah :

  • Pengecekkan ticket penumpang : kota tujuan (from-to), flight number class, carrier, validity, booking status.
  • Pengecekkan paspor untuk penerbangan keluar negri : mengecek apakah foto di paspor sama dengan penumpang yang akan berangkat dan nama pun juga harus sama dengan yang tertera di ticket pesawat, vality paspor dan kondisi paspor, periksa validity minimumnya sebab khusus menuju negara-negara tertentu.
  • Pengecekkan visa untuk penerbangan keluar negeri : mengecek negara asal/tujuan/transit, adakah maksut tujuan menggunakan visa ini yitu : untuk berkunjung, untuk urusan wisata, bekerja, beljar dan lain-lain.

c). Petugas harus mengetahui berapa bayak seat yang ada di dalam pesawat,supanya untuk memudahkan pada saat penumpang check in.

d). Petugas harus mengetahui cara mengisi formulir seperti :

  • PBWS ( Passenger and Baggage Weight Sheet )
  • PTM ( Passenger Transfer Massage )
  • SOM ( Seat Occuped Massage )
  • Special Informasi Massage, seperti : VIP, UM WCHC, VGML, deanlain-lain

e). Petugas memberi information untuk sepecial Meal, UM, VIP dan lain-lain


Ruang Lingkup Ground Handling

28 September 2011

NAMA : Yulianti Suryanto

NIM : 223109024

D III MTU

 

Pada dasarnya ruang lingkup ground handling juga termasuk dengan kata ground service dan ground operation atau airport service yg mengandung maksud dan pengertian yg sama yaitu termasuk suatu aktivitas atau pelayanan terhadap para penumpang berikut bagasinya, kargo, pos, peralatan pembantupergerakan pesawat di darat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di bandar udara, baik untuk keberangkatan (departure) maupun untuk kedatangan (arrival).

Berdasarkan pengertian atau definisi tersebut, kita dapat mengetahui ruang lingkup dan batasan pekerjaan ground handlingyaitu pada fase atau tahap pre flight service dan post flightservice:
1.Pre-Flight service

Kegiatan penanganan ini terhadap penumpang berikut bagasinya dan kargo serta pos dan pesawat sebelum keberangkatan (di Bandara asal/Origin Station).

2.Post flight service

Kegiatan penganan ini terhadap penumpang beserta bagasinya dan kargo serta pos dan pesawat setelah penerbangan (di bandara tujuan/destination). Atau dengan kata lain penanganan penumpang dan pesawat selama berada di bandara. Secara teknis operasional aktifitas “Ground Handling” dimulai pada saat pesawat “taxi” (Parking Stand), mesin pesawat sudah dimatikan, roda pesawat sudah diganjal (Block On) dan pintu pesawat sudah dibuka (open the door) dan para penumpang sudah dipersilahkan untuk turun atau keluar dari pesawat, maka pada saat itu para staff udara sudah memiliki kewenangan untuk mengambil alih pekerjaan dari “Pilot In Command (PIC)” beserta cabin crew-nya. Pekerjaan orang-orang darat berakhir ketika pesawat siap-siap untuk lepas landas, yaitu pada saat pesawat ditutup, mesin dihidupkan dan ganjal roda pesawat sudah dilepas (Block OFF). Tanggung jawab pada fase ini (In-Flight) berada di tangan “Pilot In Command” beserta pada awak cabinnya. Fase ini dikenal dengan istilah “Deperature Handling” obyek yang ditangani oleh Ground Staff pada intinya, meliputi: penumpang (Pax), barang bawaan penumpang (Baggage), barang kiriman (Cargo), benda-benda pos (Mail), ramp dan aircraft. Sebagai sebuah proses penangan maka muncul istilah : Passenger Handling, Baggage Handling, Cargo and Mail Handling dan Ramp Handling.


Pengertian Ground Handling

28 September 2011

NAMA :Ryan Syam Hercahya

NIM    :223109017

D III MTU

‘Ground Handling’ berasal dari kata ‘Ground’ dan ‘Handling’. Ground artinya darat atau di darat, yang dalam hal ini di Bandara (Airport). Juga dapat diartikan dalam artian, Suatu kegiatan perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para penumpang berikut bagasi,kargo pos,peralatan pembantu pergerakan pesawat terbang itu sendiri selama berada di bandar udara, baik untuk keberangkatan (departure) maupun kedatangan (arrival). Secara sederhana ‘Ground Handling’ atau ‘Operasi Darat’ adalah pengetahuan dan keterampilan tentang penanganan pesawat di Apron, penanganan penumpang dan bagasinya di terminal dan kargo serta pos di cargo area.

Berdasarkan sejarah perkembangan perusahaan ground handling di indonesia, munculnya perusahaan ground handling bermula dari adanya kegiatan perpindahan bandara internasional kemayaron ke halim perdana kusuma. Kenyataan ini semakin mendorong tumbuh kembangnya perusahaan ground handling di indonesia untuk mendapatkan kualitas layanan disatu sisi dan memperluas pasarnya disisi lainnya. Maka hal ini dapat dipahami mengingat pentingnya perusahaan untuk melakukan strategi efisiensi disatu tempat dan kemampuan yang sangat memadai dari perusahaan jasa ground handling dipihak lainnya.

Ground handling juga merupakan bagian integral dari lingkup kerjaan dalam suatu perusahaan penerbangan. Dan terdapat dua kegiatan utama yamg dilakukan perusahaan penerbangan,yaitu:

1 . Kegiatan dikantor kota (Town Office) yang lebih dominan mengerjakan unsur pemasaran, quality assurance, finance, coorporate planning dan administrasi keuangan serta umum.

2 . Kegiatan  operasional kestasiunan dibandar udara.

Jadi ground handling merupakan bagian atau divisi operasional perusahaan penerbangan yang dipimpin oleh kepala stasiun sebagai manajer operasi atau ground handling.


PELAYANAN BOARDING GATE

27 September 2011

PELAYANAN BOARDING GATE

 

NAMA: PUTRI UTAMI

NIM: 223109015

KELAS : D III MTU A

 

boarding gate itu adalah orang” yang bertanggung jawab atas penghimpunan penumpang sebelum masuk ke pesawat setelah penumpang melakukan check in. Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: